Selasa, 23 Juli 2024

Ratusan Karyawan Regional 3 PTPN IV Gelar Wirid Akbar

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ratusan karyawan Regional 3 PTPN IV menghadiri Wirid Akbar Menyambut Bulan Suci Ramadan 1445 Hijeriah yang diselenggarakan Majelis Taklim Nurul Iman dan Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) Regional 3.

Wirid Akbar yang dilaksanakan di Masjid Nurul Iman Komplek Regional Office Jalan Rambutan Kota Pekanbaru, Sabtu (9/3) akhir pekan yang dihadiri langsung Region Head Rurianto serta SEVP Operation Arief Subhan Siregar dan SEVP Business Support Ahmad Diponegoro tersebut menghadirkan Ustaz Sonny Abi Kim dari PPA Institute.

- Advertisement -

Region Head Regional 3 PTPN IV PalmCo Rurianto mengatakan, melalui Wirid Akbar ini, diharapkan seluruh karyawan dapat memaknai dan melaksanakan ibadah-ibadah bulan suci Ramadan dengan optimal.

Ia menuturkan bahwa Ramadan harus dijadikan sebagai momentum untuk mentransformasi diri dan menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang. Sehingga, nilai-nilai Akhlak BUMN dapat diperkuat serta mampu berkontribusi positif terhadap perusahaan, bangsa, dan negara. ‘’Selain pahala yang berlimpah, keistimewaan Ramadan, Insya Allah akan meng-upgrade dan membentuk pribadi kita semua menjadi lebih baik. Sehingga kita semua dapat menjaga dan menjalankan amanah dan berkontribusi positif tidak hanya bagi perusahaan, namun bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

Baca Juga:  Warga Rohul Tumpah Ruah Mandi Bulimau di Sungai Batang Lubuh

‘’Melalui puasa, kita dibentuk untuk lebih disiplin. Disiplin dalam beribadah, disiplin menghargai waktu, dan disiplin untuk menjaga hawa nafsu. Selanjutnya, tinggal bagaimana latihan kedisiplinan yang kita terima sebulan penuh ini, tetap kita jaga dan menjadi bekal selanjutnya di masa mendatang,’’ lanjutnya.

- Advertisement -

Hal senada disampaikan Ustadz Sonny Abi Kim yang menjelaskan bahwa Ramadhan seharusnya disambut dengan kebahagiaan karena di bulan ini begitu banyak keistimewaan. Salah satu diantaranya adalah menjadi momentum yang telah untuk melatih jiwa. ‘’Ramadan menjadi momentum di mana kita bisa melatih jiwa. Output-nya apa? Jiwa yang lapang. Ketika jiwa kita lapang, maka semuanya akan dimudahkan,’’ kata Ustaz Sonny yang juga dikenal sebagai Master Trainer Spiritual tersebut.

Baca Juga:  Neraca Pembayaran Tak Lagi Defisit

Untuk melatih jiwa yang lapang, maka terdapat lima hal yang harus dilaksanakan selama bulan suci ramadhan. Pertama adalah Ridha dan menghindari untuk meratapi masa lalu. Selanjutnya tawakal dan jangan pernah mencemaskan masa depan.

‘’Lalu perbanyak bersyukur dengan menikmati yang kita miliki saat ini. Jangan hanya memikirkan apa yang belum kita miliki, tapi bersyukur dan nikmati apa yang kita miliki,” jelasnya.

Yang keempat, lanjut dia, adalah ikhlas dan berserah diri kepada sang pencipta, serta terakhir yakni belajar untuk memaafkan orang lain dengan tidak menyimpan amarah dan dendam. ‘

’Bulan Ramadan adalah bulan latihan jiwa. Selain olahraga, ada olah jiwa. Para ulama membagi ibadah dua jenis, ibadah fisik dan batin.  Ketika dua ibadah ditimbang di mizan, ibadah batin lebih berat. Untuk itu, mari kita jadikan ini sebagai momentum untuk memperbaiki dan transformasi diri,” tuturnya.(eca/ifr)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ratusan karyawan Regional 3 PTPN IV menghadiri Wirid Akbar Menyambut Bulan Suci Ramadan 1445 Hijeriah yang diselenggarakan Majelis Taklim Nurul Iman dan Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) Regional 3.

Wirid Akbar yang dilaksanakan di Masjid Nurul Iman Komplek Regional Office Jalan Rambutan Kota Pekanbaru, Sabtu (9/3) akhir pekan yang dihadiri langsung Region Head Rurianto serta SEVP Operation Arief Subhan Siregar dan SEVP Business Support Ahmad Diponegoro tersebut menghadirkan Ustaz Sonny Abi Kim dari PPA Institute.

Region Head Regional 3 PTPN IV PalmCo Rurianto mengatakan, melalui Wirid Akbar ini, diharapkan seluruh karyawan dapat memaknai dan melaksanakan ibadah-ibadah bulan suci Ramadan dengan optimal.

Ia menuturkan bahwa Ramadan harus dijadikan sebagai momentum untuk mentransformasi diri dan menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang. Sehingga, nilai-nilai Akhlak BUMN dapat diperkuat serta mampu berkontribusi positif terhadap perusahaan, bangsa, dan negara. ‘’Selain pahala yang berlimpah, keistimewaan Ramadan, Insya Allah akan meng-upgrade dan membentuk pribadi kita semua menjadi lebih baik. Sehingga kita semua dapat menjaga dan menjalankan amanah dan berkontribusi positif tidak hanya bagi perusahaan, namun bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

Baca Juga:  Hipmi Keluhkan Penanganan Prokes

‘’Melalui puasa, kita dibentuk untuk lebih disiplin. Disiplin dalam beribadah, disiplin menghargai waktu, dan disiplin untuk menjaga hawa nafsu. Selanjutnya, tinggal bagaimana latihan kedisiplinan yang kita terima sebulan penuh ini, tetap kita jaga dan menjadi bekal selanjutnya di masa mendatang,’’ lanjutnya.

Hal senada disampaikan Ustadz Sonny Abi Kim yang menjelaskan bahwa Ramadhan seharusnya disambut dengan kebahagiaan karena di bulan ini begitu banyak keistimewaan. Salah satu diantaranya adalah menjadi momentum yang telah untuk melatih jiwa. ‘’Ramadan menjadi momentum di mana kita bisa melatih jiwa. Output-nya apa? Jiwa yang lapang. Ketika jiwa kita lapang, maka semuanya akan dimudahkan,’’ kata Ustaz Sonny yang juga dikenal sebagai Master Trainer Spiritual tersebut.

Baca Juga:  Warga Rohul Tumpah Ruah Mandi Bulimau di Sungai Batang Lubuh

Untuk melatih jiwa yang lapang, maka terdapat lima hal yang harus dilaksanakan selama bulan suci ramadhan. Pertama adalah Ridha dan menghindari untuk meratapi masa lalu. Selanjutnya tawakal dan jangan pernah mencemaskan masa depan.

‘’Lalu perbanyak bersyukur dengan menikmati yang kita miliki saat ini. Jangan hanya memikirkan apa yang belum kita miliki, tapi bersyukur dan nikmati apa yang kita miliki,” jelasnya.

Yang keempat, lanjut dia, adalah ikhlas dan berserah diri kepada sang pencipta, serta terakhir yakni belajar untuk memaafkan orang lain dengan tidak menyimpan amarah dan dendam. ‘

’Bulan Ramadan adalah bulan latihan jiwa. Selain olahraga, ada olah jiwa. Para ulama membagi ibadah dua jenis, ibadah fisik dan batin.  Ketika dua ibadah ditimbang di mizan, ibadah batin lebih berat. Untuk itu, mari kita jadikan ini sebagai momentum untuk memperbaiki dan transformasi diri,” tuturnya.(eca/ifr)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari