Senin, 26 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Atasi Lambatnya Bongkar Muat, IPC TPK Fokus Digitalisasi Layanan Pelabuhan

RIAUPOS.CO – Digitalisasi layanan di pelabuhan dinilai mampu menjawab persoalan lambatnya pelayanan bongkar muat barang yang selama ini terjadi di sejumlah pelabuhan besar, termasuk Jakarta. Kondisi tersebut mendorong IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan kepastian layanan kepelabuhanan pada 2026.

Direktur Utama IPC Terminal Petikemas, Guna Mulyana, mengatakan penguatan operasional dan layanan menjadi fokus utama perusahaan pada 2026 agar mampu memberikan manfaat optimal bagi pengguna jasa, masyarakat, dan pemegang saham.

“Penguatan operasional dan layanan merupakan kebutuhan utama agar IPC TPK dapat memberikan manfaat optimal bagi pengguna jasa, masyarakat, dan pemegang saham, sekaligus memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung arus logistik nasional,” ujarnya, Senin (19/1).

Baca Juga:  YBM PLN UIP Sumbagteng Berbagi Sembako Rutin untuk Duafa

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penetapan tema perusahaan tahun 2026, yakni Operational and Service Excellence, yang menjadi bagian dari pelaksanaan Roadmap Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030.

Pada tahap awal, IPC TPK memprioritaskan peningkatan kinerja operasional dan kualitas layanan guna memastikan proses bongkar muat berjalan lebih efisien, aman, dan konsisten.

Percepatan digitalisasi layanan dilakukan melalui penerapan Terminal Booking System (TBS) untuk pengaturan arus kendaraan, penggunaan alat pemindai peti kemas, serta implementasi Terminal Operating System (TOS) Nusantara melalui sistem PARAMA dan PRAYA yang berbasis data dan terintegrasi.

Selain itu, IPC TPK juga melakukan penataan model bisnis untuk memperkuat peran sebagai operator terminal petikemas di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Perusahaan turut menginisiasi konsep hub and spoke guna meningkatkan konektivitas antarterminal serta efisiensi biaya layanan.

Baca Juga:  Banjir Rob Rendam Pelabuhan Selatpanjang, Pelindo Turunkan 10 Becak Gratis untuk Penumpang

Sumber: Jawapos.com

RIAUPOS.CO – Digitalisasi layanan di pelabuhan dinilai mampu menjawab persoalan lambatnya pelayanan bongkar muat barang yang selama ini terjadi di sejumlah pelabuhan besar, termasuk Jakarta. Kondisi tersebut mendorong IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan kepastian layanan kepelabuhanan pada 2026.

Direktur Utama IPC Terminal Petikemas, Guna Mulyana, mengatakan penguatan operasional dan layanan menjadi fokus utama perusahaan pada 2026 agar mampu memberikan manfaat optimal bagi pengguna jasa, masyarakat, dan pemegang saham.

“Penguatan operasional dan layanan merupakan kebutuhan utama agar IPC TPK dapat memberikan manfaat optimal bagi pengguna jasa, masyarakat, dan pemegang saham, sekaligus memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung arus logistik nasional,” ujarnya, Senin (19/1).

Baca Juga:  YBM PLN UIP Sumbagteng Berbagi Sembako Rutin untuk Duafa

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penetapan tema perusahaan tahun 2026, yakni Operational and Service Excellence, yang menjadi bagian dari pelaksanaan Roadmap Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030.

Pada tahap awal, IPC TPK memprioritaskan peningkatan kinerja operasional dan kualitas layanan guna memastikan proses bongkar muat berjalan lebih efisien, aman, dan konsisten.

- Advertisement -

Percepatan digitalisasi layanan dilakukan melalui penerapan Terminal Booking System (TBS) untuk pengaturan arus kendaraan, penggunaan alat pemindai peti kemas, serta implementasi Terminal Operating System (TOS) Nusantara melalui sistem PARAMA dan PRAYA yang berbasis data dan terintegrasi.

Selain itu, IPC TPK juga melakukan penataan model bisnis untuk memperkuat peran sebagai operator terminal petikemas di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Perusahaan turut menginisiasi konsep hub and spoke guna meningkatkan konektivitas antarterminal serta efisiensi biaya layanan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Banjir Rob Rendam Pelabuhan Selatpanjang, Pelindo Turunkan 10 Becak Gratis untuk Penumpang

Sumber: Jawapos.com

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RIAUPOS.CO – Digitalisasi layanan di pelabuhan dinilai mampu menjawab persoalan lambatnya pelayanan bongkar muat barang yang selama ini terjadi di sejumlah pelabuhan besar, termasuk Jakarta. Kondisi tersebut mendorong IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan kepastian layanan kepelabuhanan pada 2026.

Direktur Utama IPC Terminal Petikemas, Guna Mulyana, mengatakan penguatan operasional dan layanan menjadi fokus utama perusahaan pada 2026 agar mampu memberikan manfaat optimal bagi pengguna jasa, masyarakat, dan pemegang saham.

“Penguatan operasional dan layanan merupakan kebutuhan utama agar IPC TPK dapat memberikan manfaat optimal bagi pengguna jasa, masyarakat, dan pemegang saham, sekaligus memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung arus logistik nasional,” ujarnya, Senin (19/1).

Baca Juga:  Pastikan Kendaraan Prima, Mitsubishi Gelar “Lebaran Campaign” dan “Kilau Lebaran Campaign”

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penetapan tema perusahaan tahun 2026, yakni Operational and Service Excellence, yang menjadi bagian dari pelaksanaan Roadmap Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030.

Pada tahap awal, IPC TPK memprioritaskan peningkatan kinerja operasional dan kualitas layanan guna memastikan proses bongkar muat berjalan lebih efisien, aman, dan konsisten.

Percepatan digitalisasi layanan dilakukan melalui penerapan Terminal Booking System (TBS) untuk pengaturan arus kendaraan, penggunaan alat pemindai peti kemas, serta implementasi Terminal Operating System (TOS) Nusantara melalui sistem PARAMA dan PRAYA yang berbasis data dan terintegrasi.

Selain itu, IPC TPK juga melakukan penataan model bisnis untuk memperkuat peran sebagai operator terminal petikemas di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Perusahaan turut menginisiasi konsep hub and spoke guna meningkatkan konektivitas antarterminal serta efisiensi biaya layanan.

Baca Juga:  Bongkar Muat Pasar Pagi Arengka Ganggu Lalu Lintas Jalan Soekarno Hatta

Sumber: Jawapos.com

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari