Sabtu, 14 Maret 2026
- Advertisement -

Resmikan Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Melayu

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Melayu Riau. Bergabung secara virtual, menteri kelahiran Pekanbaru tersebut sangat mengapresiasi kehadiran fasilitas yang diharapkan dapat turut mendorong pelestarian khazanah budaya Melayu dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Riau tersebut.

”Kehadiran sentra ini harus menjadi penyemangat untuk kebangkitan ekonomi kreatif Riau di tengah pandemi ini,” tutur Menparekraf Sandiaga Uno ketika memberikan sambutan dalam acara peresmian yang berlangsung pada Sabtu (3/7).

Menparekraf juga mengharapkan agar sektor ekonomi kreatif di Riau terus dikembangkan, selain pariwisata. Apalagi Indonesia memiliki bonus demografi generasi muda.”Di masa pandemi kita semua harus berinovasi, beradaptasi dan berolaborasi," ujar Sandiaga.

Baca Juga:  BFI Finance Catatkan Pertumbuhan Positif di Pekanbaru

Sentra pengembangan budaya dan ekonomi kreatif Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berbasis budaya Melayu tersebut berlokasi di kompleks Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Gedung tersebut dibangun berukuran 10 x 36 meter. Di bagian dalam gedung berupa kios-kios terintegrasi untuk memamerkan hasil kerajinan dan makanan khas dari 12 kabupaten/kota di Riau. Setiap kabupaten/kota juga dapat menampilkan pertunjukan seni dan budaya Melayu secara rutin di lokasi tersebut.

Pembangunan Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Melayu Riau ini didanai SKK Migas-PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) melalui skema cost recovery.”Fasilitas ini dapat menjadi semacam etalase kekayaan seni-budaya dan produk UMKM khas Melayu Riau, sekaligus mendorong pelestarian khazanah budaya Melayu Riau yang begitu luhur,” ungkap Managing Director Chevron IBU & Presiden Direktur PT CPI Albert Simanjuntak.

Baca Juga:  Aqua AQW-78DD Miliki Fitur Hijab Mode

Dia mengharapkan dukungan pemerintah daerah untuk mempromosikan sentra ini sebagai salah satu destinasi “wajib-dikunjungi” bagi para wisatawan yang datang ke Riau.“Sehingga pengelolaannya dapat berkesinambungan.”

Pihak Pemprov Riau mengapresiasi kehadiran sentra ini. "Kami berharap Pak Menteri kelak menyempatkan datang ke Riau untuk turut membantu mempromosikan ekonomi kreatif Riau dengan khazanahnya yang kaya,” ungkap Gubernur Riau Syamsuar.(hen)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Melayu Riau. Bergabung secara virtual, menteri kelahiran Pekanbaru tersebut sangat mengapresiasi kehadiran fasilitas yang diharapkan dapat turut mendorong pelestarian khazanah budaya Melayu dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Riau tersebut.

”Kehadiran sentra ini harus menjadi penyemangat untuk kebangkitan ekonomi kreatif Riau di tengah pandemi ini,” tutur Menparekraf Sandiaga Uno ketika memberikan sambutan dalam acara peresmian yang berlangsung pada Sabtu (3/7).

Menparekraf juga mengharapkan agar sektor ekonomi kreatif di Riau terus dikembangkan, selain pariwisata. Apalagi Indonesia memiliki bonus demografi generasi muda.”Di masa pandemi kita semua harus berinovasi, beradaptasi dan berolaborasi," ujar Sandiaga.

Baca Juga:  Aqua AQW-78DD Miliki Fitur Hijab Mode

Sentra pengembangan budaya dan ekonomi kreatif Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berbasis budaya Melayu tersebut berlokasi di kompleks Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Gedung tersebut dibangun berukuran 10 x 36 meter. Di bagian dalam gedung berupa kios-kios terintegrasi untuk memamerkan hasil kerajinan dan makanan khas dari 12 kabupaten/kota di Riau. Setiap kabupaten/kota juga dapat menampilkan pertunjukan seni dan budaya Melayu secara rutin di lokasi tersebut.

Pembangunan Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Melayu Riau ini didanai SKK Migas-PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) melalui skema cost recovery.”Fasilitas ini dapat menjadi semacam etalase kekayaan seni-budaya dan produk UMKM khas Melayu Riau, sekaligus mendorong pelestarian khazanah budaya Melayu Riau yang begitu luhur,” ungkap Managing Director Chevron IBU & Presiden Direktur PT CPI Albert Simanjuntak.

- Advertisement -
Baca Juga:  HUT Ke-22 PSMTI Dirayakan Secara Virtual

Dia mengharapkan dukungan pemerintah daerah untuk mempromosikan sentra ini sebagai salah satu destinasi “wajib-dikunjungi” bagi para wisatawan yang datang ke Riau.“Sehingga pengelolaannya dapat berkesinambungan.”

Pihak Pemprov Riau mengapresiasi kehadiran sentra ini. "Kami berharap Pak Menteri kelak menyempatkan datang ke Riau untuk turut membantu mempromosikan ekonomi kreatif Riau dengan khazanahnya yang kaya,” ungkap Gubernur Riau Syamsuar.(hen)

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Melayu Riau. Bergabung secara virtual, menteri kelahiran Pekanbaru tersebut sangat mengapresiasi kehadiran fasilitas yang diharapkan dapat turut mendorong pelestarian khazanah budaya Melayu dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Riau tersebut.

”Kehadiran sentra ini harus menjadi penyemangat untuk kebangkitan ekonomi kreatif Riau di tengah pandemi ini,” tutur Menparekraf Sandiaga Uno ketika memberikan sambutan dalam acara peresmian yang berlangsung pada Sabtu (3/7).

Menparekraf juga mengharapkan agar sektor ekonomi kreatif di Riau terus dikembangkan, selain pariwisata. Apalagi Indonesia memiliki bonus demografi generasi muda.”Di masa pandemi kita semua harus berinovasi, beradaptasi dan berolaborasi," ujar Sandiaga.

Baca Juga:  Dipo Internasional Pahala Otomotif Lakukan First Delivery New Pajero Sport

Sentra pengembangan budaya dan ekonomi kreatif Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berbasis budaya Melayu tersebut berlokasi di kompleks Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Gedung tersebut dibangun berukuran 10 x 36 meter. Di bagian dalam gedung berupa kios-kios terintegrasi untuk memamerkan hasil kerajinan dan makanan khas dari 12 kabupaten/kota di Riau. Setiap kabupaten/kota juga dapat menampilkan pertunjukan seni dan budaya Melayu secara rutin di lokasi tersebut.

Pembangunan Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Melayu Riau ini didanai SKK Migas-PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) melalui skema cost recovery.”Fasilitas ini dapat menjadi semacam etalase kekayaan seni-budaya dan produk UMKM khas Melayu Riau, sekaligus mendorong pelestarian khazanah budaya Melayu Riau yang begitu luhur,” ungkap Managing Director Chevron IBU & Presiden Direktur PT CPI Albert Simanjuntak.

Baca Juga:  Layanan After Sales Kuat, Daihatsu Masih Jadi Pilihan Utama

Dia mengharapkan dukungan pemerintah daerah untuk mempromosikan sentra ini sebagai salah satu destinasi “wajib-dikunjungi” bagi para wisatawan yang datang ke Riau.“Sehingga pengelolaannya dapat berkesinambungan.”

Pihak Pemprov Riau mengapresiasi kehadiran sentra ini. "Kami berharap Pak Menteri kelak menyempatkan datang ke Riau untuk turut membantu mempromosikan ekonomi kreatif Riau dengan khazanahnya yang kaya,” ungkap Gubernur Riau Syamsuar.(hen)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari