Sabtu, 5 April 2025
spot_img

BTN Usul Subsidi KPR sampai 10 Tahun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT BANK Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menggenjot penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) tahun ini. Hingga April 2024, kinerja intermediasi bank spesialis perumahan itu mampu tumbuh double digit. KPR subsidi masih menjadi andalan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, perseroan bakal memperluas cakupan penerima KPR subsidi. Oleh karena itu, dia mengusulkan agar subsidi pembiayaan perumahan hanya diberikan kepada 10 tahun masa cicilan saja. Sisa tenor berikutnya dapat diberlakukan suku bunga floating.

“Supaya negara nggak berat, masa subsidi dikurangi. Tadinya 20 tahun menjadi 10 tahun,” kata Nixon, Kamis (16/5).

Menurut dia, mempersingkat masa subsidi yang diberikan lewat program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dapat meringankan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Selain itu, jumlah masyarakat yang bisa menikmati KPR bersubsidi juga jadi bisa lebih banyak. “Jadi yang menerima tadi cuma 300 ribu bisa menerima 600 ribu (debitur),” imbuhnya.

Baca Juga:  Menjaga Stabilisasi Harga di Akhir Tahun, Airlangga Tinjau Operasi Pasar

Nixon menilai, tak selamanya debitur subsidi berstatus sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Seiring berjalannya waktu, mereka pasti akan mengalami kenaikan gaji. Sehingga, subsidi seharusnya tidak lagi diberikan. Bisa dialihkan ke debitur yang memang membutuhkan.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan, BTN mencatatkan pertumbuhan kredit sekitar 14,43 persen year-on-year (YoY) menjadi sekitar Rp345,5 triliun hingga April 2024. Pencapaian kinerja tersebut sesuai dengan target serta arah bisnis perseroan tahun ini. Aset emiten berkode BBTN itu juga tumbuh 11,11 persen YoY menjadi Rp 450,53 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) BTN juga menunjukkan kenaikan positif sebanyak 11,39 persen YoY dari Rp321,7 triliun menjadi Rp358,3 triliun. Alhasil, laba bersih tercatat Rp983,8 miliar atau meningkat 5,15 persen YoY.

Baca Juga:  BTN Tambah Satu Posisi Direksi Baru

Nixon berkomitmen akan mulai menjaga pertumbuhan kredit di level 10 sampai11 persen. Begitu pula, mematok DPK sebesar 8 hingga 9 persen YoY di 2024.

“Gambarannya, ketika harga bahan baku mahal, maka jualan tidak perlu digeber,” ujarnya.(han/dio/jpg)

Laporan JPG, Jakarta

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT BANK Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menggenjot penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) tahun ini. Hingga April 2024, kinerja intermediasi bank spesialis perumahan itu mampu tumbuh double digit. KPR subsidi masih menjadi andalan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, perseroan bakal memperluas cakupan penerima KPR subsidi. Oleh karena itu, dia mengusulkan agar subsidi pembiayaan perumahan hanya diberikan kepada 10 tahun masa cicilan saja. Sisa tenor berikutnya dapat diberlakukan suku bunga floating.

“Supaya negara nggak berat, masa subsidi dikurangi. Tadinya 20 tahun menjadi 10 tahun,” kata Nixon, Kamis (16/5).

Menurut dia, mempersingkat masa subsidi yang diberikan lewat program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dapat meringankan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Selain itu, jumlah masyarakat yang bisa menikmati KPR bersubsidi juga jadi bisa lebih banyak. “Jadi yang menerima tadi cuma 300 ribu bisa menerima 600 ribu (debitur),” imbuhnya.

Baca Juga:  Produksi dan Pemasokan Mobil Honda Tidak Terpengaruh Wabah Corona

Nixon menilai, tak selamanya debitur subsidi berstatus sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Seiring berjalannya waktu, mereka pasti akan mengalami kenaikan gaji. Sehingga, subsidi seharusnya tidak lagi diberikan. Bisa dialihkan ke debitur yang memang membutuhkan.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan, BTN mencatatkan pertumbuhan kredit sekitar 14,43 persen year-on-year (YoY) menjadi sekitar Rp345,5 triliun hingga April 2024. Pencapaian kinerja tersebut sesuai dengan target serta arah bisnis perseroan tahun ini. Aset emiten berkode BBTN itu juga tumbuh 11,11 persen YoY menjadi Rp 450,53 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) BTN juga menunjukkan kenaikan positif sebanyak 11,39 persen YoY dari Rp321,7 triliun menjadi Rp358,3 triliun. Alhasil, laba bersih tercatat Rp983,8 miliar atau meningkat 5,15 persen YoY.

Baca Juga:  Tokopedia Kampanye #JagaEkonomiIndonesia

Nixon berkomitmen akan mulai menjaga pertumbuhan kredit di level 10 sampai11 persen. Begitu pula, mematok DPK sebesar 8 hingga 9 persen YoY di 2024.

“Gambarannya, ketika harga bahan baku mahal, maka jualan tidak perlu digeber,” ujarnya.(han/dio/jpg)

Laporan JPG, Jakarta

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

BTN Usul Subsidi KPR sampai 10 Tahun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT BANK Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menggenjot penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) tahun ini. Hingga April 2024, kinerja intermediasi bank spesialis perumahan itu mampu tumbuh double digit. KPR subsidi masih menjadi andalan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, perseroan bakal memperluas cakupan penerima KPR subsidi. Oleh karena itu, dia mengusulkan agar subsidi pembiayaan perumahan hanya diberikan kepada 10 tahun masa cicilan saja. Sisa tenor berikutnya dapat diberlakukan suku bunga floating.

“Supaya negara nggak berat, masa subsidi dikurangi. Tadinya 20 tahun menjadi 10 tahun,” kata Nixon, Kamis (16/5).

Menurut dia, mempersingkat masa subsidi yang diberikan lewat program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dapat meringankan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Selain itu, jumlah masyarakat yang bisa menikmati KPR bersubsidi juga jadi bisa lebih banyak. “Jadi yang menerima tadi cuma 300 ribu bisa menerima 600 ribu (debitur),” imbuhnya.

Baca Juga:  Volume Transaksi RFB Pekanbaru Naik 16,27 Persen 

Nixon menilai, tak selamanya debitur subsidi berstatus sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Seiring berjalannya waktu, mereka pasti akan mengalami kenaikan gaji. Sehingga, subsidi seharusnya tidak lagi diberikan. Bisa dialihkan ke debitur yang memang membutuhkan.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan, BTN mencatatkan pertumbuhan kredit sekitar 14,43 persen year-on-year (YoY) menjadi sekitar Rp345,5 triliun hingga April 2024. Pencapaian kinerja tersebut sesuai dengan target serta arah bisnis perseroan tahun ini. Aset emiten berkode BBTN itu juga tumbuh 11,11 persen YoY menjadi Rp 450,53 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) BTN juga menunjukkan kenaikan positif sebanyak 11,39 persen YoY dari Rp321,7 triliun menjadi Rp358,3 triliun. Alhasil, laba bersih tercatat Rp983,8 miliar atau meningkat 5,15 persen YoY.

Baca Juga:  Menjaga Stabilisasi Harga di Akhir Tahun, Airlangga Tinjau Operasi Pasar

Nixon berkomitmen akan mulai menjaga pertumbuhan kredit di level 10 sampai11 persen. Begitu pula, mematok DPK sebesar 8 hingga 9 persen YoY di 2024.

“Gambarannya, ketika harga bahan baku mahal, maka jualan tidak perlu digeber,” ujarnya.(han/dio/jpg)

Laporan JPG, Jakarta

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT BANK Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menggenjot penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) tahun ini. Hingga April 2024, kinerja intermediasi bank spesialis perumahan itu mampu tumbuh double digit. KPR subsidi masih menjadi andalan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, perseroan bakal memperluas cakupan penerima KPR subsidi. Oleh karena itu, dia mengusulkan agar subsidi pembiayaan perumahan hanya diberikan kepada 10 tahun masa cicilan saja. Sisa tenor berikutnya dapat diberlakukan suku bunga floating.

“Supaya negara nggak berat, masa subsidi dikurangi. Tadinya 20 tahun menjadi 10 tahun,” kata Nixon, Kamis (16/5).

Menurut dia, mempersingkat masa subsidi yang diberikan lewat program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dapat meringankan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Selain itu, jumlah masyarakat yang bisa menikmati KPR bersubsidi juga jadi bisa lebih banyak. “Jadi yang menerima tadi cuma 300 ribu bisa menerima 600 ribu (debitur),” imbuhnya.

Baca Juga:  Produksi dan Pemasokan Mobil Honda Tidak Terpengaruh Wabah Corona

Nixon menilai, tak selamanya debitur subsidi berstatus sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Seiring berjalannya waktu, mereka pasti akan mengalami kenaikan gaji. Sehingga, subsidi seharusnya tidak lagi diberikan. Bisa dialihkan ke debitur yang memang membutuhkan.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan, BTN mencatatkan pertumbuhan kredit sekitar 14,43 persen year-on-year (YoY) menjadi sekitar Rp345,5 triliun hingga April 2024. Pencapaian kinerja tersebut sesuai dengan target serta arah bisnis perseroan tahun ini. Aset emiten berkode BBTN itu juga tumbuh 11,11 persen YoY menjadi Rp 450,53 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) BTN juga menunjukkan kenaikan positif sebanyak 11,39 persen YoY dari Rp321,7 triliun menjadi Rp358,3 triliun. Alhasil, laba bersih tercatat Rp983,8 miliar atau meningkat 5,15 persen YoY.

Baca Juga:  Maskapai Diminta Transparan Tampilkan Sisa Tarif Diskon 50 Persen

Nixon berkomitmen akan mulai menjaga pertumbuhan kredit di level 10 sampai11 persen. Begitu pula, mematok DPK sebesar 8 hingga 9 persen YoY di 2024.

“Gambarannya, ketika harga bahan baku mahal, maka jualan tidak perlu digeber,” ujarnya.(han/dio/jpg)

Laporan JPG, Jakarta

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari