Senin, 30 Maret 2026
- Advertisement -

Teknologi AIS Mudahkan Nelayan Deteksi Ikan di Laut

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Guna memantau aktivitas di perairan Selat Melaka, Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kabupaten Bengkalis,  memperkenalkan teknologi Automatic Indentification System (AIS). Teknologi ini untuk mendukung kebijakan pembangunan insfrastruktur kemaritiman di wilayah Selat Melaka dan sekitarnya.

Pengenalan teknolgi AIS yang dilaksanakan di Aula Kantor BPP Bengkalis, dihadiri Plt Kepala BPP Bengkalis Dahen Tawakal, Danposal Bengkalis Letda Laut Yustin, Kasat Pol Air, Kasatnarkoba Polres Bengkalis, kepala desa dan kelompok nelayan di Kabupaten Bengkalis.

Teknologi AIS ini dikembangkan oleh Politeknik Negeri Bengkalis bekerja sama dengan BPP Bengkalis. "Melalui diseminasi atau pengenalan terhadap AIS, agar masyarakat tahu terhadap perkembangan di Selat Melaka dan kita mendapat alat penunjang AIS dari ITS Surabaya. Kami berharap alat ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memantau seluruh pergerakan perairan di Selat Melaka," ujar Plt Kepala BPP Dahen Tawakal.

Baca Juga:  Muhammad Fadhli Bantah Plt Bupati Rampas Aset dan Rumdis Bupati

Dahen menjelaskan, AIS mampu menangkap data kapal sejauh 180 Km. Saat ini ada sebanyak 84 ribu aktivitas kapal di Selat Melaka dan 390 kapal pesiar yang hanya sekedar lewat di Bengkalis.

"Ke depan bagaimana kita bisa memanfaatkan padatnya aktivitas perairan itu. Kita berupaya agar kapal pesiar yang melintas singgah sebentar ke Pulau Rupat atau ke Pulau Bengkalis sehingga dolar masuk ke Bengkalis," ungkapnya.

Menurut Dahen, teknologi AIS ini juga dapat dimanfaatkan untuk penambahan PAD, yakni dari sandar dan berlabuh di perairan Selat Bengkalis dan ini tentu perlu regulasi. AIS juga bermanfaat untuk menghindari pencemaran laut, serta gelombang kapal yang mengakibatkan abrasi di beberapa pulau Bengkalis.

Baca Juga:  Dana UEK Harus Dikembalikan

Selain itu sambung Dahen, dengan AIS akan memantau keberadaan nelayan, lalu lintas kapal dan juga titik kumpul ikan. "Kami berharap nelayan kita lebih profesional, agar nelayan bisa tau di mana lubuk ikan. Kita ingin nelayan pulang membawa hasil tangkapan yang maksimal, alat ini akan kita kembangkan terus," terangnya.

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Rinaldi

 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Guna memantau aktivitas di perairan Selat Melaka, Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kabupaten Bengkalis,  memperkenalkan teknologi Automatic Indentification System (AIS). Teknologi ini untuk mendukung kebijakan pembangunan insfrastruktur kemaritiman di wilayah Selat Melaka dan sekitarnya.

Pengenalan teknolgi AIS yang dilaksanakan di Aula Kantor BPP Bengkalis, dihadiri Plt Kepala BPP Bengkalis Dahen Tawakal, Danposal Bengkalis Letda Laut Yustin, Kasat Pol Air, Kasatnarkoba Polres Bengkalis, kepala desa dan kelompok nelayan di Kabupaten Bengkalis.

Teknologi AIS ini dikembangkan oleh Politeknik Negeri Bengkalis bekerja sama dengan BPP Bengkalis. "Melalui diseminasi atau pengenalan terhadap AIS, agar masyarakat tahu terhadap perkembangan di Selat Melaka dan kita mendapat alat penunjang AIS dari ITS Surabaya. Kami berharap alat ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memantau seluruh pergerakan perairan di Selat Melaka," ujar Plt Kepala BPP Dahen Tawakal.

Baca Juga:  Datangi Inspektorat Bengkalis, Warga Pertanyakan Laporan tentang Oknum Kades

Dahen menjelaskan, AIS mampu menangkap data kapal sejauh 180 Km. Saat ini ada sebanyak 84 ribu aktivitas kapal di Selat Melaka dan 390 kapal pesiar yang hanya sekedar lewat di Bengkalis.

"Ke depan bagaimana kita bisa memanfaatkan padatnya aktivitas perairan itu. Kita berupaya agar kapal pesiar yang melintas singgah sebentar ke Pulau Rupat atau ke Pulau Bengkalis sehingga dolar masuk ke Bengkalis," ungkapnya.

- Advertisement -

Menurut Dahen, teknologi AIS ini juga dapat dimanfaatkan untuk penambahan PAD, yakni dari sandar dan berlabuh di perairan Selat Bengkalis dan ini tentu perlu regulasi. AIS juga bermanfaat untuk menghindari pencemaran laut, serta gelombang kapal yang mengakibatkan abrasi di beberapa pulau Bengkalis.

Baca Juga:  Jaksa Gadungan Ditangkap, Sempat Nikah Siri

Selain itu sambung Dahen, dengan AIS akan memantau keberadaan nelayan, lalu lintas kapal dan juga titik kumpul ikan. "Kami berharap nelayan kita lebih profesional, agar nelayan bisa tau di mana lubuk ikan. Kita ingin nelayan pulang membawa hasil tangkapan yang maksimal, alat ini akan kita kembangkan terus," terangnya.

- Advertisement -

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Guna memantau aktivitas di perairan Selat Melaka, Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kabupaten Bengkalis,  memperkenalkan teknologi Automatic Indentification System (AIS). Teknologi ini untuk mendukung kebijakan pembangunan insfrastruktur kemaritiman di wilayah Selat Melaka dan sekitarnya.

Pengenalan teknolgi AIS yang dilaksanakan di Aula Kantor BPP Bengkalis, dihadiri Plt Kepala BPP Bengkalis Dahen Tawakal, Danposal Bengkalis Letda Laut Yustin, Kasat Pol Air, Kasatnarkoba Polres Bengkalis, kepala desa dan kelompok nelayan di Kabupaten Bengkalis.

Teknologi AIS ini dikembangkan oleh Politeknik Negeri Bengkalis bekerja sama dengan BPP Bengkalis. "Melalui diseminasi atau pengenalan terhadap AIS, agar masyarakat tahu terhadap perkembangan di Selat Melaka dan kita mendapat alat penunjang AIS dari ITS Surabaya. Kami berharap alat ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memantau seluruh pergerakan perairan di Selat Melaka," ujar Plt Kepala BPP Dahen Tawakal.

Baca Juga:  Dana UEK Harus Dikembalikan

Dahen menjelaskan, AIS mampu menangkap data kapal sejauh 180 Km. Saat ini ada sebanyak 84 ribu aktivitas kapal di Selat Melaka dan 390 kapal pesiar yang hanya sekedar lewat di Bengkalis.

"Ke depan bagaimana kita bisa memanfaatkan padatnya aktivitas perairan itu. Kita berupaya agar kapal pesiar yang melintas singgah sebentar ke Pulau Rupat atau ke Pulau Bengkalis sehingga dolar masuk ke Bengkalis," ungkapnya.

Menurut Dahen, teknologi AIS ini juga dapat dimanfaatkan untuk penambahan PAD, yakni dari sandar dan berlabuh di perairan Selat Bengkalis dan ini tentu perlu regulasi. AIS juga bermanfaat untuk menghindari pencemaran laut, serta gelombang kapal yang mengakibatkan abrasi di beberapa pulau Bengkalis.

Baca Juga:  Pemilik Kapal Pesiar Perpanjang Izin Tinggal

Selain itu sambung Dahen, dengan AIS akan memantau keberadaan nelayan, lalu lintas kapal dan juga titik kumpul ikan. "Kami berharap nelayan kita lebih profesional, agar nelayan bisa tau di mana lubuk ikan. Kita ingin nelayan pulang membawa hasil tangkapan yang maksimal, alat ini akan kita kembangkan terus," terangnya.

Laporan: Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari