Sabtu, 22 Juni 2024

Pertumbuhan Ekonomi Riau 2020 Berpotensi Terkoreksi

PEKANBARU {RIAUPOS.CO)– Di awal tahun 2020, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau memperkirakan pertumbuhan ekonomi Riau secara keseluruhan pada 2020, berada pada kisaran 2,70 hingga 3,10 persen yang bersumber dari meningkatnya pertumbuhan investasi dan net ekspor.

Kepala KPw BI Riau Decymus mengatakan, dari sisi lapangan usaha (LU), industri pengolahan diperkirakan menjadi sumber utama meningkatnya pertumbuhan ekonomi Riau untuk keseluruhan 2020. "Hal ini dapat terjadi jika tidak ada risiko yang mengoreksi ke bawah pertumbuhan ekonomi Riau 2020," katanya.

- Advertisement -

Kendati demikian, Decymus menyatakan bahwa peluang pertumbuhan ekonomi Riau melebihi 3,00 persen pada 2020 kemungkinan akan tertutup. Merebaknya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) diprediksi membuat perekonomian Riau di berbagai sektor limbung.

Baca Juga:  New Xpander dan New Xpander Cross

Hadirnya bencana ini sangat berpotensi mengoreksi pertumbuhan ekonomi Riau 2020, dikarenakan outbreak Covid-19 yang terjadi di banyak negara menyebabkan permintaan global terhadap komoditas ekspor utama Riau mengalami koreksi.

"Akhir Maret kami telah memperbarui asesmen dampak Covid-19 terhadap perekonomian Riau. Asesmen terkini KPw BI Riau memperkirakan dampak Covid-19 menyebabkan biaya dan loss setara 0,60 persen PDRB Riau," ujar Decymus. Loss terbesar, lanjutnya, diperkirakan terjadi di sektor industri pengolahan, disusul sektor pertambangan, pertanian, transportasi, perdagangan, dan pariwisata.

- Advertisement -

Selain itu, Covid-19 juga mengakibatkan penurunan harga komoditas dunia. KPw BI Riau mencatat komoditas seperti CPO, karet, dan minyak bumi mengalami penurunan harga yang cukup tajam. Decymus mengungkapkan, pihaknya memperkirakan penurunan harga komoditas utama ini juga akan turut menyumbang koreksi ke bawah pertumbuhan ekonomi Riau. Secara keseluruhan, kami perkirakan pertumbuhan ekonomi Riau mengarah ke 2,32 persen sepanjang 2020,” tuturnya.

Baca Juga:  Hotel Premiere Hadirkan Promo Berkah dan Kuliner Ramadan

Jika ketidakpastian global akibat Covid-19 masih terus berlangsung bukan tidak mungkin koreksi ke bawah pertumbuhan ekonomi Riau lebih dalam. "Oleh karena itu, kami sangat mendukung upaya-upaya pre-emptive yang ditempuh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui berbagai stimulus agar koreksi pertumbuhan ekonomi Riau tidak terlalu dalam, sehingga dampaknya terhadap kemiskinan dan pengangguran dapat dimitgasi," ujarnya.(a)

Laporan: Mujawaroh Annafi (Pekanbaru)

PEKANBARU {RIAUPOS.CO)– Di awal tahun 2020, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau memperkirakan pertumbuhan ekonomi Riau secara keseluruhan pada 2020, berada pada kisaran 2,70 hingga 3,10 persen yang bersumber dari meningkatnya pertumbuhan investasi dan net ekspor.

Kepala KPw BI Riau Decymus mengatakan, dari sisi lapangan usaha (LU), industri pengolahan diperkirakan menjadi sumber utama meningkatnya pertumbuhan ekonomi Riau untuk keseluruhan 2020. "Hal ini dapat terjadi jika tidak ada risiko yang mengoreksi ke bawah pertumbuhan ekonomi Riau 2020," katanya.

Kendati demikian, Decymus menyatakan bahwa peluang pertumbuhan ekonomi Riau melebihi 3,00 persen pada 2020 kemungkinan akan tertutup. Merebaknya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) diprediksi membuat perekonomian Riau di berbagai sektor limbung.

Baca Juga:  BRI KC Tuanku Tambusai dan KC Pekanbaru Sudirman Undi Panen Hadiah Simpedes

Hadirnya bencana ini sangat berpotensi mengoreksi pertumbuhan ekonomi Riau 2020, dikarenakan outbreak Covid-19 yang terjadi di banyak negara menyebabkan permintaan global terhadap komoditas ekspor utama Riau mengalami koreksi.

"Akhir Maret kami telah memperbarui asesmen dampak Covid-19 terhadap perekonomian Riau. Asesmen terkini KPw BI Riau memperkirakan dampak Covid-19 menyebabkan biaya dan loss setara 0,60 persen PDRB Riau," ujar Decymus. Loss terbesar, lanjutnya, diperkirakan terjadi di sektor industri pengolahan, disusul sektor pertambangan, pertanian, transportasi, perdagangan, dan pariwisata.

Selain itu, Covid-19 juga mengakibatkan penurunan harga komoditas dunia. KPw BI Riau mencatat komoditas seperti CPO, karet, dan minyak bumi mengalami penurunan harga yang cukup tajam. Decymus mengungkapkan, pihaknya memperkirakan penurunan harga komoditas utama ini juga akan turut menyumbang koreksi ke bawah pertumbuhan ekonomi Riau. Secara keseluruhan, kami perkirakan pertumbuhan ekonomi Riau mengarah ke 2,32 persen sepanjang 2020,” tuturnya.

Baca Juga:  Dispora Riau Tingkatkan SDM Wirausaha Muda Terapkan Prokes Ketat

Jika ketidakpastian global akibat Covid-19 masih terus berlangsung bukan tidak mungkin koreksi ke bawah pertumbuhan ekonomi Riau lebih dalam. "Oleh karena itu, kami sangat mendukung upaya-upaya pre-emptive yang ditempuh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui berbagai stimulus agar koreksi pertumbuhan ekonomi Riau tidak terlalu dalam, sehingga dampaknya terhadap kemiskinan dan pengangguran dapat dimitgasi," ujarnya.(a)

Laporan: Mujawaroh Annafi (Pekanbaru)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari