Rabu, 21 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Cegah Penyebaran Covid-19, AMSI Minta Jurnalis Utamakan Keselamatan

JAKARTA(RIAUPOS.CO) Ã¢â‚¬â€œ Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meminta jurnalis untuk disiplin mengatur jarak saat bertemu orang lain (social and physical distancing) dSan mengutamakan keselamatan saat melakukan peliputan. Ini seiring dengan semakin meluasnya sebaran viru corona atau covid-19 di Indonesia.


Sebelumnya, World Health Organization (WHO) dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sudah menegaskan bahwa kecepatan penularan wabah COVID-19 bisa diredam dengan cara mengatur jarak saat kita bertemu orang lain (social and physical distancing). Kebijakan jaga jarak itu diwujudkan melalui kebijakan bekerja dari rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah. Selain itu, siapapun dilarang keras menciptakan kerumunan, apalagi tanpa memperhatikan jarak.
   
Akan tetapi patut disayangkan belum semua instansi pemerintah dan lembaga publik melaksanakan perintah tersebut, terutama dalam kaitan dengan acara-acara yang melibatkan jurnalis. 

Baca Juga:  Tak Taat PSBB Dipidana 1 Tahun Penjara

Atas dasar itu, Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut meminta semua orang, khususnya jurnalis untuk disiplin mengatur mengatur jarak saat kita bertemu orang lain (social and physical distancing). 

“Pada hari-hari ini, semua pihak, tanpa kecuali, harus berdisiplin jaga jarak agar kita semua selamat dari wabah COVID-19,” kata Wenseslaus Manggut, Jumat (27/3/2020) dalam rilisnya .

Untuk itu, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyerukan: 

1.  Kepada seluruh anggota AMSI di seluruh Indonesia, agar meminta tim peliputan: wartawan, fotografer, videografer,  atau unit apapun yang meliput acara publik, termasuk konferensi pers di lembaga pemerintah maupun instansi publik lainnya, untuk mempertimbangkan kehadiran dalam kegiatan konferensi pers yang berpotensi mengundang kerumunan. 

Jika kehadiran tersebut tak bisa dihindarkan, diharapkan tim liputan senantiasa menjaga jarak aman di lokasi konferensi pers atau kegiatan publik tersebut, sesuai ketentuan World Health Organization (WHO).

Baca Juga:  Akhirnya Rano Karno Bersaksi di Sidang Wawan

2. Kepada lembaga pemerintah dan perusahaan swasta, agar  memaksimalkan penggunaan teknologi digital dalam  publikasi dan pengelolaan informasi.  Siaran pers bisa dikirim setiap saat ke kantor media massa, dan konferensi pers bisa dilakukan secara online lewat berbagai platform yang kini banyak tersedia. 

3. Kepada seluruh media, agar terus-menerus  mengedukasi publik dengan mencari informasi dari para ahli dan pakar, agar kita semua selamat menghadapi wabah virus corona ini.

Wenseslaus Manggut menambahkan AMSI mengajak semua elemen bangsa saling bahu-membahu dan menghindari framing dikotomis antar kelompok politik dalam upaya penanganan wabah Virus corona atau Covid-19(rilis)


Editor: Deslina

JAKARTA(RIAUPOS.CO) Ã¢â‚¬â€œ Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meminta jurnalis untuk disiplin mengatur jarak saat bertemu orang lain (social and physical distancing) dSan mengutamakan keselamatan saat melakukan peliputan. Ini seiring dengan semakin meluasnya sebaran viru corona atau covid-19 di Indonesia.


Sebelumnya, World Health Organization (WHO) dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sudah menegaskan bahwa kecepatan penularan wabah COVID-19 bisa diredam dengan cara mengatur jarak saat kita bertemu orang lain (social and physical distancing). Kebijakan jaga jarak itu diwujudkan melalui kebijakan bekerja dari rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah. Selain itu, siapapun dilarang keras menciptakan kerumunan, apalagi tanpa memperhatikan jarak.
   
Akan tetapi patut disayangkan belum semua instansi pemerintah dan lembaga publik melaksanakan perintah tersebut, terutama dalam kaitan dengan acara-acara yang melibatkan jurnalis. 

Baca Juga:  Jhony Charles Menguat, Cutra Mendekat

Atas dasar itu, Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut meminta semua orang, khususnya jurnalis untuk disiplin mengatur mengatur jarak saat kita bertemu orang lain (social and physical distancing). 

“Pada hari-hari ini, semua pihak, tanpa kecuali, harus berdisiplin jaga jarak agar kita semua selamat dari wabah COVID-19,” kata Wenseslaus Manggut, Jumat (27/3/2020) dalam rilisnya .

Untuk itu, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyerukan: 

- Advertisement -

1.  Kepada seluruh anggota AMSI di seluruh Indonesia, agar meminta tim peliputan: wartawan, fotografer, videografer,  atau unit apapun yang meliput acara publik, termasuk konferensi pers di lembaga pemerintah maupun instansi publik lainnya, untuk mempertimbangkan kehadiran dalam kegiatan konferensi pers yang berpotensi mengundang kerumunan. 

Jika kehadiran tersebut tak bisa dihindarkan, diharapkan tim liputan senantiasa menjaga jarak aman di lokasi konferensi pers atau kegiatan publik tersebut, sesuai ketentuan World Health Organization (WHO).

- Advertisement -
Baca Juga:  Kronologi Shinzo Abe Ditembak 2 Kali hingga Dinyatakan Meninggal Dunia

2. Kepada lembaga pemerintah dan perusahaan swasta, agar  memaksimalkan penggunaan teknologi digital dalam  publikasi dan pengelolaan informasi.  Siaran pers bisa dikirim setiap saat ke kantor media massa, dan konferensi pers bisa dilakukan secara online lewat berbagai platform yang kini banyak tersedia. 

3. Kepada seluruh media, agar terus-menerus  mengedukasi publik dengan mencari informasi dari para ahli dan pakar, agar kita semua selamat menghadapi wabah virus corona ini.

Wenseslaus Manggut menambahkan AMSI mengajak semua elemen bangsa saling bahu-membahu dan menghindari framing dikotomis antar kelompok politik dalam upaya penanganan wabah Virus corona atau Covid-19(rilis)


Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA(RIAUPOS.CO) Ã¢â‚¬â€œ Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meminta jurnalis untuk disiplin mengatur jarak saat bertemu orang lain (social and physical distancing) dSan mengutamakan keselamatan saat melakukan peliputan. Ini seiring dengan semakin meluasnya sebaran viru corona atau covid-19 di Indonesia.


Sebelumnya, World Health Organization (WHO) dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sudah menegaskan bahwa kecepatan penularan wabah COVID-19 bisa diredam dengan cara mengatur jarak saat kita bertemu orang lain (social and physical distancing). Kebijakan jaga jarak itu diwujudkan melalui kebijakan bekerja dari rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah. Selain itu, siapapun dilarang keras menciptakan kerumunan, apalagi tanpa memperhatikan jarak.
   
Akan tetapi patut disayangkan belum semua instansi pemerintah dan lembaga publik melaksanakan perintah tersebut, terutama dalam kaitan dengan acara-acara yang melibatkan jurnalis. 

Baca Juga:  Jhony Charles Menguat, Cutra Mendekat

Atas dasar itu, Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut meminta semua orang, khususnya jurnalis untuk disiplin mengatur mengatur jarak saat kita bertemu orang lain (social and physical distancing). 

“Pada hari-hari ini, semua pihak, tanpa kecuali, harus berdisiplin jaga jarak agar kita semua selamat dari wabah COVID-19,” kata Wenseslaus Manggut, Jumat (27/3/2020) dalam rilisnya .

Untuk itu, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyerukan: 

1.  Kepada seluruh anggota AMSI di seluruh Indonesia, agar meminta tim peliputan: wartawan, fotografer, videografer,  atau unit apapun yang meliput acara publik, termasuk konferensi pers di lembaga pemerintah maupun instansi publik lainnya, untuk mempertimbangkan kehadiran dalam kegiatan konferensi pers yang berpotensi mengundang kerumunan. 

Jika kehadiran tersebut tak bisa dihindarkan, diharapkan tim liputan senantiasa menjaga jarak aman di lokasi konferensi pers atau kegiatan publik tersebut, sesuai ketentuan World Health Organization (WHO).

Baca Juga:  Wako Terima Penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha

2. Kepada lembaga pemerintah dan perusahaan swasta, agar  memaksimalkan penggunaan teknologi digital dalam  publikasi dan pengelolaan informasi.  Siaran pers bisa dikirim setiap saat ke kantor media massa, dan konferensi pers bisa dilakukan secara online lewat berbagai platform yang kini banyak tersedia. 

3. Kepada seluruh media, agar terus-menerus  mengedukasi publik dengan mencari informasi dari para ahli dan pakar, agar kita semua selamat menghadapi wabah virus corona ini.

Wenseslaus Manggut menambahkan AMSI mengajak semua elemen bangsa saling bahu-membahu dan menghindari framing dikotomis antar kelompok politik dalam upaya penanganan wabah Virus corona atau Covid-19(rilis)


Editor: Deslina

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari