Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Galian Saluran Gas Diprotes

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Nampaknya jalanan Kota Pekanbaru tidak bisa berlama-lama mulusnya, sepertinya harus ada dirusak minimal dalam setahun itu dua sampai tiga kali untuk pekerjaan galian.

Kondisi ini mendapatkan protes dari masyarakat setempat, lalu kepada DPRD Kota Pekanbaru dilaporkan supaya pekerjaan ini tidak lagi merusak jalan.

"Sepertinya jalanan di Kota Pekanbaru tidak bisa lama-lama mulusnya, ada aja proyek yang merusak jalan, aneh juga izinnya dari mana itu?" ujar Ridwan warga Jalan Garuda, Marpoyan Damai kemarin.

Ada sejumlah titik jalan di Kota Pekanbaru yang digali akibat adanya projek pipa gas. Kondisi dari galian itu membuat jalan sempit macet, seperti di Jalan Garuda. Lalu jalan Semangka/Amilin, dan sejumlah jalan lainnya.

Baca Juga:  Berharap Pekanbaru Juara Umum MTQ

"Sebelumnya juga ada galian kabel, dan setelah selesai jalan rusak tidak diperbaiki seperti semula, malah menjadi tempat genangan air. Seharus ini yang seperti ini diawasi oleh pemko," ujar Masdar warga Sukajadi.

Kondisi jalan yang digali untuk kepentingan proyek ini menjadi keluhan masyarakat, minta kepada pemerintah untuk mencari alternatif lain dengan tanpa merusak jalan yang sudah bagus. "Soalnya sekarang jalan rusak saja suka lama diperbaiki, kok jalan bagus yang digali," tambah Idris pengusaha warung di Jalan Garuda.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono mengakui ada juga laporan dan keluhan masyarakat soal galian itu.

"Ini menjadi atensi kami, dan kami akan panggil kontraktornya, untuk mempertanyakan pekerjaan yang dilakukan saat ini," ungkap Sigit.

Baca Juga:  Pengangkutan Sampah di Jalan Soekarno-Hatta Lambat

Kata Sigit lagi, kebanyakan masyarakat menyebutkan jalan galian saluran gas itu mengerikan jika dilintasi malam hari, karena ada yang tidak diberi  tanda. "Kita minta agar kontraktor proyek ini untuk lebih serius mengawasi pelaksanaan ini lapangan," katanya.

Karena sudah banyaknya keluhan masyarakat, maka dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dahulu secara internal di Komisi IV, lalu baru diputuskan kapan akan dipanggil hearing. "Dalam hearing nanti tentu kita panggil PU-nya, dan juga kontraktornya. Juga akan kita pastikan apa tidak ada cara lain selain digali," tutur Sigit.(ade)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Nampaknya jalanan Kota Pekanbaru tidak bisa berlama-lama mulusnya, sepertinya harus ada dirusak minimal dalam setahun itu dua sampai tiga kali untuk pekerjaan galian.

Kondisi ini mendapatkan protes dari masyarakat setempat, lalu kepada DPRD Kota Pekanbaru dilaporkan supaya pekerjaan ini tidak lagi merusak jalan.

"Sepertinya jalanan di Kota Pekanbaru tidak bisa lama-lama mulusnya, ada aja proyek yang merusak jalan, aneh juga izinnya dari mana itu?" ujar Ridwan warga Jalan Garuda, Marpoyan Damai kemarin.

Ada sejumlah titik jalan di Kota Pekanbaru yang digali akibat adanya projek pipa gas. Kondisi dari galian itu membuat jalan sempit macet, seperti di Jalan Garuda. Lalu jalan Semangka/Amilin, dan sejumlah jalan lainnya.

Baca Juga:  Giliran Rumbai Barat Gelar MTQ

"Sebelumnya juga ada galian kabel, dan setelah selesai jalan rusak tidak diperbaiki seperti semula, malah menjadi tempat genangan air. Seharus ini yang seperti ini diawasi oleh pemko," ujar Masdar warga Sukajadi.

Kondisi jalan yang digali untuk kepentingan proyek ini menjadi keluhan masyarakat, minta kepada pemerintah untuk mencari alternatif lain dengan tanpa merusak jalan yang sudah bagus. "Soalnya sekarang jalan rusak saja suka lama diperbaiki, kok jalan bagus yang digali," tambah Idris pengusaha warung di Jalan Garuda.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono mengakui ada juga laporan dan keluhan masyarakat soal galian itu.

"Ini menjadi atensi kami, dan kami akan panggil kontraktornya, untuk mempertanyakan pekerjaan yang dilakukan saat ini," ungkap Sigit.

Baca Juga:  Belajar Sejarah di Akhir Pekan

Kata Sigit lagi, kebanyakan masyarakat menyebutkan jalan galian saluran gas itu mengerikan jika dilintasi malam hari, karena ada yang tidak diberi  tanda. "Kita minta agar kontraktor proyek ini untuk lebih serius mengawasi pelaksanaan ini lapangan," katanya.

Karena sudah banyaknya keluhan masyarakat, maka dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dahulu secara internal di Komisi IV, lalu baru diputuskan kapan akan dipanggil hearing. "Dalam hearing nanti tentu kita panggil PU-nya, dan juga kontraktornya. Juga akan kita pastikan apa tidak ada cara lain selain digali," tutur Sigit.(ade)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Galian Saluran Gas Diprotes

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Nampaknya jalanan Kota Pekanbaru tidak bisa berlama-lama mulusnya, sepertinya harus ada dirusak minimal dalam setahun itu dua sampai tiga kali untuk pekerjaan galian.

Kondisi ini mendapatkan protes dari masyarakat setempat, lalu kepada DPRD Kota Pekanbaru dilaporkan supaya pekerjaan ini tidak lagi merusak jalan.

"Sepertinya jalanan di Kota Pekanbaru tidak bisa lama-lama mulusnya, ada aja proyek yang merusak jalan, aneh juga izinnya dari mana itu?" ujar Ridwan warga Jalan Garuda, Marpoyan Damai kemarin.

Ada sejumlah titik jalan di Kota Pekanbaru yang digali akibat adanya projek pipa gas. Kondisi dari galian itu membuat jalan sempit macet, seperti di Jalan Garuda. Lalu jalan Semangka/Amilin, dan sejumlah jalan lainnya.

Baca Juga:  4.476 Butir Ekstasi Dimusnahkan

"Sebelumnya juga ada galian kabel, dan setelah selesai jalan rusak tidak diperbaiki seperti semula, malah menjadi tempat genangan air. Seharus ini yang seperti ini diawasi oleh pemko," ujar Masdar warga Sukajadi.

Kondisi jalan yang digali untuk kepentingan proyek ini menjadi keluhan masyarakat, minta kepada pemerintah untuk mencari alternatif lain dengan tanpa merusak jalan yang sudah bagus. "Soalnya sekarang jalan rusak saja suka lama diperbaiki, kok jalan bagus yang digali," tambah Idris pengusaha warung di Jalan Garuda.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono mengakui ada juga laporan dan keluhan masyarakat soal galian itu.

"Ini menjadi atensi kami, dan kami akan panggil kontraktornya, untuk mempertanyakan pekerjaan yang dilakukan saat ini," ungkap Sigit.

Baca Juga:  Reses Dewan Fokus Masalah Banjir dan Lapangan Kerja

Kata Sigit lagi, kebanyakan masyarakat menyebutkan jalan galian saluran gas itu mengerikan jika dilintasi malam hari, karena ada yang tidak diberi  tanda. "Kita minta agar kontraktor proyek ini untuk lebih serius mengawasi pelaksanaan ini lapangan," katanya.

Karena sudah banyaknya keluhan masyarakat, maka dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dahulu secara internal di Komisi IV, lalu baru diputuskan kapan akan dipanggil hearing. "Dalam hearing nanti tentu kita panggil PU-nya, dan juga kontraktornya. Juga akan kita pastikan apa tidak ada cara lain selain digali," tutur Sigit.(ade)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Nampaknya jalanan Kota Pekanbaru tidak bisa berlama-lama mulusnya, sepertinya harus ada dirusak minimal dalam setahun itu dua sampai tiga kali untuk pekerjaan galian.

Kondisi ini mendapatkan protes dari masyarakat setempat, lalu kepada DPRD Kota Pekanbaru dilaporkan supaya pekerjaan ini tidak lagi merusak jalan.

"Sepertinya jalanan di Kota Pekanbaru tidak bisa lama-lama mulusnya, ada aja proyek yang merusak jalan, aneh juga izinnya dari mana itu?" ujar Ridwan warga Jalan Garuda, Marpoyan Damai kemarin.

Ada sejumlah titik jalan di Kota Pekanbaru yang digali akibat adanya projek pipa gas. Kondisi dari galian itu membuat jalan sempit macet, seperti di Jalan Garuda. Lalu jalan Semangka/Amilin, dan sejumlah jalan lainnya.

Baca Juga:  Tambah Pemasukan, Ibu-Ibu Belajar Membuat Sabun Colek

"Sebelumnya juga ada galian kabel, dan setelah selesai jalan rusak tidak diperbaiki seperti semula, malah menjadi tempat genangan air. Seharus ini yang seperti ini diawasi oleh pemko," ujar Masdar warga Sukajadi.

Kondisi jalan yang digali untuk kepentingan proyek ini menjadi keluhan masyarakat, minta kepada pemerintah untuk mencari alternatif lain dengan tanpa merusak jalan yang sudah bagus. "Soalnya sekarang jalan rusak saja suka lama diperbaiki, kok jalan bagus yang digali," tambah Idris pengusaha warung di Jalan Garuda.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono mengakui ada juga laporan dan keluhan masyarakat soal galian itu.

"Ini menjadi atensi kami, dan kami akan panggil kontraktornya, untuk mempertanyakan pekerjaan yang dilakukan saat ini," ungkap Sigit.

Baca Juga:  Giliran Rumbai Barat Gelar MTQ

Kata Sigit lagi, kebanyakan masyarakat menyebutkan jalan galian saluran gas itu mengerikan jika dilintasi malam hari, karena ada yang tidak diberi  tanda. "Kita minta agar kontraktor proyek ini untuk lebih serius mengawasi pelaksanaan ini lapangan," katanya.

Karena sudah banyaknya keluhan masyarakat, maka dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dahulu secara internal di Komisi IV, lalu baru diputuskan kapan akan dipanggil hearing. "Dalam hearing nanti tentu kita panggil PU-nya, dan juga kontraktornya. Juga akan kita pastikan apa tidak ada cara lain selain digali," tutur Sigit.(ade)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari