Jumat, 3 April 2026
- Advertisement -

Pemerintah Lamban Tangani Asap, Mahasiswa dan Masyarakat Riau Protes

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Lambannya pemerintah menangani bencana kabut asap di Riau mendapat aksi protes dari Persatuan Pemuda, Mahasiswa dan Masyarakat Riau Jakarta. Aksi protes tersebut disampaikan di Kawasan CFD (car free day) Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Ahad (15/9).

Dengan menggunakan kaos hitam melambangkan berkabung, ratusan pemuda, mahasiswa dan masyarakat Riau Jakarta melakukan berbagai aksi dan penggalangan dana yang tersebar di beberapa titik di kawasan CFD Sudirman-Thamrin Jakarta. 

"Kami sangat menyesalkan pemerintah pusat yang sangat lambat dalam penanggulangan kebakaran hutan di Provinsi Riau," kata Koordinator Lapangan Bobby Irtanto.

Mereka yang mengatasnamakan Aliansi Kami Akan Mati itu memberikan protes pemerintah terkait bencana asap yang melanda Riau beberapa bulan ini. Akibatnya, banyak masyarakat terkena pentakit saluran pernapasan dan bahkan ada yang meninggal dan jutaan masyarakat yang terpapar asap.

Baca Juga:  Kabar Baik, 10.844 Orang di Cina Sembuh

"Kabut asap yang menyelimuti Riau mengakibatkan ribuan orang mengalami ISPA tanpa adanya bantuan dari pemerintah sedikitpun dan hingga saat ini korban dari bencana asap akan terus bertambah jika tidak cepat ditanggulangi," ungkapnya.

Hendri Marhadi selaku Koordinator Umum Aliansi Kami Akan Mati menambahkan, presiden dan pemerintah daerah harus serius dalam menangani bencana kabut yang disebabkan pembakaran lahan dan hutan tersebut. Mereka juga mendesak agar penegak hukum untuk menindak tegas perusahaan dan mencabut izin lahan di mana ditemukan titik api.

 "Kami meminta Presiden Jokowi dan pemerintah daerah maupun pusat untuk mengatasi persoalan-persoalan asap di Riau yang terjadi sudah bertahun-tahun,. Kami mendesak pemerintah pusat agar persolan asap Riau menjadi bencana nasional, meminta transparansi hukum terkait korporasi  yang terbukti membakar lahan," tegasnya.

Baca Juga:  Rocky Gerung Sebut Pengungkapan Kasus Novel Dibuat Rumit

"Kami tidak akan diam. Kami akan terus bersuara lantang di Jakarta sampai asap di Riau tidak ada lagi," tandasnya.

Aksi protes juga dilakukan dengan cara berbeda yaitu menampilkan  teatrikal dan memakai atribut yang menggambarkan kesengsaraan masyarakat Riau untuk mendapatkan udara akibat kebakaran lahan. 

Mereka mengenakkan pakain compang camping sambil memakai masker dan menenteng tabung oksigen.   

"Ini sebagai bentuk aksi protes kita dan lrhadap pemerintah dan memberitahu masyarakat luas bagaiman kondisi Riau saat ini. Kondisi Riau tiap asap yang hampir tiap tahun," katanya. 

"Kita ingin membuka mata semua orang. Meskipun hal ini tidak belum ada apa-apanya. Tapi kami juga akan membuat aksi selanjutnya jika pemerintah belum juga bisa mengatasi asap. Bukan aksi damai lagi," pungkasnya. 

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: Edwir

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Lambannya pemerintah menangani bencana kabut asap di Riau mendapat aksi protes dari Persatuan Pemuda, Mahasiswa dan Masyarakat Riau Jakarta. Aksi protes tersebut disampaikan di Kawasan CFD (car free day) Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Ahad (15/9).

Dengan menggunakan kaos hitam melambangkan berkabung, ratusan pemuda, mahasiswa dan masyarakat Riau Jakarta melakukan berbagai aksi dan penggalangan dana yang tersebar di beberapa titik di kawasan CFD Sudirman-Thamrin Jakarta. 

"Kami sangat menyesalkan pemerintah pusat yang sangat lambat dalam penanggulangan kebakaran hutan di Provinsi Riau," kata Koordinator Lapangan Bobby Irtanto.

Mereka yang mengatasnamakan Aliansi Kami Akan Mati itu memberikan protes pemerintah terkait bencana asap yang melanda Riau beberapa bulan ini. Akibatnya, banyak masyarakat terkena pentakit saluran pernapasan dan bahkan ada yang meninggal dan jutaan masyarakat yang terpapar asap.

Baca Juga:  JCH Riau Masuk Embarkasi Haji Antara 17 Juni

"Kabut asap yang menyelimuti Riau mengakibatkan ribuan orang mengalami ISPA tanpa adanya bantuan dari pemerintah sedikitpun dan hingga saat ini korban dari bencana asap akan terus bertambah jika tidak cepat ditanggulangi," ungkapnya.

- Advertisement -

Hendri Marhadi selaku Koordinator Umum Aliansi Kami Akan Mati menambahkan, presiden dan pemerintah daerah harus serius dalam menangani bencana kabut yang disebabkan pembakaran lahan dan hutan tersebut. Mereka juga mendesak agar penegak hukum untuk menindak tegas perusahaan dan mencabut izin lahan di mana ditemukan titik api.

 "Kami meminta Presiden Jokowi dan pemerintah daerah maupun pusat untuk mengatasi persoalan-persoalan asap di Riau yang terjadi sudah bertahun-tahun,. Kami mendesak pemerintah pusat agar persolan asap Riau menjadi bencana nasional, meminta transparansi hukum terkait korporasi  yang terbukti membakar lahan," tegasnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Dinyatakan Sembuh, Menhub Budi Karya Kembali ke Kediamannya

"Kami tidak akan diam. Kami akan terus bersuara lantang di Jakarta sampai asap di Riau tidak ada lagi," tandasnya.

Aksi protes juga dilakukan dengan cara berbeda yaitu menampilkan  teatrikal dan memakai atribut yang menggambarkan kesengsaraan masyarakat Riau untuk mendapatkan udara akibat kebakaran lahan. 

Mereka mengenakkan pakain compang camping sambil memakai masker dan menenteng tabung oksigen.   

"Ini sebagai bentuk aksi protes kita dan lrhadap pemerintah dan memberitahu masyarakat luas bagaiman kondisi Riau saat ini. Kondisi Riau tiap asap yang hampir tiap tahun," katanya. 

"Kita ingin membuka mata semua orang. Meskipun hal ini tidak belum ada apa-apanya. Tapi kami juga akan membuat aksi selanjutnya jika pemerintah belum juga bisa mengatasi asap. Bukan aksi damai lagi," pungkasnya. 

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: Edwir

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Lambannya pemerintah menangani bencana kabut asap di Riau mendapat aksi protes dari Persatuan Pemuda, Mahasiswa dan Masyarakat Riau Jakarta. Aksi protes tersebut disampaikan di Kawasan CFD (car free day) Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Ahad (15/9).

Dengan menggunakan kaos hitam melambangkan berkabung, ratusan pemuda, mahasiswa dan masyarakat Riau Jakarta melakukan berbagai aksi dan penggalangan dana yang tersebar di beberapa titik di kawasan CFD Sudirman-Thamrin Jakarta. 

"Kami sangat menyesalkan pemerintah pusat yang sangat lambat dalam penanggulangan kebakaran hutan di Provinsi Riau," kata Koordinator Lapangan Bobby Irtanto.

Mereka yang mengatasnamakan Aliansi Kami Akan Mati itu memberikan protes pemerintah terkait bencana asap yang melanda Riau beberapa bulan ini. Akibatnya, banyak masyarakat terkena pentakit saluran pernapasan dan bahkan ada yang meninggal dan jutaan masyarakat yang terpapar asap.

Baca Juga:  Stok Vaksin Menipis, 21.890 Warga Rohul Menunggu Vaksinasi Dosis Kedua

"Kabut asap yang menyelimuti Riau mengakibatkan ribuan orang mengalami ISPA tanpa adanya bantuan dari pemerintah sedikitpun dan hingga saat ini korban dari bencana asap akan terus bertambah jika tidak cepat ditanggulangi," ungkapnya.

Hendri Marhadi selaku Koordinator Umum Aliansi Kami Akan Mati menambahkan, presiden dan pemerintah daerah harus serius dalam menangani bencana kabut yang disebabkan pembakaran lahan dan hutan tersebut. Mereka juga mendesak agar penegak hukum untuk menindak tegas perusahaan dan mencabut izin lahan di mana ditemukan titik api.

 "Kami meminta Presiden Jokowi dan pemerintah daerah maupun pusat untuk mengatasi persoalan-persoalan asap di Riau yang terjadi sudah bertahun-tahun,. Kami mendesak pemerintah pusat agar persolan asap Riau menjadi bencana nasional, meminta transparansi hukum terkait korporasi  yang terbukti membakar lahan," tegasnya.

Baca Juga:  Kabar Baik, 10.844 Orang di Cina Sembuh

"Kami tidak akan diam. Kami akan terus bersuara lantang di Jakarta sampai asap di Riau tidak ada lagi," tandasnya.

Aksi protes juga dilakukan dengan cara berbeda yaitu menampilkan  teatrikal dan memakai atribut yang menggambarkan kesengsaraan masyarakat Riau untuk mendapatkan udara akibat kebakaran lahan. 

Mereka mengenakkan pakain compang camping sambil memakai masker dan menenteng tabung oksigen.   

"Ini sebagai bentuk aksi protes kita dan lrhadap pemerintah dan memberitahu masyarakat luas bagaiman kondisi Riau saat ini. Kondisi Riau tiap asap yang hampir tiap tahun," katanya. 

"Kita ingin membuka mata semua orang. Meskipun hal ini tidak belum ada apa-apanya. Tapi kami juga akan membuat aksi selanjutnya jika pemerintah belum juga bisa mengatasi asap. Bukan aksi damai lagi," pungkasnya. 

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: Edwir

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari