Minggu, 22 Februari 2026
- Advertisement -

Perhatikan Gizi Anak di Seribu Hari Pertama

PEKANBARU (RIAU POS) — Dokter ahli gizi Puskesmas Simpang Baru dr Leni Mazal menyampaikan kepada orang tua, terkait pentingnya memberi makan buah hati pada seribu hari pertama.

Menurut Leni seribu hari pertama, sudah dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan, hingga berusia dua tahun. Untuk itu, Leni menyarankan kepada para ibu agar mencukupkan gizi dan memberikan komunikasi kepada bayi dalam kandungan.

“Seribu hari pertama dari kita hamil, cukupkan gizi, beri komunilasi kepada bayi yang di dalam. Tidak harus musik, mengaji membaca bisa membuat anak pintar,” kata Leni, Senin (2/9).

Leni menekankan kepada ibu hamil untuk rajin makan meski pun kurang nafsu makan karena mual maupun muntah. “Ibunya nggak boleh malas makan,” tuturnya.

Baca Juga:  Motivasi Ayah yang Sudah Tiada Penyemangat Syahira Ukir Prestasi

Usai melahirkan, Leni menegadkan jika ibu hatus membetikan air susu ibu (ASI) eksklusif. Ibu juga harus memiliki inisiasi menyusui sebagai imunisasi pasif yang diberikan langsung oleh ibu.

“Usia 0-6 bulan wajib ASI eksklusif. Berdosa jika tak diberikan ASI,” ungkap Leni.

Sementara itu, diusia balita 6 bulan hingga dua tahun, balita sudah bisa diberikan makanan tambahan. Leni menuturkan, makanan tambahan pendamping ASI bisa dari mana saja asal memiliki kandungan gizi cukup. Ia juga mengajak orang tua untuk cerdas dalam menentukan makanan demi tumbuh kembang anak.

“Ayo ibu mulai cerdas. Anak bukan tak mau makan, tapi ibu yang menentukan seperti apa. Kalau diberi cukup, pasti tumbuh kembangnya baik,” tutur Leni.(*2)

Baca Juga:  Antusias Bioskop di Pekanbaru Dibuka, Duduk Harus Jaga Jarak

PEKANBARU (RIAU POS) — Dokter ahli gizi Puskesmas Simpang Baru dr Leni Mazal menyampaikan kepada orang tua, terkait pentingnya memberi makan buah hati pada seribu hari pertama.

Menurut Leni seribu hari pertama, sudah dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan, hingga berusia dua tahun. Untuk itu, Leni menyarankan kepada para ibu agar mencukupkan gizi dan memberikan komunikasi kepada bayi dalam kandungan.

“Seribu hari pertama dari kita hamil, cukupkan gizi, beri komunilasi kepada bayi yang di dalam. Tidak harus musik, mengaji membaca bisa membuat anak pintar,” kata Leni, Senin (2/9).

Leni menekankan kepada ibu hamil untuk rajin makan meski pun kurang nafsu makan karena mual maupun muntah. “Ibunya nggak boleh malas makan,” tuturnya.

Baca Juga:  Bapenda Akan Kaji Usulan Penghapusan Denda Pajak

Usai melahirkan, Leni menegadkan jika ibu hatus membetikan air susu ibu (ASI) eksklusif. Ibu juga harus memiliki inisiasi menyusui sebagai imunisasi pasif yang diberikan langsung oleh ibu.

“Usia 0-6 bulan wajib ASI eksklusif. Berdosa jika tak diberikan ASI,” ungkap Leni.

- Advertisement -

Sementara itu, diusia balita 6 bulan hingga dua tahun, balita sudah bisa diberikan makanan tambahan. Leni menuturkan, makanan tambahan pendamping ASI bisa dari mana saja asal memiliki kandungan gizi cukup. Ia juga mengajak orang tua untuk cerdas dalam menentukan makanan demi tumbuh kembang anak.

“Ayo ibu mulai cerdas. Anak bukan tak mau makan, tapi ibu yang menentukan seperti apa. Kalau diberi cukup, pasti tumbuh kembangnya baik,” tutur Leni.(*2)

Baca Juga:  Popnas XVI Akan Pertandingkan 26 Cabor
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAU POS) — Dokter ahli gizi Puskesmas Simpang Baru dr Leni Mazal menyampaikan kepada orang tua, terkait pentingnya memberi makan buah hati pada seribu hari pertama.

Menurut Leni seribu hari pertama, sudah dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan, hingga berusia dua tahun. Untuk itu, Leni menyarankan kepada para ibu agar mencukupkan gizi dan memberikan komunikasi kepada bayi dalam kandungan.

“Seribu hari pertama dari kita hamil, cukupkan gizi, beri komunilasi kepada bayi yang di dalam. Tidak harus musik, mengaji membaca bisa membuat anak pintar,” kata Leni, Senin (2/9).

Leni menekankan kepada ibu hamil untuk rajin makan meski pun kurang nafsu makan karena mual maupun muntah. “Ibunya nggak boleh malas makan,” tuturnya.

Baca Juga:  Hamdani dan Wan Agusti Pimpinan Sementara DPRD Kota Pekanbaru

Usai melahirkan, Leni menegadkan jika ibu hatus membetikan air susu ibu (ASI) eksklusif. Ibu juga harus memiliki inisiasi menyusui sebagai imunisasi pasif yang diberikan langsung oleh ibu.

“Usia 0-6 bulan wajib ASI eksklusif. Berdosa jika tak diberikan ASI,” ungkap Leni.

Sementara itu, diusia balita 6 bulan hingga dua tahun, balita sudah bisa diberikan makanan tambahan. Leni menuturkan, makanan tambahan pendamping ASI bisa dari mana saja asal memiliki kandungan gizi cukup. Ia juga mengajak orang tua untuk cerdas dalam menentukan makanan demi tumbuh kembang anak.

“Ayo ibu mulai cerdas. Anak bukan tak mau makan, tapi ibu yang menentukan seperti apa. Kalau diberi cukup, pasti tumbuh kembangnya baik,” tutur Leni.(*2)

Baca Juga:  Jalur Lambat HR Soebrantas Rusak 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari