Sabtu, 11 April 2026
- Advertisement -

Hingga Juni, Realisasi Target Lifting Migas 89 Persen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan, hingga Juni 2019 realisasi lifting minyak dan gas bumi (migas) mencapai 1,8 juta barel setara minyak per hari (boepd). Lifting migas tercapai 89 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebesar 2 juta bopd.

Realisasi sebesar 1,8 juta boepd tersebut terdiri dari lifting minyak sebesar 752 ribu barel per hari (bopd) dan lifting gas sebesar 1,06 juta boepd. SKK Migas optimistis dapat mencapai target lifting 100 persen pada semester kedua 2019, mengingat 8 dari 11 proyek akan mulai produksi (onstream).

Dalam pembukaan Forum Fasilitas Produksi Migas (FFPM) 2019, Selasa (9/7/2019), Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menuturkan, penggunaan teknologi dalam usaha hulu merupakan keharusan guna mengatasi kerumitan area operasi dan eksplorasi. Selain penggunaan teknologi, industri hulu migas juga dinilai perlu melakukan transformasi dan diversifikasi usaha.

Baca Juga:  BRI KC Tuanku Tambusai dan KC Pekanbaru Sudirman Undi Panen Hadiah Simpedes

’’Bukan hanya sekedar mencari dan memproduksikan migas saja, namun harus memperhatikan hal-hal yang menjadi kebutuhan dari pasar energi, tuntutan terhadap penggunaan energi yang lebih bersih, dan lain sebagainya,’’ imbuh Dwi melalui keterangan tertulisnya.

Salah satu transformasi dalam kegiatan operasi hulu migas yang akan diaplikasikan pada tahun ini adalah Integrated Operation Center (IOC). IOC merupakan sebuah sistem integrasi data yang mencakup beberapa aplikasi/layanan pengelolaan kinerja operasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama.

Layanan dan aplikasi yang tergabung di dalam IOC antara lain Integrated Operation System (SOT) for Production Dashboard, Oil and Gas Lifting Dashboard, Stock Management Dashboard, Plant Information Management System (PIMS), Facility Maintenance Monitoring and Project Monitoring, Vessel Tracking Information System (VTIS), Real Time Drilling Operation, dan Emergency Response Center (ERC).

Baca Juga:  Keren, Ini Spesifikasi Lengkap Hyundai Ioniq 6

Salah satu manfaat IOC adalah optimalisasi perencanaan pemeliharaan fasilitas karena terbukanya data secara terintegrasi. Hal ini berpotensi mengefisiensi anggaran pemeliharaan fasilitas sebesar 84 juta dolar AS hingga akhir 2019.(igmanibrahim)

Sumber: Jawapos.com
Editor: Fopin A Sinaga

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan, hingga Juni 2019 realisasi lifting minyak dan gas bumi (migas) mencapai 1,8 juta barel setara minyak per hari (boepd). Lifting migas tercapai 89 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebesar 2 juta bopd.

Realisasi sebesar 1,8 juta boepd tersebut terdiri dari lifting minyak sebesar 752 ribu barel per hari (bopd) dan lifting gas sebesar 1,06 juta boepd. SKK Migas optimistis dapat mencapai target lifting 100 persen pada semester kedua 2019, mengingat 8 dari 11 proyek akan mulai produksi (onstream).

Dalam pembukaan Forum Fasilitas Produksi Migas (FFPM) 2019, Selasa (9/7/2019), Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menuturkan, penggunaan teknologi dalam usaha hulu merupakan keharusan guna mengatasi kerumitan area operasi dan eksplorasi. Selain penggunaan teknologi, industri hulu migas juga dinilai perlu melakukan transformasi dan diversifikasi usaha.

Baca Juga:  New Carry Ungguli Penjualan Retail Kendaraan Komersial

’’Bukan hanya sekedar mencari dan memproduksikan migas saja, namun harus memperhatikan hal-hal yang menjadi kebutuhan dari pasar energi, tuntutan terhadap penggunaan energi yang lebih bersih, dan lain sebagainya,’’ imbuh Dwi melalui keterangan tertulisnya.

Salah satu transformasi dalam kegiatan operasi hulu migas yang akan diaplikasikan pada tahun ini adalah Integrated Operation Center (IOC). IOC merupakan sebuah sistem integrasi data yang mencakup beberapa aplikasi/layanan pengelolaan kinerja operasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama.

- Advertisement -

Layanan dan aplikasi yang tergabung di dalam IOC antara lain Integrated Operation System (SOT) for Production Dashboard, Oil and Gas Lifting Dashboard, Stock Management Dashboard, Plant Information Management System (PIMS), Facility Maintenance Monitoring and Project Monitoring, Vessel Tracking Information System (VTIS), Real Time Drilling Operation, dan Emergency Response Center (ERC).

Baca Juga:  Daihatsu Hadir dan Ramaikan IIMS 2024

Salah satu manfaat IOC adalah optimalisasi perencanaan pemeliharaan fasilitas karena terbukanya data secara terintegrasi. Hal ini berpotensi mengefisiensi anggaran pemeliharaan fasilitas sebesar 84 juta dolar AS hingga akhir 2019.(igmanibrahim)

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com
Editor: Fopin A Sinaga
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Tinggal Lengkuas

Tetap Ingin Bercerai

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan, hingga Juni 2019 realisasi lifting minyak dan gas bumi (migas) mencapai 1,8 juta barel setara minyak per hari (boepd). Lifting migas tercapai 89 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebesar 2 juta bopd.

Realisasi sebesar 1,8 juta boepd tersebut terdiri dari lifting minyak sebesar 752 ribu barel per hari (bopd) dan lifting gas sebesar 1,06 juta boepd. SKK Migas optimistis dapat mencapai target lifting 100 persen pada semester kedua 2019, mengingat 8 dari 11 proyek akan mulai produksi (onstream).

Dalam pembukaan Forum Fasilitas Produksi Migas (FFPM) 2019, Selasa (9/7/2019), Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menuturkan, penggunaan teknologi dalam usaha hulu merupakan keharusan guna mengatasi kerumitan area operasi dan eksplorasi. Selain penggunaan teknologi, industri hulu migas juga dinilai perlu melakukan transformasi dan diversifikasi usaha.

Baca Juga:  MP dan Grand Jatra Hotel Hadirkan Konsep Baru

’’Bukan hanya sekedar mencari dan memproduksikan migas saja, namun harus memperhatikan hal-hal yang menjadi kebutuhan dari pasar energi, tuntutan terhadap penggunaan energi yang lebih bersih, dan lain sebagainya,’’ imbuh Dwi melalui keterangan tertulisnya.

Salah satu transformasi dalam kegiatan operasi hulu migas yang akan diaplikasikan pada tahun ini adalah Integrated Operation Center (IOC). IOC merupakan sebuah sistem integrasi data yang mencakup beberapa aplikasi/layanan pengelolaan kinerja operasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama.

Layanan dan aplikasi yang tergabung di dalam IOC antara lain Integrated Operation System (SOT) for Production Dashboard, Oil and Gas Lifting Dashboard, Stock Management Dashboard, Plant Information Management System (PIMS), Facility Maintenance Monitoring and Project Monitoring, Vessel Tracking Information System (VTIS), Real Time Drilling Operation, dan Emergency Response Center (ERC).

Baca Juga:  Juli, Hotel Grand Jatra Hadirkan Promo Menarik

Salah satu manfaat IOC adalah optimalisasi perencanaan pemeliharaan fasilitas karena terbukanya data secara terintegrasi. Hal ini berpotensi mengefisiensi anggaran pemeliharaan fasilitas sebesar 84 juta dolar AS hingga akhir 2019.(igmanibrahim)

Sumber: Jawapos.com
Editor: Fopin A Sinaga

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Tinggal Lengkuas

Tetap Ingin Bercerai

Trending Tags

Rubrik dicari