PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kelulusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Riau untuk tahun ajaran 2021/2022 telah diumumkan 3 Juni 2022. Hasilnya, tingkat kelulusan mencapai 99,7 persen.
Dengan demikian maka hanya 0,3 persen siswa yang tidak lulus tahun ini. Itu pun bukan karena pihak sekolah, tetapi akibat masalah pribadi. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau M Job Kurniawan mengatakan, dari 12 kabupaten/kota, tingkat kelulusan siswa tertinggi adalah Kota Dumai dan Kabupatan Rokan Hilir yakni mencapai 100 persen.
Sedangkan untuk kabupaten/kota dengan tingkat tidak lulus yang tertinggi adalah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Rokan Hulu dengan masing-masing 15 siswa.
"Tahun ini tingkat kelulusan siswa SMK secara umum di Riau 99,7 persen, hanya ada dua daerah yang siswanya lulus 100 persen. Ada beberapa pertimbangan dari sekolah tidak meluluskan siswanya karena memang sekarang kelulusan siswa ditentukan oleh sekolah," kata M Job, Ahad (5/6).
Dipaparkan M Job, jumlah siswa yang lulus di Kota Pekanbaru sebanyak 9.360 orang dan tidak lulus 15 orang. Kota Dumai lulus 2.399 orang. Kabupaten Kampar 2.462 orang dan tidak lulus dua orang. Indragiri Hulu 2.598 orang dan tidak lulus tiga orang. Indragiri Hilir 1.666 orang dan tidak lulus 11 orang. Bengkalis 2.403 orang dan tidak lulus sembilan orang.
"Pelalawan yang lulus 1.893 orang dan tidak lulus enam orang. Rokan Hulu 3.088 orang, tidak lulus 15 orang. Rokan Hilir yang lulus 2.163 orang. Siak 2.398 orang yang lulus dan lima orang tidak lulus. Kuantan Singingi 1.609 orang lulus dan 13 orang tidak lulus. Kepulauan Meranti 5.30 orang lulus dan satu orang tidak lulus. Jumlah siswa yang lulus tahun ini se-kabupaten/kota sebanyak 32.559 siswa. Sedangkan siswa yang tidak lulus 80 siswa. Jumlah siswa kelas XII seluruh Riau sebanyak 32.639 siswa," paparnya.
Lebih lanjut dikatakannya, beberapa kendala adanya siswa yang tidak lulus tersebut karena kendala pribadi dari para siswa tersebut. "Seperti ada yang menikah sebelum mengikuti ujian, tidak masuk sekolah karena bekerja, dan ada juga yang meninggal dunia. Jadi alasan siswa tersebut tidak diluluskan sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar M Job.
Dijelaskan M Job, kelulusan siswa sudah diumumkan pada 3 Juni 2022 lalu. Pengumuman melalui online masing-masing sekolah sehingga tidak ada siswa yang datang ke sekolah. Kalaupun ada di sekolah hanya melihat dari papan pengumuman.
Kelulusan tersebut dikeluarkan berdasarkan nilai akumulasi siswa karena saat ini tidak ada dilaksanakan ujian nasional (UN). "Pengumuman dilakukan secara online agar siswa yang lulus tidak ada yang turun ke jalan dan melakukan aksi coret-coret baju," sebutnya.
Sementara itu, untuk tingkat kelulusan siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Riau telah diumumkan 5 Mei lalu dan untuk tahun ajaran 2021/2022 tingkat kelulusan tercatat 99,5 persen. Di mana hanya 0,5 persen siswa yang tidak lulus tahun ini akibat masalah pribadi dan bukan karena pihak sekolah.
Adapun jumlah siswa yang lulus tahun ini se-kabupaten/kota sebanyak 44.955 siswa dan yang tidak lulus 112 siswa. Sedangkan untuk jumlah siswa kelas XII seluruh Riau sebanyak 45.219 siswa.(sol)


