Senin, 9 Maret 2026
- Advertisement -

Tim Peneliti Unri Bantu Tingkatkan Hasil Ikan Nelayan Dumai

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Seiring dengan kemajuan industri di Kota Dumai dan semakin banyak penduduk Kota Dumai, maka kebutuhan akan pangan semakin tinggi juga, demikian juga dengan kebutuhan ikan laut.

Dari 440 nelayan yang tercatat 240 orang, kebutuhan hasil tangkapan nelayan Dumai belumlah belum bisa mencukupi kebutuhan warga Dumai sehingga hasil ikan dari daerah lain juga banyak masuk di TPI Dumai.

Menurut Ketua Peneliti Unri Prof Dr Feliatra DEA, penelitian desertasi atas nama Ulva Rizki Pradini dengan judul ‘’Strategi Pengelolahan Perikanan Tangkap Skala Kecil Berkelanjutan di Kota Dumai, Provinsi Riau’’ yang merupakan salah satu penelitian Unri yang didanai DRTPM Kemendikbud Dikti dalam skema desertasi, untuk memperoleh data yang akurat maka diadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan perwakilan nelayan.

Baca Juga:  Rasidah Alfedri Terharu, Bazar Siak Sangat Diminati

Nelayan berharap limbah industri yang mengurangi kesuburan laut berpengaruh terhadap jumlah ikan, sehingga di laut yang dekat tidak bisa dijadikan lagi tempat penangkapan ikan, karena sudah berkurang. Nelayan meminta agar pembuangan limbah sesuai dengan amdal yang diperoleh oleh perusahaan tersebut.

‘’Tidak hanya itu, nelayan juga meminta agar Pemko Dumai membantu kapal penangkapan ikan,’’ ujar Feliatra, Kamis (1/8).

Pada FGD ini dihadiri Kabid Kenelayanan Dinas Perikanan Dumai Surya SPi, Maizul SPi (Jafung Penyuluh) Muhammad Salahudin SPi (penyuh KKP) beserta 5 orang penyuluh perikanan Kota Dumai dan kelompok nelayan Sampan Dayung, Tuna 3, Kuda Laut, Hiu serta peneliti Unri Prof Dr Feliatra DEA, Dr Hazmi Arif dan Ulva Rizki Pradini SPi MSi (mahasiswa Program Doktor Ilmu Kelautan).(ali/c)

Baca Juga:  Targetkan Juara Pawai Taaruf MTQ

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Seiring dengan kemajuan industri di Kota Dumai dan semakin banyak penduduk Kota Dumai, maka kebutuhan akan pangan semakin tinggi juga, demikian juga dengan kebutuhan ikan laut.

Dari 440 nelayan yang tercatat 240 orang, kebutuhan hasil tangkapan nelayan Dumai belumlah belum bisa mencukupi kebutuhan warga Dumai sehingga hasil ikan dari daerah lain juga banyak masuk di TPI Dumai.

Menurut Ketua Peneliti Unri Prof Dr Feliatra DEA, penelitian desertasi atas nama Ulva Rizki Pradini dengan judul ‘’Strategi Pengelolahan Perikanan Tangkap Skala Kecil Berkelanjutan di Kota Dumai, Provinsi Riau’’ yang merupakan salah satu penelitian Unri yang didanai DRTPM Kemendikbud Dikti dalam skema desertasi, untuk memperoleh data yang akurat maka diadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan perwakilan nelayan.

Baca Juga:  Polres Dumai Berikan Edukasi kepada Warga

Nelayan berharap limbah industri yang mengurangi kesuburan laut berpengaruh terhadap jumlah ikan, sehingga di laut yang dekat tidak bisa dijadikan lagi tempat penangkapan ikan, karena sudah berkurang. Nelayan meminta agar pembuangan limbah sesuai dengan amdal yang diperoleh oleh perusahaan tersebut.

‘’Tidak hanya itu, nelayan juga meminta agar Pemko Dumai membantu kapal penangkapan ikan,’’ ujar Feliatra, Kamis (1/8).

- Advertisement -

Pada FGD ini dihadiri Kabid Kenelayanan Dinas Perikanan Dumai Surya SPi, Maizul SPi (Jafung Penyuluh) Muhammad Salahudin SPi (penyuh KKP) beserta 5 orang penyuluh perikanan Kota Dumai dan kelompok nelayan Sampan Dayung, Tuna 3, Kuda Laut, Hiu serta peneliti Unri Prof Dr Feliatra DEA, Dr Hazmi Arif dan Ulva Rizki Pradini SPi MSi (mahasiswa Program Doktor Ilmu Kelautan).(ali/c)

Baca Juga:  DPRD Dumai Gelar Sidang Paripurna
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Seiring dengan kemajuan industri di Kota Dumai dan semakin banyak penduduk Kota Dumai, maka kebutuhan akan pangan semakin tinggi juga, demikian juga dengan kebutuhan ikan laut.

Dari 440 nelayan yang tercatat 240 orang, kebutuhan hasil tangkapan nelayan Dumai belumlah belum bisa mencukupi kebutuhan warga Dumai sehingga hasil ikan dari daerah lain juga banyak masuk di TPI Dumai.

Menurut Ketua Peneliti Unri Prof Dr Feliatra DEA, penelitian desertasi atas nama Ulva Rizki Pradini dengan judul ‘’Strategi Pengelolahan Perikanan Tangkap Skala Kecil Berkelanjutan di Kota Dumai, Provinsi Riau’’ yang merupakan salah satu penelitian Unri yang didanai DRTPM Kemendikbud Dikti dalam skema desertasi, untuk memperoleh data yang akurat maka diadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan perwakilan nelayan.

Baca Juga:  Harga Sembako Cenderung Bertahan

Nelayan berharap limbah industri yang mengurangi kesuburan laut berpengaruh terhadap jumlah ikan, sehingga di laut yang dekat tidak bisa dijadikan lagi tempat penangkapan ikan, karena sudah berkurang. Nelayan meminta agar pembuangan limbah sesuai dengan amdal yang diperoleh oleh perusahaan tersebut.

‘’Tidak hanya itu, nelayan juga meminta agar Pemko Dumai membantu kapal penangkapan ikan,’’ ujar Feliatra, Kamis (1/8).

Pada FGD ini dihadiri Kabid Kenelayanan Dinas Perikanan Dumai Surya SPi, Maizul SPi (Jafung Penyuluh) Muhammad Salahudin SPi (penyuh KKP) beserta 5 orang penyuluh perikanan Kota Dumai dan kelompok nelayan Sampan Dayung, Tuna 3, Kuda Laut, Hiu serta peneliti Unri Prof Dr Feliatra DEA, Dr Hazmi Arif dan Ulva Rizki Pradini SPi MSi (mahasiswa Program Doktor Ilmu Kelautan).(ali/c)

Baca Juga:  Pemko Dumai Bangun Lapangan Mini Soccer Bertaraf Nasional

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari