Minggu, 15 Maret 2026
- Advertisement -

Pedagang Sudah Bisa Berjualan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — SUKARAMAI Trade Center (STC) di Jalan Jenderal Sudirman terus berbenah pasca-pembongkaran tempat penampungan sementara (TPS) di sekitarnya. Meski pihak pengelola STC yaitu PT Makmur Papan Permata (MPP) sedang membuat lokasi parkir di lokasi eks TPS, para pedagang yang telah masuk ke dalam SCT disebutkan sudah mulai berjualan.

Hal ini disampaikan Kepala Cabang PT Makmur Papan Permata (MPP) Suryanto sebagai pengelola Sukaramai Trade Center (STC) kepada Riau Pos, Senin (2/3). Ia memastikan bahwa pedagang yang sudah masuk ke dalam STC sudah bisa langsung berjualan.

"Sudah jualan yang masuk ke dalam," katanya.

Diakuinya, pembongkaran tempat penampungan sementara (TPS) memberikan dampak signifikan bagi mobilisasi pedagang dari TPS masuk

"Iya. Bagi yang benar niatnya berdagang, dia masuk ke dalam (STC, red)," imbuhnya.

Terkait masih ada pedagang yang berjualan menggunakan terpal di puing-puing TPS, ia mengatakan akan segera ditertibkan. "Ditertibkan nanti. Karena itu masuk rencana kami juga. Sampai Jalan Agus Salim untuk parkir. Segera kami bersihkan (puing-puingnya, red). Kami overlay, kami buat parkir.  Kami imbau pedagang berjualan pada tempatnya," paparnya.

Sementara itu, bagi pedagang yang tak mau masuk ke dalam STC dan menolak meninggalkan TPS tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru memberikan opsi untuk menempati kios-kios di pasar tradisional milik pemerintah. "Pedagang yang tidak sanggup membeli toko atau tidak dapat toko di STC, kami akan menampungnya di pasar-pasar tradisional yang dibangun pemerintah," ucap Kepala DPP Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut.

Baca Juga:  PUPR Selesaikan Perbaikan Jalan di Rohil dan Dumai

Ditegaskannya pedagang masuk ke pasar tradisional itu gratis. Pedagang hanya membayar retribusi setiap bulan. "Syaratnya, mereka harus melapor ke kami. Tapi, si pedagang betul-betul dari kios TPS di kawasan STC" jelasnya.

Para pedagang harus melapor secepatnya ke posko pengaduan di STC dan akan diklarifikasi terlebih dahulu. "Pasar yang ditempati tergantung posisi terdekat tempat tinggal pedagang tersebut," singkatnya.

Pantauan Riau Pos, Senin (2/3), meski TPS tak lagi ada, pedagang yang sebelumnya menolak meninggalkan TPS untuk masuk ke dalam STC tetap bertahan. Mereka membuka lapak dagangan dengan beratapkan terpal. Lokasinya di Jalan Imam Bonjol.

Salah seorang pedagang, Tori menyatakan mereka tetap bertahan karena harus memenuhi keperluan hidup keluarga. "Mana bisa dipindahkan, kami sudah bisa jualan di sini. Biarlah dengan kondisi bongkar pasang tenda yang penting bisa beli beras," katanya.  

Gesa Penyelesaian Gedung

Dalam pada itu, kalangan DPRD Pekanbaru mendesak pengelola STC untuk kebut pembersihan puing-puing bekas TPS yang kini masih berserakan di  sekitaran STC. "Tentu kami mendesak Pengelola untuk segera membersihkan puing-puing bekas bongkaran TPS itu," kata Ketua Komisi II Fathullah kepada wartawan, Senin (2/3).

Baca Juga:  Pemeriksaan Agus Pramono Belum Munculkan Hasil

Politisi Gerindra ini minta supaya dalam pekan ini semua proses pembersihan itu selesai. "Kalau bisa lebih cepat mengapa harus menunggu lama," kata Fathullah lagi. Jika kemarin disebutkan TPS menjadi penghambat percepatan penyelesaian pembangunan renovasi gedung STC, maka setelah TPS dibongkar ini diminta tidak menjadi alasan lagi.

"Gesalah lagi penyelesaian pembangunan gedung itu, jika memang bisa sebelum puasa semua sudah kembali kepada fungsi awalnya ," harapnya lagi.

Pengelola juga diminta untuk dapat memberikan keyakinan kepada pedagang yang diarahkan kedalam itu. Bahwa diberi kemudahan dan tentunya kenyamanan dalam berjualan. "Terhadap masih ada yang belum selesai harus di maksimalkan penyelesaian nya," tambahnya.

Terhadap penyelesaian ini sendiri, Fathullah juga mengatakan pihaknya akan mengawasi nya. "Kami tentu minta hak pedagang yang belum selesai untuk diselesaikan, dan jangan didiamkan. Dan kami berharap tidak ada lagi aksi-aksi yang merugikan itu," paparnya lagi.

Selain itu, Fathullah juga mengatakan, supaya pemko tegas dan tidak memberikan ruang untuk lokasi disekitaran STC jadi lahan yang bukan peruntukan nya. "Harus dapat mengembalikan fungsi seperti fungsi awalnya," pintanya.(ali/gus/yls)

 

Laporan: TIM RIAU POS

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — SUKARAMAI Trade Center (STC) di Jalan Jenderal Sudirman terus berbenah pasca-pembongkaran tempat penampungan sementara (TPS) di sekitarnya. Meski pihak pengelola STC yaitu PT Makmur Papan Permata (MPP) sedang membuat lokasi parkir di lokasi eks TPS, para pedagang yang telah masuk ke dalam SCT disebutkan sudah mulai berjualan.

Hal ini disampaikan Kepala Cabang PT Makmur Papan Permata (MPP) Suryanto sebagai pengelola Sukaramai Trade Center (STC) kepada Riau Pos, Senin (2/3). Ia memastikan bahwa pedagang yang sudah masuk ke dalam STC sudah bisa langsung berjualan.

"Sudah jualan yang masuk ke dalam," katanya.

Diakuinya, pembongkaran tempat penampungan sementara (TPS) memberikan dampak signifikan bagi mobilisasi pedagang dari TPS masuk

"Iya. Bagi yang benar niatnya berdagang, dia masuk ke dalam (STC, red)," imbuhnya.

- Advertisement -

Terkait masih ada pedagang yang berjualan menggunakan terpal di puing-puing TPS, ia mengatakan akan segera ditertibkan. "Ditertibkan nanti. Karena itu masuk rencana kami juga. Sampai Jalan Agus Salim untuk parkir. Segera kami bersihkan (puing-puingnya, red). Kami overlay, kami buat parkir.  Kami imbau pedagang berjualan pada tempatnya," paparnya.

Sementara itu, bagi pedagang yang tak mau masuk ke dalam STC dan menolak meninggalkan TPS tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru memberikan opsi untuk menempati kios-kios di pasar tradisional milik pemerintah. "Pedagang yang tidak sanggup membeli toko atau tidak dapat toko di STC, kami akan menampungnya di pasar-pasar tradisional yang dibangun pemerintah," ucap Kepala DPP Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut.

- Advertisement -
Baca Juga:  110 Mahasiswa Prodi Kesmas FKes UHTP Kembali Melaksanakan PBL

Ditegaskannya pedagang masuk ke pasar tradisional itu gratis. Pedagang hanya membayar retribusi setiap bulan. "Syaratnya, mereka harus melapor ke kami. Tapi, si pedagang betul-betul dari kios TPS di kawasan STC" jelasnya.

Para pedagang harus melapor secepatnya ke posko pengaduan di STC dan akan diklarifikasi terlebih dahulu. "Pasar yang ditempati tergantung posisi terdekat tempat tinggal pedagang tersebut," singkatnya.

Pantauan Riau Pos, Senin (2/3), meski TPS tak lagi ada, pedagang yang sebelumnya menolak meninggalkan TPS untuk masuk ke dalam STC tetap bertahan. Mereka membuka lapak dagangan dengan beratapkan terpal. Lokasinya di Jalan Imam Bonjol.

Salah seorang pedagang, Tori menyatakan mereka tetap bertahan karena harus memenuhi keperluan hidup keluarga. "Mana bisa dipindahkan, kami sudah bisa jualan di sini. Biarlah dengan kondisi bongkar pasang tenda yang penting bisa beli beras," katanya.  

Gesa Penyelesaian Gedung

Dalam pada itu, kalangan DPRD Pekanbaru mendesak pengelola STC untuk kebut pembersihan puing-puing bekas TPS yang kini masih berserakan di  sekitaran STC. "Tentu kami mendesak Pengelola untuk segera membersihkan puing-puing bekas bongkaran TPS itu," kata Ketua Komisi II Fathullah kepada wartawan, Senin (2/3).

Baca Juga:  Pemeriksaan Agus Pramono Belum Munculkan Hasil

Politisi Gerindra ini minta supaya dalam pekan ini semua proses pembersihan itu selesai. "Kalau bisa lebih cepat mengapa harus menunggu lama," kata Fathullah lagi. Jika kemarin disebutkan TPS menjadi penghambat percepatan penyelesaian pembangunan renovasi gedung STC, maka setelah TPS dibongkar ini diminta tidak menjadi alasan lagi.

"Gesalah lagi penyelesaian pembangunan gedung itu, jika memang bisa sebelum puasa semua sudah kembali kepada fungsi awalnya ," harapnya lagi.

Pengelola juga diminta untuk dapat memberikan keyakinan kepada pedagang yang diarahkan kedalam itu. Bahwa diberi kemudahan dan tentunya kenyamanan dalam berjualan. "Terhadap masih ada yang belum selesai harus di maksimalkan penyelesaian nya," tambahnya.

Terhadap penyelesaian ini sendiri, Fathullah juga mengatakan pihaknya akan mengawasi nya. "Kami tentu minta hak pedagang yang belum selesai untuk diselesaikan, dan jangan didiamkan. Dan kami berharap tidak ada lagi aksi-aksi yang merugikan itu," paparnya lagi.

Selain itu, Fathullah juga mengatakan, supaya pemko tegas dan tidak memberikan ruang untuk lokasi disekitaran STC jadi lahan yang bukan peruntukan nya. "Harus dapat mengembalikan fungsi seperti fungsi awalnya," pintanya.(ali/gus/yls)

 

Laporan: TIM RIAU POS

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — SUKARAMAI Trade Center (STC) di Jalan Jenderal Sudirman terus berbenah pasca-pembongkaran tempat penampungan sementara (TPS) di sekitarnya. Meski pihak pengelola STC yaitu PT Makmur Papan Permata (MPP) sedang membuat lokasi parkir di lokasi eks TPS, para pedagang yang telah masuk ke dalam SCT disebutkan sudah mulai berjualan.

Hal ini disampaikan Kepala Cabang PT Makmur Papan Permata (MPP) Suryanto sebagai pengelola Sukaramai Trade Center (STC) kepada Riau Pos, Senin (2/3). Ia memastikan bahwa pedagang yang sudah masuk ke dalam STC sudah bisa langsung berjualan.

"Sudah jualan yang masuk ke dalam," katanya.

Diakuinya, pembongkaran tempat penampungan sementara (TPS) memberikan dampak signifikan bagi mobilisasi pedagang dari TPS masuk

"Iya. Bagi yang benar niatnya berdagang, dia masuk ke dalam (STC, red)," imbuhnya.

Terkait masih ada pedagang yang berjualan menggunakan terpal di puing-puing TPS, ia mengatakan akan segera ditertibkan. "Ditertibkan nanti. Karena itu masuk rencana kami juga. Sampai Jalan Agus Salim untuk parkir. Segera kami bersihkan (puing-puingnya, red). Kami overlay, kami buat parkir.  Kami imbau pedagang berjualan pada tempatnya," paparnya.

Sementara itu, bagi pedagang yang tak mau masuk ke dalam STC dan menolak meninggalkan TPS tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru memberikan opsi untuk menempati kios-kios di pasar tradisional milik pemerintah. "Pedagang yang tidak sanggup membeli toko atau tidak dapat toko di STC, kami akan menampungnya di pasar-pasar tradisional yang dibangun pemerintah," ucap Kepala DPP Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut.

Baca Juga:  LPMK Berperan Bantu Ekonomi Keluarga

Ditegaskannya pedagang masuk ke pasar tradisional itu gratis. Pedagang hanya membayar retribusi setiap bulan. "Syaratnya, mereka harus melapor ke kami. Tapi, si pedagang betul-betul dari kios TPS di kawasan STC" jelasnya.

Para pedagang harus melapor secepatnya ke posko pengaduan di STC dan akan diklarifikasi terlebih dahulu. "Pasar yang ditempati tergantung posisi terdekat tempat tinggal pedagang tersebut," singkatnya.

Pantauan Riau Pos, Senin (2/3), meski TPS tak lagi ada, pedagang yang sebelumnya menolak meninggalkan TPS untuk masuk ke dalam STC tetap bertahan. Mereka membuka lapak dagangan dengan beratapkan terpal. Lokasinya di Jalan Imam Bonjol.

Salah seorang pedagang, Tori menyatakan mereka tetap bertahan karena harus memenuhi keperluan hidup keluarga. "Mana bisa dipindahkan, kami sudah bisa jualan di sini. Biarlah dengan kondisi bongkar pasang tenda yang penting bisa beli beras," katanya.  

Gesa Penyelesaian Gedung

Dalam pada itu, kalangan DPRD Pekanbaru mendesak pengelola STC untuk kebut pembersihan puing-puing bekas TPS yang kini masih berserakan di  sekitaran STC. "Tentu kami mendesak Pengelola untuk segera membersihkan puing-puing bekas bongkaran TPS itu," kata Ketua Komisi II Fathullah kepada wartawan, Senin (2/3).

Baca Juga:  Penerbitan NIB Kecamatan Baru Sudah Bisa Diakses

Politisi Gerindra ini minta supaya dalam pekan ini semua proses pembersihan itu selesai. "Kalau bisa lebih cepat mengapa harus menunggu lama," kata Fathullah lagi. Jika kemarin disebutkan TPS menjadi penghambat percepatan penyelesaian pembangunan renovasi gedung STC, maka setelah TPS dibongkar ini diminta tidak menjadi alasan lagi.

"Gesalah lagi penyelesaian pembangunan gedung itu, jika memang bisa sebelum puasa semua sudah kembali kepada fungsi awalnya ," harapnya lagi.

Pengelola juga diminta untuk dapat memberikan keyakinan kepada pedagang yang diarahkan kedalam itu. Bahwa diberi kemudahan dan tentunya kenyamanan dalam berjualan. "Terhadap masih ada yang belum selesai harus di maksimalkan penyelesaian nya," tambahnya.

Terhadap penyelesaian ini sendiri, Fathullah juga mengatakan pihaknya akan mengawasi nya. "Kami tentu minta hak pedagang yang belum selesai untuk diselesaikan, dan jangan didiamkan. Dan kami berharap tidak ada lagi aksi-aksi yang merugikan itu," paparnya lagi.

Selain itu, Fathullah juga mengatakan, supaya pemko tegas dan tidak memberikan ruang untuk lokasi disekitaran STC jadi lahan yang bukan peruntukan nya. "Harus dapat mengembalikan fungsi seperti fungsi awalnya," pintanya.(ali/gus/yls)

 

Laporan: TIM RIAU POS

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari