Minggu, 15 Maret 2026
- Advertisement -

Pakar Apresiasi Trickle Down Effect Program Bantuan Rp600 Ribu

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah berencana memberikan bantuan Rp600 ribu pada pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta. Kebijakan itu adalah salah satu program untuk mempercepat penyerapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Terkait dengan program itu, Pengamat Ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Retno Tanding memberikan apresiasi positif atas kebijakan itu. Menurutnya, dampak dari Pandemi Covid-19 tidak hanya pada kesehatan tetapi juga kegiatan ekonomi yang melambat. Itulah yang saat ini terjadi di masyarakat.

Menurut Retno, ketika anggaran pemerintah dalam bentuk program kerja itu bisa dilaksanakan, maka akan terjadi trickle-down effect, yang dalam teori ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang berfokus pada pemilik uang yang akhirnya akan merembes ke lapisan masyarakat termiskin dan bermanfaat bagi semuanya.

"Dengan kata lain kegiatan ekonomi yang lebih besar diharapkan dapat memberikan efek terhadap kegiatan ekonomi di bawahnya yang memiliki lingkup lebih kecil," ujarnya.

Baca Juga:  Ini Smartphone Samsung Galaxy A51 dan A71 Terbaru

Hal ini, kata Retno, diharapkan bisa mendorong dan memberikan insentif pada kegiatan ekonomi agar terus berjalan. Pasar di tingkat bawah akan bergerak karena daya beli masyarakat terjaga atau tumbuh.

"Rp600 ribu ini bisa sebagai insentif maupun sebagai stimulus untuk kembali menggerakkan ekonomi, sehingga orang bisa punya uang untuk dibelanjakan," ucap Retno.

Belanja masyarakat menjadi sangat penting karena akan memutar roda ekonomi di tingkat bawah. "Sebenarnya kita itu ingin mendorong supaya orang bisa menggunakan uangnya untuk belanja, karena ekonomi akan berjalan ketika orang itu bertransaksi," tegasnya.

Menurut Retno, wacana pemberian bantuan Rp600 ribu kepada karyawan yang bergaji di bawah Rp5 juta juga bertujuan untuk mempercepat penyerapan anggaran dana sosial.

Baca Juga:  CCEP Indonesia Tanda Tangani PKB dengan Kemenaker RI

"Salah satu keuntungannya adalah untuk penyerapan dana sosial sekaligus membantu karyawan yang terdampak Covid-19," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Retno bantuan tersebut juga menjadi salah satu stimulus ekonomi. Sehingga karyawan yang memperoleh bantuan tersebut bisa membelanjakan uangnya.

"Ekonomi Indonesia terus diperjuangkan untuk tumbuh kembali. Pemerintah menepis asumsi negatif sebagian orang yang menyebut perekonomian makin parah," imbuhnya.

Karena itu, banyak program digelar, termasuk untuk menyiasati ancaman kontraksi ekonomi kuartal III seperti yang dikhawatirkan beberapa pihak. "Jadi intinya, pada masa pandemi Covid-19, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai stimulus ekonomi terus disampaikan," paparnya.

Apabila semua program bantuan pemerintah bisa berjalan maksimal maka pertumbuhan ekonomi nasional akan kembali positif. "Penyerapan anggaran yang bagus itu imbasnya pada ekonomi juga," kata Retno.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah berencana memberikan bantuan Rp600 ribu pada pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta. Kebijakan itu adalah salah satu program untuk mempercepat penyerapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Terkait dengan program itu, Pengamat Ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Retno Tanding memberikan apresiasi positif atas kebijakan itu. Menurutnya, dampak dari Pandemi Covid-19 tidak hanya pada kesehatan tetapi juga kegiatan ekonomi yang melambat. Itulah yang saat ini terjadi di masyarakat.

Menurut Retno, ketika anggaran pemerintah dalam bentuk program kerja itu bisa dilaksanakan, maka akan terjadi trickle-down effect, yang dalam teori ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang berfokus pada pemilik uang yang akhirnya akan merembes ke lapisan masyarakat termiskin dan bermanfaat bagi semuanya.

"Dengan kata lain kegiatan ekonomi yang lebih besar diharapkan dapat memberikan efek terhadap kegiatan ekonomi di bawahnya yang memiliki lingkup lebih kecil," ujarnya.

Baca Juga:  CCEP Indonesia Tanda Tangani PKB dengan Kemenaker RI

Hal ini, kata Retno, diharapkan bisa mendorong dan memberikan insentif pada kegiatan ekonomi agar terus berjalan. Pasar di tingkat bawah akan bergerak karena daya beli masyarakat terjaga atau tumbuh.

- Advertisement -

"Rp600 ribu ini bisa sebagai insentif maupun sebagai stimulus untuk kembali menggerakkan ekonomi, sehingga orang bisa punya uang untuk dibelanjakan," ucap Retno.

Belanja masyarakat menjadi sangat penting karena akan memutar roda ekonomi di tingkat bawah. "Sebenarnya kita itu ingin mendorong supaya orang bisa menggunakan uangnya untuk belanja, karena ekonomi akan berjalan ketika orang itu bertransaksi," tegasnya.

- Advertisement -

Menurut Retno, wacana pemberian bantuan Rp600 ribu kepada karyawan yang bergaji di bawah Rp5 juta juga bertujuan untuk mempercepat penyerapan anggaran dana sosial.

Baca Juga:  Selain GR Supra, Mobil-mobil Keren Toyota Ini Akan Tampil di GIIAS 2019

"Salah satu keuntungannya adalah untuk penyerapan dana sosial sekaligus membantu karyawan yang terdampak Covid-19," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Retno bantuan tersebut juga menjadi salah satu stimulus ekonomi. Sehingga karyawan yang memperoleh bantuan tersebut bisa membelanjakan uangnya.

"Ekonomi Indonesia terus diperjuangkan untuk tumbuh kembali. Pemerintah menepis asumsi negatif sebagian orang yang menyebut perekonomian makin parah," imbuhnya.

Karena itu, banyak program digelar, termasuk untuk menyiasati ancaman kontraksi ekonomi kuartal III seperti yang dikhawatirkan beberapa pihak. "Jadi intinya, pada masa pandemi Covid-19, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai stimulus ekonomi terus disampaikan," paparnya.

Apabila semua program bantuan pemerintah bisa berjalan maksimal maka pertumbuhan ekonomi nasional akan kembali positif. "Penyerapan anggaran yang bagus itu imbasnya pada ekonomi juga," kata Retno.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah berencana memberikan bantuan Rp600 ribu pada pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta. Kebijakan itu adalah salah satu program untuk mempercepat penyerapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Terkait dengan program itu, Pengamat Ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Retno Tanding memberikan apresiasi positif atas kebijakan itu. Menurutnya, dampak dari Pandemi Covid-19 tidak hanya pada kesehatan tetapi juga kegiatan ekonomi yang melambat. Itulah yang saat ini terjadi di masyarakat.

Menurut Retno, ketika anggaran pemerintah dalam bentuk program kerja itu bisa dilaksanakan, maka akan terjadi trickle-down effect, yang dalam teori ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang berfokus pada pemilik uang yang akhirnya akan merembes ke lapisan masyarakat termiskin dan bermanfaat bagi semuanya.

"Dengan kata lain kegiatan ekonomi yang lebih besar diharapkan dapat memberikan efek terhadap kegiatan ekonomi di bawahnya yang memiliki lingkup lebih kecil," ujarnya.

Baca Juga:  Selain GR Supra, Mobil-mobil Keren Toyota Ini Akan Tampil di GIIAS 2019

Hal ini, kata Retno, diharapkan bisa mendorong dan memberikan insentif pada kegiatan ekonomi agar terus berjalan. Pasar di tingkat bawah akan bergerak karena daya beli masyarakat terjaga atau tumbuh.

"Rp600 ribu ini bisa sebagai insentif maupun sebagai stimulus untuk kembali menggerakkan ekonomi, sehingga orang bisa punya uang untuk dibelanjakan," ucap Retno.

Belanja masyarakat menjadi sangat penting karena akan memutar roda ekonomi di tingkat bawah. "Sebenarnya kita itu ingin mendorong supaya orang bisa menggunakan uangnya untuk belanja, karena ekonomi akan berjalan ketika orang itu bertransaksi," tegasnya.

Menurut Retno, wacana pemberian bantuan Rp600 ribu kepada karyawan yang bergaji di bawah Rp5 juta juga bertujuan untuk mempercepat penyerapan anggaran dana sosial.

Baca Juga:  Manager UPDK Pekanbaru Walkdown ke ULPLTG Teluk Lembu

"Salah satu keuntungannya adalah untuk penyerapan dana sosial sekaligus membantu karyawan yang terdampak Covid-19," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Retno bantuan tersebut juga menjadi salah satu stimulus ekonomi. Sehingga karyawan yang memperoleh bantuan tersebut bisa membelanjakan uangnya.

"Ekonomi Indonesia terus diperjuangkan untuk tumbuh kembali. Pemerintah menepis asumsi negatif sebagian orang yang menyebut perekonomian makin parah," imbuhnya.

Karena itu, banyak program digelar, termasuk untuk menyiasati ancaman kontraksi ekonomi kuartal III seperti yang dikhawatirkan beberapa pihak. "Jadi intinya, pada masa pandemi Covid-19, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai stimulus ekonomi terus disampaikan," paparnya.

Apabila semua program bantuan pemerintah bisa berjalan maksimal maka pertumbuhan ekonomi nasional akan kembali positif. "Penyerapan anggaran yang bagus itu imbasnya pada ekonomi juga," kata Retno.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari