Senin, 9 Februari 2026
- Advertisement -

Triwulan II 2021, Pertumbuhan Kredit Bank BJB Capai 6,8 Persen

BANDUNG (RIAUPOS.CO) – Meski masih berada dalam situasi pandemi Covid-19, Bank BJB  berhasil mencatatkan pertumbuhan sektor kredit dengan baik pada Triwulan II 2021. Hingga pertengahan 2021, total kredit secara bank only yang berhasil disalurkan oleh Bank BJB  tumbuh hingga 6,8 persen year on year menjadi Rp91,2 trilliun.

"Pertumbuhan tersebut berada di atas industri perbankan nasional yang tercatat masih minus 1,23 persen," ungkap Direktur Utama Bank BJB  Yuddy Renaldi dalam rilis ke Riaupos.co, Jumat (30/7/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun perusahaan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh kredit konsumer yang juga tumbuh sebesar 4,2 persen year on year menjadi Rp60,8 trilliun. Selain itu, kredit segmen komersial pun tumbuh hingga 18,8 persen menjadi Rp17,3 trilliun.

Baca Juga:  Produksi dan Pemasokan Mobil Honda Tidak Terpengaruh Wabah Corona

Meski demkian, kredit segmen UMKM dalam triwulan ini tercatat mengalami minus 3,8 persen persen year on year. Dari Rp6 triliun di periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp5,8 trilliun di periode ini. 

"Tingkat pertumbuhan kredit sektor UMKM melandai karena terdampaknya sektor lembaga keuangan di masa pandemi Covid-19. Sehingga, ekspansi penyaluran UMKM melalui pola channelling dengan BPR belum dapat dilakukan secara optimal," ungkap Yuddy.

Namun, KPR tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 12,5 persen year on year menjadi Rp7,2 trilliun Hal tersebut terjadi seiring dengan permintaan dan penjualan properti yang mulai pulih perlahan. 

Selain itu salah satu faktor yang memicu kenaikan KPR adalah penyaluran FLPP dari Januari sampai dengan triwulan ke-2 2021 yang mencapai Rp449 miliar dengan jumlah penyaluran sebanyak 4.449 debitur, di mana pada 2021, Bank BJB  menargetkan penyaluran pembiayaan KPR FLPP untuk sekitar 5.700.

Baca Juga:  New MG ZS dan MG 4 EV Segera Rilis di Indonesia

"Dengan mempertimbangkan perkembangan permintaan kredit baik konsumsi masyarakat maupun kebutuhan modal usaha serta risiko yang mungkin dihadapi, sampai dengan akhir 2021 ini kami memproyeksikan pertumbuhan kredit pada level 7-8 persen," ungkap Yuddy.(rls)

Laporan: Denni Andrian

Editor: Eka G Putra

BANDUNG (RIAUPOS.CO) – Meski masih berada dalam situasi pandemi Covid-19, Bank BJB  berhasil mencatatkan pertumbuhan sektor kredit dengan baik pada Triwulan II 2021. Hingga pertengahan 2021, total kredit secara bank only yang berhasil disalurkan oleh Bank BJB  tumbuh hingga 6,8 persen year on year menjadi Rp91,2 trilliun.

"Pertumbuhan tersebut berada di atas industri perbankan nasional yang tercatat masih minus 1,23 persen," ungkap Direktur Utama Bank BJB  Yuddy Renaldi dalam rilis ke Riaupos.co, Jumat (30/7/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun perusahaan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh kredit konsumer yang juga tumbuh sebesar 4,2 persen year on year menjadi Rp60,8 trilliun. Selain itu, kredit segmen komersial pun tumbuh hingga 18,8 persen menjadi Rp17,3 trilliun.

Baca Juga:  Mitsubishi Xpander Rockford Fosgate Tampil Beda

Meski demkian, kredit segmen UMKM dalam triwulan ini tercatat mengalami minus 3,8 persen persen year on year. Dari Rp6 triliun di periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp5,8 trilliun di periode ini. 

"Tingkat pertumbuhan kredit sektor UMKM melandai karena terdampaknya sektor lembaga keuangan di masa pandemi Covid-19. Sehingga, ekspansi penyaluran UMKM melalui pola channelling dengan BPR belum dapat dilakukan secara optimal," ungkap Yuddy.

- Advertisement -

Namun, KPR tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 12,5 persen year on year menjadi Rp7,2 trilliun Hal tersebut terjadi seiring dengan permintaan dan penjualan properti yang mulai pulih perlahan. 

Selain itu salah satu faktor yang memicu kenaikan KPR adalah penyaluran FLPP dari Januari sampai dengan triwulan ke-2 2021 yang mencapai Rp449 miliar dengan jumlah penyaluran sebanyak 4.449 debitur, di mana pada 2021, Bank BJB  menargetkan penyaluran pembiayaan KPR FLPP untuk sekitar 5.700.

- Advertisement -
Baca Juga:  Andi Rachman Dorong Asosiasi Tranportasi Negosiasi Ulang dengan Industri

"Dengan mempertimbangkan perkembangan permintaan kredit baik konsumsi masyarakat maupun kebutuhan modal usaha serta risiko yang mungkin dihadapi, sampai dengan akhir 2021 ini kami memproyeksikan pertumbuhan kredit pada level 7-8 persen," ungkap Yuddy.(rls)

Laporan: Denni Andrian

Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BANDUNG (RIAUPOS.CO) – Meski masih berada dalam situasi pandemi Covid-19, Bank BJB  berhasil mencatatkan pertumbuhan sektor kredit dengan baik pada Triwulan II 2021. Hingga pertengahan 2021, total kredit secara bank only yang berhasil disalurkan oleh Bank BJB  tumbuh hingga 6,8 persen year on year menjadi Rp91,2 trilliun.

"Pertumbuhan tersebut berada di atas industri perbankan nasional yang tercatat masih minus 1,23 persen," ungkap Direktur Utama Bank BJB  Yuddy Renaldi dalam rilis ke Riaupos.co, Jumat (30/7/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun perusahaan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh kredit konsumer yang juga tumbuh sebesar 4,2 persen year on year menjadi Rp60,8 trilliun. Selain itu, kredit segmen komersial pun tumbuh hingga 18,8 persen menjadi Rp17,3 trilliun.

Baca Juga:  PUPR Mudahkan Masyarakat Beli Rumah, Aturannya Bakal Tuntas Awal 2020

Meski demkian, kredit segmen UMKM dalam triwulan ini tercatat mengalami minus 3,8 persen persen year on year. Dari Rp6 triliun di periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp5,8 trilliun di periode ini. 

"Tingkat pertumbuhan kredit sektor UMKM melandai karena terdampaknya sektor lembaga keuangan di masa pandemi Covid-19. Sehingga, ekspansi penyaluran UMKM melalui pola channelling dengan BPR belum dapat dilakukan secara optimal," ungkap Yuddy.

Namun, KPR tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 12,5 persen year on year menjadi Rp7,2 trilliun Hal tersebut terjadi seiring dengan permintaan dan penjualan properti yang mulai pulih perlahan. 

Selain itu salah satu faktor yang memicu kenaikan KPR adalah penyaluran FLPP dari Januari sampai dengan triwulan ke-2 2021 yang mencapai Rp449 miliar dengan jumlah penyaluran sebanyak 4.449 debitur, di mana pada 2021, Bank BJB  menargetkan penyaluran pembiayaan KPR FLPP untuk sekitar 5.700.

Baca Juga:  TBS Pekan Ini Naik Lagi Jadi Rp2.646 per Kg

"Dengan mempertimbangkan perkembangan permintaan kredit baik konsumsi masyarakat maupun kebutuhan modal usaha serta risiko yang mungkin dihadapi, sampai dengan akhir 2021 ini kami memproyeksikan pertumbuhan kredit pada level 7-8 persen," ungkap Yuddy.(rls)

Laporan: Denni Andrian

Editor: Eka G Putra

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari