Kamis, 3 April 2025
spot_img

Gedung SMPN 43 Retak-Retak

PAYUNG SEKAKI (RIAUPOS.CO) — Kondisi bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 43 Kota Pekanbaru saat memprihatinkan. Bangunan yang baru ditempati 2017 itu terlihat lantai dan teras bangunan  sudah retak dan pecah.

Selain lantai dan teras, terlihat juga bangunan sekolah sudah mulai miring. Diduga faktor penyebab kerusakan ini karena wilayah atau kontur  tanah gambut. Sekolah yang beralamat di Jalan Pemudi, Kelurahan Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki ini memiliki jumlah murid sebanyak 271 orang.

 

Pantauan Riau Pos di lapangan,  Kamis (31/10), anak-anak terlihat melakukan aktivitas normal. Mereka tidak tahu bahwa bahaya sudah mengintainya, karena sewaktu-waktu bangunan sekolah mereka bisa ambruk dikarenakan kondisi yang sudah memprihatinkan.

Wakil Kepala SMPN 43 Kota Pekanbaru Sri Wahyuni mengatakan, bangunan yang rusak itu sudah dilakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru. Ddan ia mengaku pihak dinas sudah pernah mengecek ke lapangan.

Baca Juga:  Peduli Peserta, BP Jamsostek Panam Kunjungi Korban Lakalantas

"Mereka (Disdik, red) sudah pernah datang untuk melihat kondisi itu dan sudah pernah di tindaklanjuti. Tetapi dikarenakan mungkin tempat kita tanahnya gambut, maka teras dan lantai nya kembali seperti itu," kata Sri Wahyuni.

Ia mengaku sangat cemas dengan kondisi bangunan sekolah yang sudah terlihat miring. Ia khawatir atas keselamatan murin dan guru jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, ia sudah melaporkan kejadian itu ke pihak dinas.

"Teras dan lantai sudah pernah diperbaiki dua kali, namun rusak kembali," katanya.

Namun ruangan di dalam kelas tidak terlihat retak atau rusak, hanya di bagian luar saja. Lokasi sekolah terlihat dataran yang rendah, selain itu saat kondisi musim penghujan, halaman kerap di genangan air.

Disdik Segera Opname Bangunan
Terkait bangunan SMPN 43 Pekanbaru yang mengalami retak dan pecah di lantai dan teras bangunan, Dinas Pendididikan (Disdik) Kota Pekanbaru akan segera mengopname bangunan tersebut dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Jaga Kekompakan Pengurus dan Jamaah

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik Kota Pekanbaru Ngadimin. Ia menuturkan, bangunan SMPN 43 Pekanbaru dibangun sejak 2014. Akibat kontur gambut pada kokasi tersebut menyebabkan selasar bangunan turun karena penyusutan tanah.

"Ada penyusutan tanah, tapi struktur banguntan tidak turun," kata Ngadimin, kemarin.

Ngadimin menyampaikan jika sejak dibangun selasar SMPN 43 belum dilakukan perbaikan hingga saat ini.

Kendati demikian, dalam waktu dekat Disdik Pekanbaru akan segera meng-opname bangunan tersebut, agar dapat diusulkan untuk perbaikan pada tahun 2020 mendatang.

"Insya Allah dalam waktu dekat, kami mau opname bangunan tersebut. Jadi dapat diusulkan untuk berbaikan di tahun 2020," tutup Ngadimin.(*4/*2/yls)

PAYUNG SEKAKI (RIAUPOS.CO) — Kondisi bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 43 Kota Pekanbaru saat memprihatinkan. Bangunan yang baru ditempati 2017 itu terlihat lantai dan teras bangunan  sudah retak dan pecah.

Selain lantai dan teras, terlihat juga bangunan sekolah sudah mulai miring. Diduga faktor penyebab kerusakan ini karena wilayah atau kontur  tanah gambut. Sekolah yang beralamat di Jalan Pemudi, Kelurahan Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki ini memiliki jumlah murid sebanyak 271 orang.

 

Pantauan Riau Pos di lapangan,  Kamis (31/10), anak-anak terlihat melakukan aktivitas normal. Mereka tidak tahu bahwa bahaya sudah mengintainya, karena sewaktu-waktu bangunan sekolah mereka bisa ambruk dikarenakan kondisi yang sudah memprihatinkan.

Wakil Kepala SMPN 43 Kota Pekanbaru Sri Wahyuni mengatakan, bangunan yang rusak itu sudah dilakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru. Ddan ia mengaku pihak dinas sudah pernah mengecek ke lapangan.

Baca Juga:  Jaga Kekompakan Pengurus dan Jamaah

"Mereka (Disdik, red) sudah pernah datang untuk melihat kondisi itu dan sudah pernah di tindaklanjuti. Tetapi dikarenakan mungkin tempat kita tanahnya gambut, maka teras dan lantai nya kembali seperti itu," kata Sri Wahyuni.

Ia mengaku sangat cemas dengan kondisi bangunan sekolah yang sudah terlihat miring. Ia khawatir atas keselamatan murin dan guru jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, ia sudah melaporkan kejadian itu ke pihak dinas.

"Teras dan lantai sudah pernah diperbaiki dua kali, namun rusak kembali," katanya.

Namun ruangan di dalam kelas tidak terlihat retak atau rusak, hanya di bagian luar saja. Lokasi sekolah terlihat dataran yang rendah, selain itu saat kondisi musim penghujan, halaman kerap di genangan air.

Disdik Segera Opname Bangunan
Terkait bangunan SMPN 43 Pekanbaru yang mengalami retak dan pecah di lantai dan teras bangunan, Dinas Pendididikan (Disdik) Kota Pekanbaru akan segera mengopname bangunan tersebut dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Polresta Pekanbaru Berikan Penghargaan untuk Kapolsek dan Anggota

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik Kota Pekanbaru Ngadimin. Ia menuturkan, bangunan SMPN 43 Pekanbaru dibangun sejak 2014. Akibat kontur gambut pada kokasi tersebut menyebabkan selasar bangunan turun karena penyusutan tanah.

"Ada penyusutan tanah, tapi struktur banguntan tidak turun," kata Ngadimin, kemarin.

Ngadimin menyampaikan jika sejak dibangun selasar SMPN 43 belum dilakukan perbaikan hingga saat ini.

Kendati demikian, dalam waktu dekat Disdik Pekanbaru akan segera meng-opname bangunan tersebut, agar dapat diusulkan untuk perbaikan pada tahun 2020 mendatang.

"Insya Allah dalam waktu dekat, kami mau opname bangunan tersebut. Jadi dapat diusulkan untuk berbaikan di tahun 2020," tutup Ngadimin.(*4/*2/yls)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Gedung SMPN 43 Retak-Retak

PAYUNG SEKAKI (RIAUPOS.CO) — Kondisi bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 43 Kota Pekanbaru saat memprihatinkan. Bangunan yang baru ditempati 2017 itu terlihat lantai dan teras bangunan  sudah retak dan pecah.

Selain lantai dan teras, terlihat juga bangunan sekolah sudah mulai miring. Diduga faktor penyebab kerusakan ini karena wilayah atau kontur  tanah gambut. Sekolah yang beralamat di Jalan Pemudi, Kelurahan Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki ini memiliki jumlah murid sebanyak 271 orang.

 

Pantauan Riau Pos di lapangan,  Kamis (31/10), anak-anak terlihat melakukan aktivitas normal. Mereka tidak tahu bahwa bahaya sudah mengintainya, karena sewaktu-waktu bangunan sekolah mereka bisa ambruk dikarenakan kondisi yang sudah memprihatinkan.

Wakil Kepala SMPN 43 Kota Pekanbaru Sri Wahyuni mengatakan, bangunan yang rusak itu sudah dilakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru. Ddan ia mengaku pihak dinas sudah pernah mengecek ke lapangan.

Baca Juga:  Mahasiswa Unri Siap Ramaikan Nobar Film Sejarah Riau 

"Mereka (Disdik, red) sudah pernah datang untuk melihat kondisi itu dan sudah pernah di tindaklanjuti. Tetapi dikarenakan mungkin tempat kita tanahnya gambut, maka teras dan lantai nya kembali seperti itu," kata Sri Wahyuni.

Ia mengaku sangat cemas dengan kondisi bangunan sekolah yang sudah terlihat miring. Ia khawatir atas keselamatan murin dan guru jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, ia sudah melaporkan kejadian itu ke pihak dinas.

"Teras dan lantai sudah pernah diperbaiki dua kali, namun rusak kembali," katanya.

Namun ruangan di dalam kelas tidak terlihat retak atau rusak, hanya di bagian luar saja. Lokasi sekolah terlihat dataran yang rendah, selain itu saat kondisi musim penghujan, halaman kerap di genangan air.

Disdik Segera Opname Bangunan
Terkait bangunan SMPN 43 Pekanbaru yang mengalami retak dan pecah di lantai dan teras bangunan, Dinas Pendididikan (Disdik) Kota Pekanbaru akan segera mengopname bangunan tersebut dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Peduli Peserta, BP Jamsostek Panam Kunjungi Korban Lakalantas

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik Kota Pekanbaru Ngadimin. Ia menuturkan, bangunan SMPN 43 Pekanbaru dibangun sejak 2014. Akibat kontur gambut pada kokasi tersebut menyebabkan selasar bangunan turun karena penyusutan tanah.

"Ada penyusutan tanah, tapi struktur banguntan tidak turun," kata Ngadimin, kemarin.

Ngadimin menyampaikan jika sejak dibangun selasar SMPN 43 belum dilakukan perbaikan hingga saat ini.

Kendati demikian, dalam waktu dekat Disdik Pekanbaru akan segera meng-opname bangunan tersebut, agar dapat diusulkan untuk perbaikan pada tahun 2020 mendatang.

"Insya Allah dalam waktu dekat, kami mau opname bangunan tersebut. Jadi dapat diusulkan untuk berbaikan di tahun 2020," tutup Ngadimin.(*4/*2/yls)

PAYUNG SEKAKI (RIAUPOS.CO) — Kondisi bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 43 Kota Pekanbaru saat memprihatinkan. Bangunan yang baru ditempati 2017 itu terlihat lantai dan teras bangunan  sudah retak dan pecah.

Selain lantai dan teras, terlihat juga bangunan sekolah sudah mulai miring. Diduga faktor penyebab kerusakan ini karena wilayah atau kontur  tanah gambut. Sekolah yang beralamat di Jalan Pemudi, Kelurahan Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki ini memiliki jumlah murid sebanyak 271 orang.

 

Pantauan Riau Pos di lapangan,  Kamis (31/10), anak-anak terlihat melakukan aktivitas normal. Mereka tidak tahu bahwa bahaya sudah mengintainya, karena sewaktu-waktu bangunan sekolah mereka bisa ambruk dikarenakan kondisi yang sudah memprihatinkan.

Wakil Kepala SMPN 43 Kota Pekanbaru Sri Wahyuni mengatakan, bangunan yang rusak itu sudah dilakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru. Ddan ia mengaku pihak dinas sudah pernah mengecek ke lapangan.

Baca Juga:  Buruh Angkut Pasar Dupa Gantung Diri di Pohon Tua

"Mereka (Disdik, red) sudah pernah datang untuk melihat kondisi itu dan sudah pernah di tindaklanjuti. Tetapi dikarenakan mungkin tempat kita tanahnya gambut, maka teras dan lantai nya kembali seperti itu," kata Sri Wahyuni.

Ia mengaku sangat cemas dengan kondisi bangunan sekolah yang sudah terlihat miring. Ia khawatir atas keselamatan murin dan guru jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, ia sudah melaporkan kejadian itu ke pihak dinas.

"Teras dan lantai sudah pernah diperbaiki dua kali, namun rusak kembali," katanya.

Namun ruangan di dalam kelas tidak terlihat retak atau rusak, hanya di bagian luar saja. Lokasi sekolah terlihat dataran yang rendah, selain itu saat kondisi musim penghujan, halaman kerap di genangan air.

Disdik Segera Opname Bangunan
Terkait bangunan SMPN 43 Pekanbaru yang mengalami retak dan pecah di lantai dan teras bangunan, Dinas Pendididikan (Disdik) Kota Pekanbaru akan segera mengopname bangunan tersebut dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Libur Lebaran, Puskesmas Buka Khusus Emergency

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik Kota Pekanbaru Ngadimin. Ia menuturkan, bangunan SMPN 43 Pekanbaru dibangun sejak 2014. Akibat kontur gambut pada kokasi tersebut menyebabkan selasar bangunan turun karena penyusutan tanah.

"Ada penyusutan tanah, tapi struktur banguntan tidak turun," kata Ngadimin, kemarin.

Ngadimin menyampaikan jika sejak dibangun selasar SMPN 43 belum dilakukan perbaikan hingga saat ini.

Kendati demikian, dalam waktu dekat Disdik Pekanbaru akan segera meng-opname bangunan tersebut, agar dapat diusulkan untuk perbaikan pada tahun 2020 mendatang.

"Insya Allah dalam waktu dekat, kami mau opname bangunan tersebut. Jadi dapat diusulkan untuk berbaikan di tahun 2020," tutup Ngadimin.(*4/*2/yls)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari