Minggu, 12 April 2026
- Advertisement -

Kompor

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Nana sedang memasak di dapur. Ia membuat nasi goreng untuk makan malam dengan adiknya.

Ia pun memasukkn bumbu satu per satu dan kemudian memasukkan nasi. Dengan santai ia mengaduk-aduk nasi tersebut, sambil bernyanyi riang gembira.

Namun, ia heran karena merasa menggoreng nasi dengan api sekecil mungkin. Bukan api berwarna biru yang keluar dari kompor gas, melainkan api berwarna kuning yang menyala.

Kendati demikian, ia tak menggubrisnya dan terus mengaduk nasi goreng dalam wajan. Api pun semakin membesar dan membuat Nana panik. Ia mematikan api tapi api tak kunjung padam.

Mendengar teriakan kakaknya di dapur, adik Nana langsung berlari dan kaget melihat api yang menyala-nyala. Ia segera menyiram kompor dengan api namun tidak padam.

Baca Juga:  Ini Kata Pengacara tentang Habib Rizieq Sulit Pulang ke Indonesia

Akhirnya Nana tersadar, beberapa waktu lalu ia meletakkan kain di bawah kompor agar kompor tidak bergerak-gerak karena meja yang licin. "Alamaak, bukan kompornya yang terbakar. Itu kainnya," ujar Nana.

Nana langsung mengangkat kompornya dan menarik ujung kain yang terbakar dari bawah kompor gas, kemudian menyiramnya dengan air hingga padam.(anf)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Nana sedang memasak di dapur. Ia membuat nasi goreng untuk makan malam dengan adiknya.

Ia pun memasukkn bumbu satu per satu dan kemudian memasukkan nasi. Dengan santai ia mengaduk-aduk nasi tersebut, sambil bernyanyi riang gembira.

Namun, ia heran karena merasa menggoreng nasi dengan api sekecil mungkin. Bukan api berwarna biru yang keluar dari kompor gas, melainkan api berwarna kuning yang menyala.

Kendati demikian, ia tak menggubrisnya dan terus mengaduk nasi goreng dalam wajan. Api pun semakin membesar dan membuat Nana panik. Ia mematikan api tapi api tak kunjung padam.

Mendengar teriakan kakaknya di dapur, adik Nana langsung berlari dan kaget melihat api yang menyala-nyala. Ia segera menyiram kompor dengan api namun tidak padam.

- Advertisement -
Baca Juga:  SKB Seragam Sekolah Bertentangan dengan UU

Akhirnya Nana tersadar, beberapa waktu lalu ia meletakkan kain di bawah kompor agar kompor tidak bergerak-gerak karena meja yang licin. "Alamaak, bukan kompornya yang terbakar. Itu kainnya," ujar Nana.

Nana langsung mengangkat kompornya dan menarik ujung kain yang terbakar dari bawah kompor gas, kemudian menyiramnya dengan air hingga padam.(anf)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Nana sedang memasak di dapur. Ia membuat nasi goreng untuk makan malam dengan adiknya.

Ia pun memasukkn bumbu satu per satu dan kemudian memasukkan nasi. Dengan santai ia mengaduk-aduk nasi tersebut, sambil bernyanyi riang gembira.

Namun, ia heran karena merasa menggoreng nasi dengan api sekecil mungkin. Bukan api berwarna biru yang keluar dari kompor gas, melainkan api berwarna kuning yang menyala.

Kendati demikian, ia tak menggubrisnya dan terus mengaduk nasi goreng dalam wajan. Api pun semakin membesar dan membuat Nana panik. Ia mematikan api tapi api tak kunjung padam.

Mendengar teriakan kakaknya di dapur, adik Nana langsung berlari dan kaget melihat api yang menyala-nyala. Ia segera menyiram kompor dengan api namun tidak padam.

Baca Juga:  WhatsApp Hentikan Dukungan untuk Ponsel Jadul

Akhirnya Nana tersadar, beberapa waktu lalu ia meletakkan kain di bawah kompor agar kompor tidak bergerak-gerak karena meja yang licin. "Alamaak, bukan kompornya yang terbakar. Itu kainnya," ujar Nana.

Nana langsung mengangkat kompornya dan menarik ujung kain yang terbakar dari bawah kompor gas, kemudian menyiramnya dengan air hingga padam.(anf)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari