Senin, 17 Agustus 2026
- Advertisement -

 BI Jamin Terus Berada di Pasar untuk Jaga Stabilitas Rupiah

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bank Indonesia (BI) akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar supaya tidak bergejolak dalam menghadapi tekanan global.

"BI akan terus berada di pasar melalui triple intervention untuk menjaga stabilitas nilai tukar," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Gubernur BI Perry Warjiyo memastikan langkah intervensi yang dilakukan antara lain dengan intervensi di pasar spot, pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Langkah kebijakan ini yang disertai dengan langkah-langkah koordinasi dengan Kementerian Keuangan akan menjaga nilai tukar relatif terjaga dan yield SBN terkelola dengan baik," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Baca Juga:  Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Ia mengakui pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat melemah sejak awal tahun dengan depresiasi hingga 2,62 persen (ytd) hingga 17 Maret 2021 karena ketidakpastian pasar keuangan global.

Perlemahan kurs terhadap dolar AS itu dipengaruhi oleh kenaikan Yield US Treasury (UST) dan menguatnya dolar AS yang kemudian menahan aliran masuk investasi portofolio asing ke pasar keuangan domestik.

Meski demikian Perry Warjiyo menjelaskan bahwa perlemahan itu lebih rendah dibandingkan dengan mata uang sejumlah emerging lain seperti Brasil, Meksiko, Korea Selatan dan Brasil yang juga terdampak oleh pergerakan dolar AS.

"Saat ini ketidakpastian pasar global meningkat, terutama dikaitkan dengan reaksi pasar, karena besarnya stimulus fiskal dan pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat, meski The Fed diperkirakan belum mengubah kebijakan moneter tahun ini," ujarnya.

Baca Juga:  Teknisi Daihatsu Adu Keahlian di Skill Contest 2020

Sumber: JPNN/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bank Indonesia (BI) akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar supaya tidak bergejolak dalam menghadapi tekanan global.

"BI akan terus berada di pasar melalui triple intervention untuk menjaga stabilitas nilai tukar," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Gubernur BI Perry Warjiyo memastikan langkah intervensi yang dilakukan antara lain dengan intervensi di pasar spot, pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Langkah kebijakan ini yang disertai dengan langkah-langkah koordinasi dengan Kementerian Keuangan akan menjaga nilai tukar relatif terjaga dan yield SBN terkelola dengan baik," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Baca Juga:  PT Eshan Selaras Petroasia Resmikan Kantor Baru

Ia mengakui pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat melemah sejak awal tahun dengan depresiasi hingga 2,62 persen (ytd) hingga 17 Maret 2021 karena ketidakpastian pasar keuangan global.

- Advertisement -

Perlemahan kurs terhadap dolar AS itu dipengaruhi oleh kenaikan Yield US Treasury (UST) dan menguatnya dolar AS yang kemudian menahan aliran masuk investasi portofolio asing ke pasar keuangan domestik.

Meski demikian Perry Warjiyo menjelaskan bahwa perlemahan itu lebih rendah dibandingkan dengan mata uang sejumlah emerging lain seperti Brasil, Meksiko, Korea Selatan dan Brasil yang juga terdampak oleh pergerakan dolar AS.

- Advertisement -

"Saat ini ketidakpastian pasar global meningkat, terutama dikaitkan dengan reaksi pasar, karena besarnya stimulus fiskal dan pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat, meski The Fed diperkirakan belum mengubah kebijakan moneter tahun ini," ujarnya.

Baca Juga:  Eka Hospital Pekanbaru Tambah Kapasitas Unit Hemodialisa

Sumber: JPNN/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bank Indonesia (BI) akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar supaya tidak bergejolak dalam menghadapi tekanan global.

"BI akan terus berada di pasar melalui triple intervention untuk menjaga stabilitas nilai tukar," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Gubernur BI Perry Warjiyo memastikan langkah intervensi yang dilakukan antara lain dengan intervensi di pasar spot, pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Langkah kebijakan ini yang disertai dengan langkah-langkah koordinasi dengan Kementerian Keuangan akan menjaga nilai tukar relatif terjaga dan yield SBN terkelola dengan baik," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Baca Juga:  Hadirkan Menu Chinese Set, Aryaduta Hotel Pekanbaru Undang Relasi dan Mitra

Ia mengakui pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat melemah sejak awal tahun dengan depresiasi hingga 2,62 persen (ytd) hingga 17 Maret 2021 karena ketidakpastian pasar keuangan global.

Perlemahan kurs terhadap dolar AS itu dipengaruhi oleh kenaikan Yield US Treasury (UST) dan menguatnya dolar AS yang kemudian menahan aliran masuk investasi portofolio asing ke pasar keuangan domestik.

Meski demikian Perry Warjiyo menjelaskan bahwa perlemahan itu lebih rendah dibandingkan dengan mata uang sejumlah emerging lain seperti Brasil, Meksiko, Korea Selatan dan Brasil yang juga terdampak oleh pergerakan dolar AS.

"Saat ini ketidakpastian pasar global meningkat, terutama dikaitkan dengan reaksi pasar, karena besarnya stimulus fiskal dan pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat, meski The Fed diperkirakan belum mengubah kebijakan moneter tahun ini," ujarnya.

Baca Juga:  PLN Jaga Pasokan dan Keandalan Listrik Demi Ketahanan Energi NKRI

Sumber: JPNN/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun
 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari