Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Ini Tanggapan Rini Soemarno tentang Tingginya Impor Migas

BOGOR (RIAUPOS.CO) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, menyikapi biasa teguran dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang memintanya berhati-hati soal besarnya impor minyak dan gas bumi (migas) periode Januari – Mei 2019.

Pada Mei 2019 angkanya mencapai 2,09 miliar dolar AS. Hal itu memberi kontribusi besar bagi defisitnya neraca perdagangan Indonesia pada periode tersebutz yakni USD 2,14 miliar.

“Kalau ditegur mah enggak apa-apa. Hahahaha. Tegur apa? Enggak apa-apa. Baik. Ya saya harus lebih kerja keras mengingat impor turun, tapi lebih turun lagi ekspor kita. Jadi kami harus lebih banyak kerja keras. Gitu aja,” kata Rini. Itu disampaikan Rini saat dimintai tanggapannya soal teguran Kepala Negara, usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Senin (8/7/2019).

Namun demikian, Rini tidak memberikan jawaban rinci saat ditanya strateginya dalam menurunkan impor migas tersebut.  ’’Migas kan memang kalau demand naik otomatis impornya banyak. Ya kami akan lihat kenapa bulan Mei naik. Ya makasih ya,’’ katanya sembari memasuki mobil.(fat)

Editor: Fopin A Sinaga
Baca Juga:  Meroket, Harga TBS Kelapa Sawit Naik Lagi Jadi Rp2.563 per Kg

BOGOR (RIAUPOS.CO) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, menyikapi biasa teguran dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang memintanya berhati-hati soal besarnya impor minyak dan gas bumi (migas) periode Januari – Mei 2019.

Pada Mei 2019 angkanya mencapai 2,09 miliar dolar AS. Hal itu memberi kontribusi besar bagi defisitnya neraca perdagangan Indonesia pada periode tersebutz yakni USD 2,14 miliar.

“Kalau ditegur mah enggak apa-apa. Hahahaha. Tegur apa? Enggak apa-apa. Baik. Ya saya harus lebih kerja keras mengingat impor turun, tapi lebih turun lagi ekspor kita. Jadi kami harus lebih banyak kerja keras. Gitu aja,” kata Rini. Itu disampaikan Rini saat dimintai tanggapannya soal teguran Kepala Negara, usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Senin (8/7/2019).

Namun demikian, Rini tidak memberikan jawaban rinci saat ditanya strateginya dalam menurunkan impor migas tersebut.  ’’Migas kan memang kalau demand naik otomatis impornya banyak. Ya kami akan lihat kenapa bulan Mei naik. Ya makasih ya,’’ katanya sembari memasuki mobil.(fat)

Editor: Fopin A Sinaga
Baca Juga:  Grand Jatra Hotel Pekanbaru Gelar Jalan Santai
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Ini Tanggapan Rini Soemarno tentang Tingginya Impor Migas

BOGOR (RIAUPOS.CO) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, menyikapi biasa teguran dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang memintanya berhati-hati soal besarnya impor minyak dan gas bumi (migas) periode Januari – Mei 2019.

Pada Mei 2019 angkanya mencapai 2,09 miliar dolar AS. Hal itu memberi kontribusi besar bagi defisitnya neraca perdagangan Indonesia pada periode tersebutz yakni USD 2,14 miliar.

“Kalau ditegur mah enggak apa-apa. Hahahaha. Tegur apa? Enggak apa-apa. Baik. Ya saya harus lebih kerja keras mengingat impor turun, tapi lebih turun lagi ekspor kita. Jadi kami harus lebih banyak kerja keras. Gitu aja,” kata Rini. Itu disampaikan Rini saat dimintai tanggapannya soal teguran Kepala Negara, usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Senin (8/7/2019).

Namun demikian, Rini tidak memberikan jawaban rinci saat ditanya strateginya dalam menurunkan impor migas tersebut.  ’’Migas kan memang kalau demand naik otomatis impornya banyak. Ya kami akan lihat kenapa bulan Mei naik. Ya makasih ya,’’ katanya sembari memasuki mobil.(fat)

Editor: Fopin A Sinaga
Baca Juga:  Per 1 Januari 2021, Bea Materai Rp10.000 Mulai Berlaku 

BOGOR (RIAUPOS.CO) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, menyikapi biasa teguran dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang memintanya berhati-hati soal besarnya impor minyak dan gas bumi (migas) periode Januari – Mei 2019.

Pada Mei 2019 angkanya mencapai 2,09 miliar dolar AS. Hal itu memberi kontribusi besar bagi defisitnya neraca perdagangan Indonesia pada periode tersebutz yakni USD 2,14 miliar.

“Kalau ditegur mah enggak apa-apa. Hahahaha. Tegur apa? Enggak apa-apa. Baik. Ya saya harus lebih kerja keras mengingat impor turun, tapi lebih turun lagi ekspor kita. Jadi kami harus lebih banyak kerja keras. Gitu aja,” kata Rini. Itu disampaikan Rini saat dimintai tanggapannya soal teguran Kepala Negara, usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Senin (8/7/2019).

Namun demikian, Rini tidak memberikan jawaban rinci saat ditanya strateginya dalam menurunkan impor migas tersebut.  ’’Migas kan memang kalau demand naik otomatis impornya banyak. Ya kami akan lihat kenapa bulan Mei naik. Ya makasih ya,’’ katanya sembari memasuki mobil.(fat)

Editor: Fopin A Sinaga
Baca Juga:  Pegadaian Serahkan Hadiah Utama Badai Emas 2019
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari