Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Pemprov Hapus Denda Telat Bayar Pajak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Di tengah mewabahnya virus corona di Indonesia termasuk di Riau. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan memberi keringan kepada wajib pajak yang telat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, Syahrial Abdi mengatakan, keringanan yang diberikan Pemprov Riau berupa pembebasan denda pajak bagi masyarakat yang telat membayar pajak. Hal ini dikarenakan saat ini masyarakat diimbau untuk berada di rumah, dan pelayanan di Bappenda juga dibatasi.

"Sekarang inikan ada kebijakan membatasi ke luar rumah, sehingga dimungkinkan akan ada keterlambatan pembayaran pajak. Ini yang akan kita sesuaikan dengan keringan denda pajak. Jadi masyarakat kita bebaskan dari denda pajak akibat telat membayar," kata Syahrial.

Baca Juga:  SDN 16 Bilah Barat Dapat Bantuan Pendidikan Sari Husada-Indomaret

Lebih lanjut dikatakannya, untuk sampai kapan pembebasan denda keterlambatan pembayaran pajak ini akan diberlakukan. Menurut Syahrial, pihaknya belum bisa menentukan hal tersebut.

"Sampai kapan waktu pembebasan denda pajak ini, kita sesuaikan dengan perkembangan merebaknya virus corona. Kami juga akan melakukan rapat koordinasi dengan Dirlantas Polda Riau dan Jasa Raharja untuk membahas hal ini," sebutnya.

Meski begitu, sebut Syahrial, untuk layanan pembayaran pajak di UPT kabupaten/kota masih dibuka. Hanya saja waktu pelayanannya dibatasi. 

"Yang biasanya pelayanan sampai 8 jam, sekarang hanya 4 jam. Mulai pukul 08:00-12:00 WIB untuk hari Senin sampai Kamis. Kemudian hari Jumat dan Sabtu pelayanan buka mulai pukul 08:00-11:30 WIB," jelasnya.

Baca Juga:  Usai Alih Kelola ke PHR, Sektor Pertambangan Tunjukkan Pertumbuhan Positif

Selain itu, pihaknya juga mengaktifkan e-Samsat dan Samsat Online Nasional. Dengan aplikasi tersebut, masyarakat bisa membayar pajak melalui layanan online.

"Aplikasi itu bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk membayar pajak. Jadi tidak perlu ke luar rumah, hanya tinggal diakses saja," sebutnya.(gem)

Laporan: SOLEH SAPUTRA (Pekanbaru)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Di tengah mewabahnya virus corona di Indonesia termasuk di Riau. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan memberi keringan kepada wajib pajak yang telat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, Syahrial Abdi mengatakan, keringanan yang diberikan Pemprov Riau berupa pembebasan denda pajak bagi masyarakat yang telat membayar pajak. Hal ini dikarenakan saat ini masyarakat diimbau untuk berada di rumah, dan pelayanan di Bappenda juga dibatasi.

"Sekarang inikan ada kebijakan membatasi ke luar rumah, sehingga dimungkinkan akan ada keterlambatan pembayaran pajak. Ini yang akan kita sesuaikan dengan keringan denda pajak. Jadi masyarakat kita bebaskan dari denda pajak akibat telat membayar," kata Syahrial.

Baca Juga:  Pekerja Asal Pekanbaru Riau Terima Manfaat PP 82 tahun 2019 dari Menaker RI

Lebih lanjut dikatakannya, untuk sampai kapan pembebasan denda keterlambatan pembayaran pajak ini akan diberlakukan. Menurut Syahrial, pihaknya belum bisa menentukan hal tersebut.

"Sampai kapan waktu pembebasan denda pajak ini, kita sesuaikan dengan perkembangan merebaknya virus corona. Kami juga akan melakukan rapat koordinasi dengan Dirlantas Polda Riau dan Jasa Raharja untuk membahas hal ini," sebutnya.

Meski begitu, sebut Syahrial, untuk layanan pembayaran pajak di UPT kabupaten/kota masih dibuka. Hanya saja waktu pelayanannya dibatasi. 

"Yang biasanya pelayanan sampai 8 jam, sekarang hanya 4 jam. Mulai pukul 08:00-12:00 WIB untuk hari Senin sampai Kamis. Kemudian hari Jumat dan Sabtu pelayanan buka mulai pukul 08:00-11:30 WIB," jelasnya.

Baca Juga:  Bank Mestika Raih Predikat Sangat Bagus selama 5 Tahun

Selain itu, pihaknya juga mengaktifkan e-Samsat dan Samsat Online Nasional. Dengan aplikasi tersebut, masyarakat bisa membayar pajak melalui layanan online.

"Aplikasi itu bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk membayar pajak. Jadi tidak perlu ke luar rumah, hanya tinggal diakses saja," sebutnya.(gem)

Laporan: SOLEH SAPUTRA (Pekanbaru)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Pemprov Hapus Denda Telat Bayar Pajak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Di tengah mewabahnya virus corona di Indonesia termasuk di Riau. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan memberi keringan kepada wajib pajak yang telat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, Syahrial Abdi mengatakan, keringanan yang diberikan Pemprov Riau berupa pembebasan denda pajak bagi masyarakat yang telat membayar pajak. Hal ini dikarenakan saat ini masyarakat diimbau untuk berada di rumah, dan pelayanan di Bappenda juga dibatasi.

"Sekarang inikan ada kebijakan membatasi ke luar rumah, sehingga dimungkinkan akan ada keterlambatan pembayaran pajak. Ini yang akan kita sesuaikan dengan keringan denda pajak. Jadi masyarakat kita bebaskan dari denda pajak akibat telat membayar," kata Syahrial.

Baca Juga:  Bank Mestika Raih Predikat Sangat Bagus selama 5 Tahun

Lebih lanjut dikatakannya, untuk sampai kapan pembebasan denda keterlambatan pembayaran pajak ini akan diberlakukan. Menurut Syahrial, pihaknya belum bisa menentukan hal tersebut.

"Sampai kapan waktu pembebasan denda pajak ini, kita sesuaikan dengan perkembangan merebaknya virus corona. Kami juga akan melakukan rapat koordinasi dengan Dirlantas Polda Riau dan Jasa Raharja untuk membahas hal ini," sebutnya.

Meski begitu, sebut Syahrial, untuk layanan pembayaran pajak di UPT kabupaten/kota masih dibuka. Hanya saja waktu pelayanannya dibatasi. 

"Yang biasanya pelayanan sampai 8 jam, sekarang hanya 4 jam. Mulai pukul 08:00-12:00 WIB untuk hari Senin sampai Kamis. Kemudian hari Jumat dan Sabtu pelayanan buka mulai pukul 08:00-11:30 WIB," jelasnya.

Baca Juga:  Inhul Hadi Ajak Warga Bergabung di EDRG

Selain itu, pihaknya juga mengaktifkan e-Samsat dan Samsat Online Nasional. Dengan aplikasi tersebut, masyarakat bisa membayar pajak melalui layanan online.

"Aplikasi itu bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk membayar pajak. Jadi tidak perlu ke luar rumah, hanya tinggal diakses saja," sebutnya.(gem)

Laporan: SOLEH SAPUTRA (Pekanbaru)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Di tengah mewabahnya virus corona di Indonesia termasuk di Riau. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan memberi keringan kepada wajib pajak yang telat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, Syahrial Abdi mengatakan, keringanan yang diberikan Pemprov Riau berupa pembebasan denda pajak bagi masyarakat yang telat membayar pajak. Hal ini dikarenakan saat ini masyarakat diimbau untuk berada di rumah, dan pelayanan di Bappenda juga dibatasi.

"Sekarang inikan ada kebijakan membatasi ke luar rumah, sehingga dimungkinkan akan ada keterlambatan pembayaran pajak. Ini yang akan kita sesuaikan dengan keringan denda pajak. Jadi masyarakat kita bebaskan dari denda pajak akibat telat membayar," kata Syahrial.

Baca Juga:  Galaxy Z Fold 3, Akankah Jadi Pengganti Note Series?

Lebih lanjut dikatakannya, untuk sampai kapan pembebasan denda keterlambatan pembayaran pajak ini akan diberlakukan. Menurut Syahrial, pihaknya belum bisa menentukan hal tersebut.

"Sampai kapan waktu pembebasan denda pajak ini, kita sesuaikan dengan perkembangan merebaknya virus corona. Kami juga akan melakukan rapat koordinasi dengan Dirlantas Polda Riau dan Jasa Raharja untuk membahas hal ini," sebutnya.

Meski begitu, sebut Syahrial, untuk layanan pembayaran pajak di UPT kabupaten/kota masih dibuka. Hanya saja waktu pelayanannya dibatasi. 

"Yang biasanya pelayanan sampai 8 jam, sekarang hanya 4 jam. Mulai pukul 08:00-12:00 WIB untuk hari Senin sampai Kamis. Kemudian hari Jumat dan Sabtu pelayanan buka mulai pukul 08:00-11:30 WIB," jelasnya.

Baca Juga:  SDN 16 Bilah Barat Dapat Bantuan Pendidikan Sari Husada-Indomaret

Selain itu, pihaknya juga mengaktifkan e-Samsat dan Samsat Online Nasional. Dengan aplikasi tersebut, masyarakat bisa membayar pajak melalui layanan online.

"Aplikasi itu bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk membayar pajak. Jadi tidak perlu ke luar rumah, hanya tinggal diakses saja," sebutnya.(gem)

Laporan: SOLEH SAPUTRA (Pekanbaru)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari