Sabtu, 14 Februari 2026
- Advertisement -

Bayar Parkir Bisa Nontunai

PEKANBARU (RIUAPOS.CO) – Ada dua opsi pembayaran parkir tepi jalan umum yang dapat dilakukan masyarakat Kota Pekanbaru saat ini. Secara tunai dan non-tunai. Untuk non-tunai, pekan ini akan mulai digunakan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Yuliarso melalui Kepala UPT Perparkiran, Radinal mengatakan, awal pekan ini akan me-launching penggunaan kode Quick Response (QR) dalam pembayaran parkir non-tunai. “In sha Allah kami akan launching lagi terkait penggunaan QR code,"kata Radinal, akhir pekan lalu.

QR code sendiri merupakan media yang digunakan untuk pembayaran non-tunai. Setiap juru parkir (Jukir) akan dibekali dengan masing-masing QR code.

Pengendara nantinya dapat memilih membayar secara tunai atau menggunakan barcode tersebut. "Setiap koordinator beda-beda barcode-nya. Nanti masyarakat bisa bayar pakai aplikasi QRIS (QR Code Indonesian Standar). Download dulu aplikasinya,"terangnya.

Baca Juga:  33 Formasi CPNS Diperebutkan 3.062 Pelamar

Ia mengungkapkan, pihaknya bersama PT Yabisa Sukses Mandiri (YSM) selaku rekanan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru merencanakan akan me-launching pada, Senin (13/9) besok.

Menurutnya, ini sebagai bentuk komitmen bersama pihak ketiga untuk memaksimalkan pelayanan jasa layanan parkir tepi jalan umum kepada masyarakat.

Dengan penggunaan teknologi, ini merupakan wajah baru dari sistem perparkiran di Kota Pekanbaru. Pembayaran nontunai sendiri dapat meminimalisir potensi kebocoran tarif parkir.

"Kalau sudah non-tunai kan jelas. Uang nya langsung masuk ke bank penampungan. Jelang penggunaan ini jukir juga diberikan pemahaman untuk penggunaan alat,"ungkapnya.

Selain penggunaan QR code, PT YSM akan menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) sebagai media pembayaran jasa layanan parkir non-tunai. Mesin ini akan disebar ke 500 titik parkir tepi jalan umum.

Baca Juga:  Jalan Payung Sekaki Rusak Parah dan Minim Penerangan

"Nanti di Oktober baru pakai mesin EDC. Ada 500 mesin yang akan dipasang secara bertahap. Maka akan lebih transparansi, berapa kendaraan yang masuk, berapa uang yang disetorkan,"tutupnya.(yls)

Laporan M ALI NURMAN, Kota

 

PEKANBARU (RIUAPOS.CO) – Ada dua opsi pembayaran parkir tepi jalan umum yang dapat dilakukan masyarakat Kota Pekanbaru saat ini. Secara tunai dan non-tunai. Untuk non-tunai, pekan ini akan mulai digunakan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Yuliarso melalui Kepala UPT Perparkiran, Radinal mengatakan, awal pekan ini akan me-launching penggunaan kode Quick Response (QR) dalam pembayaran parkir non-tunai. “In sha Allah kami akan launching lagi terkait penggunaan QR code,"kata Radinal, akhir pekan lalu.

QR code sendiri merupakan media yang digunakan untuk pembayaran non-tunai. Setiap juru parkir (Jukir) akan dibekali dengan masing-masing QR code.

Pengendara nantinya dapat memilih membayar secara tunai atau menggunakan barcode tersebut. "Setiap koordinator beda-beda barcode-nya. Nanti masyarakat bisa bayar pakai aplikasi QRIS (QR Code Indonesian Standar). Download dulu aplikasinya,"terangnya.

Baca Juga:  DPD APITU Riau Rayakan Anniversary Ke-6

Ia mengungkapkan, pihaknya bersama PT Yabisa Sukses Mandiri (YSM) selaku rekanan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru merencanakan akan me-launching pada, Senin (13/9) besok.

- Advertisement -

Menurutnya, ini sebagai bentuk komitmen bersama pihak ketiga untuk memaksimalkan pelayanan jasa layanan parkir tepi jalan umum kepada masyarakat.

Dengan penggunaan teknologi, ini merupakan wajah baru dari sistem perparkiran di Kota Pekanbaru. Pembayaran nontunai sendiri dapat meminimalisir potensi kebocoran tarif parkir.

- Advertisement -

"Kalau sudah non-tunai kan jelas. Uang nya langsung masuk ke bank penampungan. Jelang penggunaan ini jukir juga diberikan pemahaman untuk penggunaan alat,"ungkapnya.

Selain penggunaan QR code, PT YSM akan menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) sebagai media pembayaran jasa layanan parkir non-tunai. Mesin ini akan disebar ke 500 titik parkir tepi jalan umum.

Baca Juga:  Pemain Tiga Naga Diliburkan

"Nanti di Oktober baru pakai mesin EDC. Ada 500 mesin yang akan dipasang secara bertahap. Maka akan lebih transparansi, berapa kendaraan yang masuk, berapa uang yang disetorkan,"tutupnya.(yls)

Laporan M ALI NURMAN, Kota

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIUAPOS.CO) – Ada dua opsi pembayaran parkir tepi jalan umum yang dapat dilakukan masyarakat Kota Pekanbaru saat ini. Secara tunai dan non-tunai. Untuk non-tunai, pekan ini akan mulai digunakan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Yuliarso melalui Kepala UPT Perparkiran, Radinal mengatakan, awal pekan ini akan me-launching penggunaan kode Quick Response (QR) dalam pembayaran parkir non-tunai. “In sha Allah kami akan launching lagi terkait penggunaan QR code,"kata Radinal, akhir pekan lalu.

QR code sendiri merupakan media yang digunakan untuk pembayaran non-tunai. Setiap juru parkir (Jukir) akan dibekali dengan masing-masing QR code.

Pengendara nantinya dapat memilih membayar secara tunai atau menggunakan barcode tersebut. "Setiap koordinator beda-beda barcode-nya. Nanti masyarakat bisa bayar pakai aplikasi QRIS (QR Code Indonesian Standar). Download dulu aplikasinya,"terangnya.

Baca Juga:  Wako Pekanbaru Janji Beri Keringanan Pajak

Ia mengungkapkan, pihaknya bersama PT Yabisa Sukses Mandiri (YSM) selaku rekanan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru merencanakan akan me-launching pada, Senin (13/9) besok.

Menurutnya, ini sebagai bentuk komitmen bersama pihak ketiga untuk memaksimalkan pelayanan jasa layanan parkir tepi jalan umum kepada masyarakat.

Dengan penggunaan teknologi, ini merupakan wajah baru dari sistem perparkiran di Kota Pekanbaru. Pembayaran nontunai sendiri dapat meminimalisir potensi kebocoran tarif parkir.

"Kalau sudah non-tunai kan jelas. Uang nya langsung masuk ke bank penampungan. Jelang penggunaan ini jukir juga diberikan pemahaman untuk penggunaan alat,"ungkapnya.

Selain penggunaan QR code, PT YSM akan menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) sebagai media pembayaran jasa layanan parkir non-tunai. Mesin ini akan disebar ke 500 titik parkir tepi jalan umum.

Baca Juga:  33 Formasi CPNS Diperebutkan 3.062 Pelamar

"Nanti di Oktober baru pakai mesin EDC. Ada 500 mesin yang akan dipasang secara bertahap. Maka akan lebih transparansi, berapa kendaraan yang masuk, berapa uang yang disetorkan,"tutupnya.(yls)

Laporan M ALI NURMAN, Kota

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari