Minggu, 6 April 2025
spot_img

Dicari: 100 Ribu Pekerja Tangani Kemiskinan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyiapkan sejumlah langkah untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem dan memperluas kesempatan kerja. Salah satunya melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) pemula dengan target 100 ribu orang dan TKM lanjutan untuk 1.800 orang.

Selain itu, Ida pun mengungkap akan ada program Desmigratif (Desa Migran Produktif) dalam membangun usaha mandiri produktif. Ia menyebut program Desmigratif melibatkan peran aktif pemerintah desa dengan target 150 desa.

Langkah tersebut ditempuh dengan upaya mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, serta mendorong peningkatan pendapatan.

"Sehingga Desmigratif tidak hanya membantu masyarakat desa yang ingin bekerja ke luar negeri, namun juga dapat memperoleh pelayanan informasi usaha produktif melalui peran pemerintah desa," ucap Ida dalam keterangan resmi, Rabu (25/8/2021).

Baca Juga:  Mitsubishi Motors Perkenalkan New Pajero Sport ke Publik Pekanbaru

Menurut dia, saat ini tingkat kemiskinan cenderung naik di daerah pedesaan, sedangkan tingkat pengangguran lebih tinggi di perkotaan. Hal ini mengindikasikan rendahnya pendapatan pekerja di pedesaan yang belum mampu memenuhi kebutuhan.

"Ini mengindikasikan penduduk di pedesaan itu bekerja pada sektor pertanian informal," imbuh Ida.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kalau tingkat pengangguran dan kemiskinan di perkotaan tahun ini menurut kelompok umur didominasi usia 15 tahun-19 tahun, yakni 23,75 persen. Sedangkan tingkat pengangguran perkotaan menurut tingkat pendidikan ada pada jenjang SMK sebesar 10,3 persen.

Pada 2021 ini, Ida menyatakan pihaknya juga membuka akses peningkatan pendapatan masyarakat melalui peningkatan skill, layanan pasar kerja, dan jaring pengaman sosial ketenagakerjaan melalui pelatihan vokasi dengan target 119.729 orang.

Baca Juga:  Sambut Pemilu 2024, PLN Nusantara Power Operasi Siaga Siaga

"Selain itu kami juga membuka akses pelayanan pasar kerja dengan target 2,2 juta orang," ujarnya.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyiapkan sejumlah langkah untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem dan memperluas kesempatan kerja. Salah satunya melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) pemula dengan target 100 ribu orang dan TKM lanjutan untuk 1.800 orang.

Selain itu, Ida pun mengungkap akan ada program Desmigratif (Desa Migran Produktif) dalam membangun usaha mandiri produktif. Ia menyebut program Desmigratif melibatkan peran aktif pemerintah desa dengan target 150 desa.

Langkah tersebut ditempuh dengan upaya mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, serta mendorong peningkatan pendapatan.

"Sehingga Desmigratif tidak hanya membantu masyarakat desa yang ingin bekerja ke luar negeri, namun juga dapat memperoleh pelayanan informasi usaha produktif melalui peran pemerintah desa," ucap Ida dalam keterangan resmi, Rabu (25/8/2021).

Baca Juga:  Humas Harus Jadi Agen Perubahan dan Membantu Indonesia Terus Tumbuh

Menurut dia, saat ini tingkat kemiskinan cenderung naik di daerah pedesaan, sedangkan tingkat pengangguran lebih tinggi di perkotaan. Hal ini mengindikasikan rendahnya pendapatan pekerja di pedesaan yang belum mampu memenuhi kebutuhan.

"Ini mengindikasikan penduduk di pedesaan itu bekerja pada sektor pertanian informal," imbuh Ida.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kalau tingkat pengangguran dan kemiskinan di perkotaan tahun ini menurut kelompok umur didominasi usia 15 tahun-19 tahun, yakni 23,75 persen. Sedangkan tingkat pengangguran perkotaan menurut tingkat pendidikan ada pada jenjang SMK sebesar 10,3 persen.

Pada 2021 ini, Ida menyatakan pihaknya juga membuka akses peningkatan pendapatan masyarakat melalui peningkatan skill, layanan pasar kerja, dan jaring pengaman sosial ketenagakerjaan melalui pelatihan vokasi dengan target 119.729 orang.

Baca Juga:  Ingin Cat Awet, Coating Mobil Kesayangan

"Selain itu kami juga membuka akses pelayanan pasar kerja dengan target 2,2 juta orang," ujarnya.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Dicari: 100 Ribu Pekerja Tangani Kemiskinan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyiapkan sejumlah langkah untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem dan memperluas kesempatan kerja. Salah satunya melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) pemula dengan target 100 ribu orang dan TKM lanjutan untuk 1.800 orang.

Selain itu, Ida pun mengungkap akan ada program Desmigratif (Desa Migran Produktif) dalam membangun usaha mandiri produktif. Ia menyebut program Desmigratif melibatkan peran aktif pemerintah desa dengan target 150 desa.

Langkah tersebut ditempuh dengan upaya mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, serta mendorong peningkatan pendapatan.

"Sehingga Desmigratif tidak hanya membantu masyarakat desa yang ingin bekerja ke luar negeri, namun juga dapat memperoleh pelayanan informasi usaha produktif melalui peran pemerintah desa," ucap Ida dalam keterangan resmi, Rabu (25/8/2021).

Baca Juga:  Humas Harus Jadi Agen Perubahan dan Membantu Indonesia Terus Tumbuh

Menurut dia, saat ini tingkat kemiskinan cenderung naik di daerah pedesaan, sedangkan tingkat pengangguran lebih tinggi di perkotaan. Hal ini mengindikasikan rendahnya pendapatan pekerja di pedesaan yang belum mampu memenuhi kebutuhan.

"Ini mengindikasikan penduduk di pedesaan itu bekerja pada sektor pertanian informal," imbuh Ida.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kalau tingkat pengangguran dan kemiskinan di perkotaan tahun ini menurut kelompok umur didominasi usia 15 tahun-19 tahun, yakni 23,75 persen. Sedangkan tingkat pengangguran perkotaan menurut tingkat pendidikan ada pada jenjang SMK sebesar 10,3 persen.

Pada 2021 ini, Ida menyatakan pihaknya juga membuka akses peningkatan pendapatan masyarakat melalui peningkatan skill, layanan pasar kerja, dan jaring pengaman sosial ketenagakerjaan melalui pelatihan vokasi dengan target 119.729 orang.

Baca Juga:  Sambut Pemilu 2024, PLN Nusantara Power Operasi Siaga Siaga

"Selain itu kami juga membuka akses pelayanan pasar kerja dengan target 2,2 juta orang," ujarnya.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyiapkan sejumlah langkah untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem dan memperluas kesempatan kerja. Salah satunya melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) pemula dengan target 100 ribu orang dan TKM lanjutan untuk 1.800 orang.

Selain itu, Ida pun mengungkap akan ada program Desmigratif (Desa Migran Produktif) dalam membangun usaha mandiri produktif. Ia menyebut program Desmigratif melibatkan peran aktif pemerintah desa dengan target 150 desa.

Langkah tersebut ditempuh dengan upaya mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, serta mendorong peningkatan pendapatan.

"Sehingga Desmigratif tidak hanya membantu masyarakat desa yang ingin bekerja ke luar negeri, namun juga dapat memperoleh pelayanan informasi usaha produktif melalui peran pemerintah desa," ucap Ida dalam keterangan resmi, Rabu (25/8/2021).

Baca Juga:  Upayakan Musdalub untuk Kepengurusan DPD Asita Riau

Menurut dia, saat ini tingkat kemiskinan cenderung naik di daerah pedesaan, sedangkan tingkat pengangguran lebih tinggi di perkotaan. Hal ini mengindikasikan rendahnya pendapatan pekerja di pedesaan yang belum mampu memenuhi kebutuhan.

"Ini mengindikasikan penduduk di pedesaan itu bekerja pada sektor pertanian informal," imbuh Ida.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kalau tingkat pengangguran dan kemiskinan di perkotaan tahun ini menurut kelompok umur didominasi usia 15 tahun-19 tahun, yakni 23,75 persen. Sedangkan tingkat pengangguran perkotaan menurut tingkat pendidikan ada pada jenjang SMK sebesar 10,3 persen.

Pada 2021 ini, Ida menyatakan pihaknya juga membuka akses peningkatan pendapatan masyarakat melalui peningkatan skill, layanan pasar kerja, dan jaring pengaman sosial ketenagakerjaan melalui pelatihan vokasi dengan target 119.729 orang.

Baca Juga:  Market Industri Otomotif Melambat

"Selain itu kami juga membuka akses pelayanan pasar kerja dengan target 2,2 juta orang," ujarnya.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari