Selasa, 10 Maret 2026
- Advertisement -

Herman Abdullah, Wali Kota Pekanbaru 2001-2011 Meninggal Dunia

(RIAUPOS.CO) – Kabar duka menyelimuti warga Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau secara umum, Ahad (27/2/2022) malam. Wali Kota Pekanbaru dua periode, Drs Herman Abdullah MM tutup usia di RS Awal Bros Pekanbaru.

Kabar meninggalnya Herman Abdullah dibenarkan oleh anaknya Irvan Herman. "Iya benar, ayah kami wafat," ujar Irvan Herman, kepada wartawan Ahad, (27/2/2022).

Wasekjen DPP PAN itu mengatakan, Herman Abdullah wafat sekitar pukul 20.00 WIB. "Setelah beberapa hari dirawat, beliau menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 20.00 WIB. Mohon doanya, dan jika ada kesalahan mohon ayah kami dimaafkan," jelasnya.

Kabar meninggalnya sosok yang dua periode pernah memimpin Kota Pekanbaru ini juga dibenarkan oleh Chairani Kepala DP3A Pekanbaru yang juga merupakan keponakan almarhum. "Iya. Sekarang masih di Awal Bross. Kami dari keluarga besar memohon doa masyarakat ya, " kata dia melalui sambungan telepon. 

Baca Juga:  Long Weekend, Ruas Jalan Protokol Pekanbaru Macet Parah

Drs H Herman Abdullah MM lahir 18 Juli 1950. Dia merupakan Wali Kota Pekanbaru dua periode yakni 2001-2006 dan 2006-2011. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru.

Herman Abdullah merupakan putra Buya Abdullah Hasan, ulama Minangkabau dari Pangkalan Koto Baru, Lima Puluhkota, Sumatra Barat. Secara garis ibu, Herman Abdullah ialah  bersuku Domo dari Kenegerian Air Tiris, Kampar.

Ia memulai kariernya di pemerintahan Kota Pekanbaru sebagai Ketua Bappeda, kemudian menjadi Sekretaris Daerah, dan wali kota. Selama kepemimpinannya ia banyak melakukan pembenahan di Pekanbaru. Antara lain di bidang kebersihan dan tata kota, dimana pada masa pemerintahannya, Pekanbaru berhasil meraih Piala Adipura sebanyak tujuh kali berturut-turut. Selain itu, Herman juga memperoleh Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) beberapa kali.

Baca Juga:  Perlu Kajian Pembukaan U-Turn Pasar Cik Puan

Herman juga berhasil mengundang investor luar untuk berinvestasi di Pekanbaru. Hal ini ditandai dengan banyaknya perusahaan pengembang yang mengembangkan proyek propertinya di kota ini. Berkat prestasinya itu, ia banyak mendapatkan penghargaan. Antara lain ialah Satya Lencana Pembangunan Presiden RI pada tahun 2005.

Laporan M Ali Nurman dan Yusnir (Pekanbaru)

 

 

(RIAUPOS.CO) – Kabar duka menyelimuti warga Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau secara umum, Ahad (27/2/2022) malam. Wali Kota Pekanbaru dua periode, Drs Herman Abdullah MM tutup usia di RS Awal Bros Pekanbaru.

Kabar meninggalnya Herman Abdullah dibenarkan oleh anaknya Irvan Herman. "Iya benar, ayah kami wafat," ujar Irvan Herman, kepada wartawan Ahad, (27/2/2022).

Wasekjen DPP PAN itu mengatakan, Herman Abdullah wafat sekitar pukul 20.00 WIB. "Setelah beberapa hari dirawat, beliau menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 20.00 WIB. Mohon doanya, dan jika ada kesalahan mohon ayah kami dimaafkan," jelasnya.

Kabar meninggalnya sosok yang dua periode pernah memimpin Kota Pekanbaru ini juga dibenarkan oleh Chairani Kepala DP3A Pekanbaru yang juga merupakan keponakan almarhum. "Iya. Sekarang masih di Awal Bross. Kami dari keluarga besar memohon doa masyarakat ya, " kata dia melalui sambungan telepon. 

Baca Juga:  Kejar Herd Immunity, Gencarkan Vaksinasi Massal

Drs H Herman Abdullah MM lahir 18 Juli 1950. Dia merupakan Wali Kota Pekanbaru dua periode yakni 2001-2006 dan 2006-2011. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru.

- Advertisement -

Herman Abdullah merupakan putra Buya Abdullah Hasan, ulama Minangkabau dari Pangkalan Koto Baru, Lima Puluhkota, Sumatra Barat. Secara garis ibu, Herman Abdullah ialah  bersuku Domo dari Kenegerian Air Tiris, Kampar.

Ia memulai kariernya di pemerintahan Kota Pekanbaru sebagai Ketua Bappeda, kemudian menjadi Sekretaris Daerah, dan wali kota. Selama kepemimpinannya ia banyak melakukan pembenahan di Pekanbaru. Antara lain di bidang kebersihan dan tata kota, dimana pada masa pemerintahannya, Pekanbaru berhasil meraih Piala Adipura sebanyak tujuh kali berturut-turut. Selain itu, Herman juga memperoleh Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) beberapa kali.

- Advertisement -
Baca Juga:  Evaluasi Pihak Ketiga, Kaji Kerja Sama RT

Herman juga berhasil mengundang investor luar untuk berinvestasi di Pekanbaru. Hal ini ditandai dengan banyaknya perusahaan pengembang yang mengembangkan proyek propertinya di kota ini. Berkat prestasinya itu, ia banyak mendapatkan penghargaan. Antara lain ialah Satya Lencana Pembangunan Presiden RI pada tahun 2005.

Laporan M Ali Nurman dan Yusnir (Pekanbaru)

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

(RIAUPOS.CO) – Kabar duka menyelimuti warga Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau secara umum, Ahad (27/2/2022) malam. Wali Kota Pekanbaru dua periode, Drs Herman Abdullah MM tutup usia di RS Awal Bros Pekanbaru.

Kabar meninggalnya Herman Abdullah dibenarkan oleh anaknya Irvan Herman. "Iya benar, ayah kami wafat," ujar Irvan Herman, kepada wartawan Ahad, (27/2/2022).

Wasekjen DPP PAN itu mengatakan, Herman Abdullah wafat sekitar pukul 20.00 WIB. "Setelah beberapa hari dirawat, beliau menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 20.00 WIB. Mohon doanya, dan jika ada kesalahan mohon ayah kami dimaafkan," jelasnya.

Kabar meninggalnya sosok yang dua periode pernah memimpin Kota Pekanbaru ini juga dibenarkan oleh Chairani Kepala DP3A Pekanbaru yang juga merupakan keponakan almarhum. "Iya. Sekarang masih di Awal Bross. Kami dari keluarga besar memohon doa masyarakat ya, " kata dia melalui sambungan telepon. 

Baca Juga:  Disdik Kota Pekanbaru Tegaskan Tak Ada Paksaan Beli Seragam

Drs H Herman Abdullah MM lahir 18 Juli 1950. Dia merupakan Wali Kota Pekanbaru dua periode yakni 2001-2006 dan 2006-2011. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru.

Herman Abdullah merupakan putra Buya Abdullah Hasan, ulama Minangkabau dari Pangkalan Koto Baru, Lima Puluhkota, Sumatra Barat. Secara garis ibu, Herman Abdullah ialah  bersuku Domo dari Kenegerian Air Tiris, Kampar.

Ia memulai kariernya di pemerintahan Kota Pekanbaru sebagai Ketua Bappeda, kemudian menjadi Sekretaris Daerah, dan wali kota. Selama kepemimpinannya ia banyak melakukan pembenahan di Pekanbaru. Antara lain di bidang kebersihan dan tata kota, dimana pada masa pemerintahannya, Pekanbaru berhasil meraih Piala Adipura sebanyak tujuh kali berturut-turut. Selain itu, Herman juga memperoleh Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) beberapa kali.

Baca Juga:  99,7 Persen Siswa SMK di Riau Lulus

Herman juga berhasil mengundang investor luar untuk berinvestasi di Pekanbaru. Hal ini ditandai dengan banyaknya perusahaan pengembang yang mengembangkan proyek propertinya di kota ini. Berkat prestasinya itu, ia banyak mendapatkan penghargaan. Antara lain ialah Satya Lencana Pembangunan Presiden RI pada tahun 2005.

Laporan M Ali Nurman dan Yusnir (Pekanbaru)

 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari