Jumat, 9 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Biden Menguat, Rupiah Melesat

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini melesat. Hal itu dipicu karena adanya angin segar dari sentimen pemilihan presiden (Pilpres) AS atas kemenangan Biden untuk sementara ini. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), saat ini posisi rupiah berada di level 14.439.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Atiston Tjandra mengatakan, penguatan rupiah hari ini karena selera investasi pelaku pasar pada aset beresiko seperti pasar uang lebih berani.

"Pasar bisa saja mulai mengantisipasi kemenangan Biden yang ramah terhadap pasar sehingga pasar berani masuk ke aseti berisiko," ujar Tjandra dalam pesan singkatnya, Kamis (5/11).

Baca Juga:  PLN Sosialisasikan Aplikasi New PLN Mobile di Desa Salo Timur

Sebagai informasi, capres AS dari Demokrat Joe Biden semakin mendekati kemenangan. Hingga Kamis (5/11), hingga pukul 05.00 WIB, mantan wakil presiden itu telah mengantongi 264 suara elektoral (electoral college).

Artinya, Biden tinggal mengumpulkan 6 suara electoral college lagi untuk bisa meraih 270 suara electoral college dan mengalahkan calon petahana, Presiden Donald Trump dari Partai Republik. Sementara, Trump sudah mengumpulkan 214 suara, sehingga masih membutuhkan 56 suara elektoral lagi.

Selain itu, lanjutnya, pasar juga akan menyoroti data pertumbuhan nasional kuartal III tahun ini yang kelihatannya menunjukkan pemulihan ekonomi Indonesia dibandingkan kuartal sebelumnya. Serta, Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang telah ditandatangani oleh presiden.

Baca Juga:  Pimcab BRI Bangkinang Antarkan Hadiah Mobil ke Nasabah

"Ini cukup positif untuk rupiah. Sentimen positif lain adalah UU Ciptaker yang sudah ditandatangani dan kondisi kondusif. Potensi kisaran Rp14.350-Rp14.500," pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini melesat. Hal itu dipicu karena adanya angin segar dari sentimen pemilihan presiden (Pilpres) AS atas kemenangan Biden untuk sementara ini. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), saat ini posisi rupiah berada di level 14.439.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Atiston Tjandra mengatakan, penguatan rupiah hari ini karena selera investasi pelaku pasar pada aset beresiko seperti pasar uang lebih berani.

"Pasar bisa saja mulai mengantisipasi kemenangan Biden yang ramah terhadap pasar sehingga pasar berani masuk ke aseti berisiko," ujar Tjandra dalam pesan singkatnya, Kamis (5/11).

Baca Juga:  Stok Menipis, Daihatsu Siap Pacu Produksi

Sebagai informasi, capres AS dari Demokrat Joe Biden semakin mendekati kemenangan. Hingga Kamis (5/11), hingga pukul 05.00 WIB, mantan wakil presiden itu telah mengantongi 264 suara elektoral (electoral college).

Artinya, Biden tinggal mengumpulkan 6 suara electoral college lagi untuk bisa meraih 270 suara electoral college dan mengalahkan calon petahana, Presiden Donald Trump dari Partai Republik. Sementara, Trump sudah mengumpulkan 214 suara, sehingga masih membutuhkan 56 suara elektoral lagi.

- Advertisement -

Selain itu, lanjutnya, pasar juga akan menyoroti data pertumbuhan nasional kuartal III tahun ini yang kelihatannya menunjukkan pemulihan ekonomi Indonesia dibandingkan kuartal sebelumnya. Serta, Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang telah ditandatangani oleh presiden.

Baca Juga:  Pimcab BRI Bangkinang Antarkan Hadiah Mobil ke Nasabah

"Ini cukup positif untuk rupiah. Sentimen positif lain adalah UU Ciptaker yang sudah ditandatangani dan kondisi kondusif. Potensi kisaran Rp14.350-Rp14.500," pungkasnya.

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini melesat. Hal itu dipicu karena adanya angin segar dari sentimen pemilihan presiden (Pilpres) AS atas kemenangan Biden untuk sementara ini. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), saat ini posisi rupiah berada di level 14.439.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Atiston Tjandra mengatakan, penguatan rupiah hari ini karena selera investasi pelaku pasar pada aset beresiko seperti pasar uang lebih berani.

"Pasar bisa saja mulai mengantisipasi kemenangan Biden yang ramah terhadap pasar sehingga pasar berani masuk ke aseti berisiko," ujar Tjandra dalam pesan singkatnya, Kamis (5/11).

Baca Juga:  CDN Kampanye Keselamatan Berkendara untuk Siswa dan Wali Murid

Sebagai informasi, capres AS dari Demokrat Joe Biden semakin mendekati kemenangan. Hingga Kamis (5/11), hingga pukul 05.00 WIB, mantan wakil presiden itu telah mengantongi 264 suara elektoral (electoral college).

Artinya, Biden tinggal mengumpulkan 6 suara electoral college lagi untuk bisa meraih 270 suara electoral college dan mengalahkan calon petahana, Presiden Donald Trump dari Partai Republik. Sementara, Trump sudah mengumpulkan 214 suara, sehingga masih membutuhkan 56 suara elektoral lagi.

Selain itu, lanjutnya, pasar juga akan menyoroti data pertumbuhan nasional kuartal III tahun ini yang kelihatannya menunjukkan pemulihan ekonomi Indonesia dibandingkan kuartal sebelumnya. Serta, Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang telah ditandatangani oleh presiden.

Baca Juga:  Fox Harris Hotel Pekanbaru Buka Bersama Corporate dan Media

"Ini cukup positif untuk rupiah. Sentimen positif lain adalah UU Ciptaker yang sudah ditandatangani dan kondisi kondusif. Potensi kisaran Rp14.350-Rp14.500," pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari