Sabtu, 14 Februari 2026
- Advertisement -

Jumlah Penumpang Garuda Anjlok 20,6 Persen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pada kuartal-III 2019, maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mengalami penurunan jumlah penumpang. Mahalnya harga tiket karena penyesuaian Tarif Batas Atas (TBA) menjadi biang kerok penurunan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Fuad Rizal menyebut, jumlah penumpang Garuda anjlok sebesar 2,1 juta secara tahunan menjadi sekitar 8,2 juta dari sebelumnya yang sebesar 10,3 juta penumpang.

"Kami menyesuaikan harga ke level Tarif Batas Atas (TBA). Jadi turun 20,6 persen," ujarnya di kawasan Bandara Soekarno – Hatta Jakarta, Jumat (27/12).

Fuad mengungkapkan, penurunan hampir terjadi di seluruh sektor rute domestik maupun internasional. Penumpang rute domestik turun 1 juta menumpang menjadi 4 juta dari tahun lalu yang sebanyak 5 juta penumpang.

Baca Juga:  Giliran Yamaha yang Akan Jegal Kawasaki ZX-25R

Sedangkan rute internasional, turun 100 ribu penumpang, dari 1,1 juta menjadi 1 juta penumpang. Selain itu, jumlah penumpang anak usaha di Citilink ikut turun dari 4,2 juta menjadi 3,1 juta.

"Walau turun kami masih ada pendapatan lebih baik dibanding periode sebelumnya," ucapnya.

Meskipun demikian, pendapatan Garuda tetap tumbuh karena upaya efisiensi yang dilakukan oleh perseroan. Di antaranya, keuntungan didapat dari pengurangan beberapa rute penerbangan dari sebelumnya 10 rute dipadatkan menjadi tujuh rute.

"Garuda Indonesia mencatatkan pendapatan dari penumpang sebesar USD 8,3 juta, dari USD 6,7 juta. Lalu Citilink sebesar USD 7,7 juta, dari periode yang sama tahun lalu, USD 5,2 juta," pungkasnya.
 

Baca Juga:  Wajik Tapai Melayu Bersiap Tembus Pasar Ekspor

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pada kuartal-III 2019, maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mengalami penurunan jumlah penumpang. Mahalnya harga tiket karena penyesuaian Tarif Batas Atas (TBA) menjadi biang kerok penurunan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Fuad Rizal menyebut, jumlah penumpang Garuda anjlok sebesar 2,1 juta secara tahunan menjadi sekitar 8,2 juta dari sebelumnya yang sebesar 10,3 juta penumpang.

"Kami menyesuaikan harga ke level Tarif Batas Atas (TBA). Jadi turun 20,6 persen," ujarnya di kawasan Bandara Soekarno – Hatta Jakarta, Jumat (27/12).

Fuad mengungkapkan, penurunan hampir terjadi di seluruh sektor rute domestik maupun internasional. Penumpang rute domestik turun 1 juta menumpang menjadi 4 juta dari tahun lalu yang sebanyak 5 juta penumpang.

Baca Juga:  Telkomsel Salurkan 906 Ekor Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Sedangkan rute internasional, turun 100 ribu penumpang, dari 1,1 juta menjadi 1 juta penumpang. Selain itu, jumlah penumpang anak usaha di Citilink ikut turun dari 4,2 juta menjadi 3,1 juta.

- Advertisement -

"Walau turun kami masih ada pendapatan lebih baik dibanding periode sebelumnya," ucapnya.

Meskipun demikian, pendapatan Garuda tetap tumbuh karena upaya efisiensi yang dilakukan oleh perseroan. Di antaranya, keuntungan didapat dari pengurangan beberapa rute penerbangan dari sebelumnya 10 rute dipadatkan menjadi tujuh rute.

- Advertisement -

"Garuda Indonesia mencatatkan pendapatan dari penumpang sebesar USD 8,3 juta, dari USD 6,7 juta. Lalu Citilink sebesar USD 7,7 juta, dari periode yang sama tahun lalu, USD 5,2 juta," pungkasnya.
 

Baca Juga:  Wajik Tapai Melayu Bersiap Tembus Pasar Ekspor
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pada kuartal-III 2019, maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mengalami penurunan jumlah penumpang. Mahalnya harga tiket karena penyesuaian Tarif Batas Atas (TBA) menjadi biang kerok penurunan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Fuad Rizal menyebut, jumlah penumpang Garuda anjlok sebesar 2,1 juta secara tahunan menjadi sekitar 8,2 juta dari sebelumnya yang sebesar 10,3 juta penumpang.

"Kami menyesuaikan harga ke level Tarif Batas Atas (TBA). Jadi turun 20,6 persen," ujarnya di kawasan Bandara Soekarno – Hatta Jakarta, Jumat (27/12).

Fuad mengungkapkan, penurunan hampir terjadi di seluruh sektor rute domestik maupun internasional. Penumpang rute domestik turun 1 juta menumpang menjadi 4 juta dari tahun lalu yang sebanyak 5 juta penumpang.

Baca Juga:  Fitur Sekolah Pintar Bantu Orangtua

Sedangkan rute internasional, turun 100 ribu penumpang, dari 1,1 juta menjadi 1 juta penumpang. Selain itu, jumlah penumpang anak usaha di Citilink ikut turun dari 4,2 juta menjadi 3,1 juta.

"Walau turun kami masih ada pendapatan lebih baik dibanding periode sebelumnya," ucapnya.

Meskipun demikian, pendapatan Garuda tetap tumbuh karena upaya efisiensi yang dilakukan oleh perseroan. Di antaranya, keuntungan didapat dari pengurangan beberapa rute penerbangan dari sebelumnya 10 rute dipadatkan menjadi tujuh rute.

"Garuda Indonesia mencatatkan pendapatan dari penumpang sebesar USD 8,3 juta, dari USD 6,7 juta. Lalu Citilink sebesar USD 7,7 juta, dari periode yang sama tahun lalu, USD 5,2 juta," pungkasnya.
 

Baca Juga:  Honda CB150X Eksplore Wisata Pedalaman Kampar

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari