Rabu, 26 Agustus 2026
- Advertisement -

Rawat Busi untuk Jaga Performa Mesin Motor

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Busi memiliki fungsi untuk membakar campuran udara atau bahan bakar serta membantu untuk melepas panas dari ruang pembakaran. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih busi untuk performa mesin yang lebih baik adalah ukuran busi, angka panas busi dan penampilan fisik busi.

Jangan sampai salah untuk memilih busi, karena harus disesuaikan dengan spesifikasi yang sudah dikeluarkan oleh pabrikan dan di setiap busi memiliki kode.

"Busi berperan dalam memaksimalkan pembakaran di dalam ruang bakar, karena itu juga perlu diperhatikan perawatannya sehingga dapat berfungsi dengan baik. Dengan begitu mendukung performa mesin dan mengoptimalkan penggunaan bahan bakar," papar Muslian, Manager Service Main Dealer Yamaha PT Thamrin Brothers.

Baca Juga:  Sudah Nasib, 3 Zodiak Bernasib Kurang Beruntung

Berikut hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan busi. Caranya mudah, cukup melihat pembakaran di kepala busi.

Jika berwarna hitam, hitam pekat atau putih maka kemungkinan terdapat bagian komponen yang sudah mengalami keausan di bagian mesin di dalam ruang bakar. Warna ideal sedikit lebih coklat pada bagian kepala busi.

Pada penggunaan setiap 2000 km – 3000 km harus dicek dan dibersihkan. Cek karbon dan kerak, lalu dibersihkan insolatornya.

Penting juga untuk melihat gap atau celah businya, diperiksa jangan terlalu renggang atau jauh. Jika terlalu jauh akan berakibat sulit untuk dinyalakan. Sedangkan jika terlalu dekat atau rapat akan mengakibatkan mesin cenederung panas.

Baca Juga:  Goliath Tigerfish, si Predator Ganas Air Tawar

Pada penggunaan setiap 2000 km – 3000 km, busi wajib diganti sesuai kode busi masing-masing kendaraan. Dampaknya jika tidak diganti ketika penggunaannya melewati jarak pemakaian tersebut, maka performa mesin motor akan mengalami penurunan.

Tidak hanya performa mesin menurun. Efek terparah dari busi yang rusak bahkan dapat membuat bensin lebih boros.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Busi memiliki fungsi untuk membakar campuran udara atau bahan bakar serta membantu untuk melepas panas dari ruang pembakaran. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih busi untuk performa mesin yang lebih baik adalah ukuran busi, angka panas busi dan penampilan fisik busi.

Jangan sampai salah untuk memilih busi, karena harus disesuaikan dengan spesifikasi yang sudah dikeluarkan oleh pabrikan dan di setiap busi memiliki kode.

"Busi berperan dalam memaksimalkan pembakaran di dalam ruang bakar, karena itu juga perlu diperhatikan perawatannya sehingga dapat berfungsi dengan baik. Dengan begitu mendukung performa mesin dan mengoptimalkan penggunaan bahan bakar," papar Muslian, Manager Service Main Dealer Yamaha PT Thamrin Brothers.

Baca Juga:  Hindari Tiga Masalah Ini, Agar Mobil Anda Tak Turun Mesin

Berikut hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan busi. Caranya mudah, cukup melihat pembakaran di kepala busi.

Jika berwarna hitam, hitam pekat atau putih maka kemungkinan terdapat bagian komponen yang sudah mengalami keausan di bagian mesin di dalam ruang bakar. Warna ideal sedikit lebih coklat pada bagian kepala busi.

- Advertisement -

Pada penggunaan setiap 2000 km – 3000 km harus dicek dan dibersihkan. Cek karbon dan kerak, lalu dibersihkan insolatornya.

Penting juga untuk melihat gap atau celah businya, diperiksa jangan terlalu renggang atau jauh. Jika terlalu jauh akan berakibat sulit untuk dinyalakan. Sedangkan jika terlalu dekat atau rapat akan mengakibatkan mesin cenederung panas.

- Advertisement -
Baca Juga:  Studio Make Up Rental, Bantu MUA Baru Kembangkan Sayap

Pada penggunaan setiap 2000 km – 3000 km, busi wajib diganti sesuai kode busi masing-masing kendaraan. Dampaknya jika tidak diganti ketika penggunaannya melewati jarak pemakaian tersebut, maka performa mesin motor akan mengalami penurunan.

Tidak hanya performa mesin menurun. Efek terparah dari busi yang rusak bahkan dapat membuat bensin lebih boros.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Busi memiliki fungsi untuk membakar campuran udara atau bahan bakar serta membantu untuk melepas panas dari ruang pembakaran. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih busi untuk performa mesin yang lebih baik adalah ukuran busi, angka panas busi dan penampilan fisik busi.

Jangan sampai salah untuk memilih busi, karena harus disesuaikan dengan spesifikasi yang sudah dikeluarkan oleh pabrikan dan di setiap busi memiliki kode.

"Busi berperan dalam memaksimalkan pembakaran di dalam ruang bakar, karena itu juga perlu diperhatikan perawatannya sehingga dapat berfungsi dengan baik. Dengan begitu mendukung performa mesin dan mengoptimalkan penggunaan bahan bakar," papar Muslian, Manager Service Main Dealer Yamaha PT Thamrin Brothers.

Baca Juga:  Sekadar Mengingatkan, 3 Zodiak Ini Akan Ditusuk Teman dari Belakang di Bulan Ini

Berikut hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan busi. Caranya mudah, cukup melihat pembakaran di kepala busi.

Jika berwarna hitam, hitam pekat atau putih maka kemungkinan terdapat bagian komponen yang sudah mengalami keausan di bagian mesin di dalam ruang bakar. Warna ideal sedikit lebih coklat pada bagian kepala busi.

Pada penggunaan setiap 2000 km – 3000 km harus dicek dan dibersihkan. Cek karbon dan kerak, lalu dibersihkan insolatornya.

Penting juga untuk melihat gap atau celah businya, diperiksa jangan terlalu renggang atau jauh. Jika terlalu jauh akan berakibat sulit untuk dinyalakan. Sedangkan jika terlalu dekat atau rapat akan mengakibatkan mesin cenederung panas.

Baca Juga:  Sudah Nasib, 3 Zodiak Bernasib Kurang Beruntung

Pada penggunaan setiap 2000 km – 3000 km, busi wajib diganti sesuai kode busi masing-masing kendaraan. Dampaknya jika tidak diganti ketika penggunaannya melewati jarak pemakaian tersebut, maka performa mesin motor akan mengalami penurunan.

Tidak hanya performa mesin menurun. Efek terparah dari busi yang rusak bahkan dapat membuat bensin lebih boros.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari