Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Pemerintah Nego Pinjaman 250 Juta Dolar AS ke Bank Pembangunan Islam

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan Bank Pembangunan Islam (IsDB) siap memberikan dana darurat untuk mengatasi dampak pandemi virus korona Covid-19. Dukungan yang disiapkan berkisar USD 200-250 juta.

“Dana darurat Covid-19 dari IsDB dalam proses negosiasi berkisar antara USD 200-250 juta,” kata Sri Mulyani dilansir dari Antara, Senin (27/4).

Sri Mulyani mengatakan hal tersebut menjadi salah satu hasil pembicaraan virtual dengan Presiden IsDB Bandar Hajjar. Pemerintah Indonesia menyampaikan langkah penyelamatan dalam bidang kesehatan, bantuan sosial, maupun insentif dunia usaha.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani memastikan IsDB akan memberikan dukungan bersama dengan lembaga multilateral lain seperti Bank Dunia dan Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) untuk mengatasi Covid-19. “IsDB meluncurkan program 3 R (Response, Restore, Restart),” kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Baca Juga:  Teknologi Baru Nissan Cegah Orang Tua Tinggalkan Anak di Mobil

Sebelumnya pemerintah memastikan akan mengandalkan pinjaman dari lembaga multilateral untuk mendukung pembiayaan berbagai program stimulus. Namun pembiayaan dari lembaga multilateral ini bukan merupakan langkah mendesak yang akan dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19.

Langkah yang paling utama dilakukan pemerintah adalah melakukan sejumlah realokasi atau refocusing belanja APBN yang tidak mendesak. Selain itu pemerintah juga akan mengandalkan pembiayaan penerbitan surat utang.

Sumber: JawaPos.com

Editor: Deslina

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan Bank Pembangunan Islam (IsDB) siap memberikan dana darurat untuk mengatasi dampak pandemi virus korona Covid-19. Dukungan yang disiapkan berkisar USD 200-250 juta.

“Dana darurat Covid-19 dari IsDB dalam proses negosiasi berkisar antara USD 200-250 juta,” kata Sri Mulyani dilansir dari Antara, Senin (27/4).

Sri Mulyani mengatakan hal tersebut menjadi salah satu hasil pembicaraan virtual dengan Presiden IsDB Bandar Hajjar. Pemerintah Indonesia menyampaikan langkah penyelamatan dalam bidang kesehatan, bantuan sosial, maupun insentif dunia usaha.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani memastikan IsDB akan memberikan dukungan bersama dengan lembaga multilateral lain seperti Bank Dunia dan Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) untuk mengatasi Covid-19. “IsDB meluncurkan program 3 R (Response, Restore, Restart),” kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Baca Juga:  Plotting Investasi Project Riau Menyapa Dunia

Sebelumnya pemerintah memastikan akan mengandalkan pinjaman dari lembaga multilateral untuk mendukung pembiayaan berbagai program stimulus. Namun pembiayaan dari lembaga multilateral ini bukan merupakan langkah mendesak yang akan dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19.

Langkah yang paling utama dilakukan pemerintah adalah melakukan sejumlah realokasi atau refocusing belanja APBN yang tidak mendesak. Selain itu pemerintah juga akan mengandalkan pembiayaan penerbitan surat utang.

Sumber: JawaPos.com

Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Pemerintah Nego Pinjaman 250 Juta Dolar AS ke Bank Pembangunan Islam

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan Bank Pembangunan Islam (IsDB) siap memberikan dana darurat untuk mengatasi dampak pandemi virus korona Covid-19. Dukungan yang disiapkan berkisar USD 200-250 juta.

“Dana darurat Covid-19 dari IsDB dalam proses negosiasi berkisar antara USD 200-250 juta,” kata Sri Mulyani dilansir dari Antara, Senin (27/4).

Sri Mulyani mengatakan hal tersebut menjadi salah satu hasil pembicaraan virtual dengan Presiden IsDB Bandar Hajjar. Pemerintah Indonesia menyampaikan langkah penyelamatan dalam bidang kesehatan, bantuan sosial, maupun insentif dunia usaha.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani memastikan IsDB akan memberikan dukungan bersama dengan lembaga multilateral lain seperti Bank Dunia dan Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) untuk mengatasi Covid-19. “IsDB meluncurkan program 3 R (Response, Restore, Restart),” kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Baca Juga:  Bank Jual Dolar Sudah Tembus Rp16.000

Sebelumnya pemerintah memastikan akan mengandalkan pinjaman dari lembaga multilateral untuk mendukung pembiayaan berbagai program stimulus. Namun pembiayaan dari lembaga multilateral ini bukan merupakan langkah mendesak yang akan dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19.

Langkah yang paling utama dilakukan pemerintah adalah melakukan sejumlah realokasi atau refocusing belanja APBN yang tidak mendesak. Selain itu pemerintah juga akan mengandalkan pembiayaan penerbitan surat utang.

Sumber: JawaPos.com

Editor: Deslina

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan Bank Pembangunan Islam (IsDB) siap memberikan dana darurat untuk mengatasi dampak pandemi virus korona Covid-19. Dukungan yang disiapkan berkisar USD 200-250 juta.

“Dana darurat Covid-19 dari IsDB dalam proses negosiasi berkisar antara USD 200-250 juta,” kata Sri Mulyani dilansir dari Antara, Senin (27/4).

Sri Mulyani mengatakan hal tersebut menjadi salah satu hasil pembicaraan virtual dengan Presiden IsDB Bandar Hajjar. Pemerintah Indonesia menyampaikan langkah penyelamatan dalam bidang kesehatan, bantuan sosial, maupun insentif dunia usaha.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani memastikan IsDB akan memberikan dukungan bersama dengan lembaga multilateral lain seperti Bank Dunia dan Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) untuk mengatasi Covid-19. “IsDB meluncurkan program 3 R (Response, Restore, Restart),” kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Baca Juga:  Pegawai Perbankan Berbaur di Color Fun Walk BMPD Riau

Sebelumnya pemerintah memastikan akan mengandalkan pinjaman dari lembaga multilateral untuk mendukung pembiayaan berbagai program stimulus. Namun pembiayaan dari lembaga multilateral ini bukan merupakan langkah mendesak yang akan dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19.

Langkah yang paling utama dilakukan pemerintah adalah melakukan sejumlah realokasi atau refocusing belanja APBN yang tidak mendesak. Selain itu pemerintah juga akan mengandalkan pembiayaan penerbitan surat utang.

Sumber: JawaPos.com

Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari