Kamis, 12 Maret 2026
- Advertisement -

Sri Mulyani Yakin Indonesia Mampu Keluar dari Krisis

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis, Indonesia dapat keluar dari krisis yang diakibatkan oleh wabah kesehatan pandemi Covid-19. Sebab, jika berkaca dari pengalaman krisis sebelumnya, yaitu pada 1998 dan 2008, Indonesia memiliki pengalaman yang luar biasa dalam menghadapi krisis.

"Indonesia selalu mampu keluar dari krisis dan menjadi lebih baik, kita juga akan berjuang dalam menghadapi situasi ini dengan semangat yang sama," ujarnya dalam peringatani upacara Hari Oeang ke-74 secara virtual, Sabtu (31/10).

Sri Mulyani sedikit bercerita tentang sejarah perbaikan ekonomi nasional dimulai dari era kolonial, di mana saat pemerintah menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 30 Oktober 1946. Sejak saat itu, era kedaulatan pun dimulai.

Baca Juga:  KHAS Pekanbaru Tawarkan Paket “Balek Kampong” Sambut Momen Lebaran

Sejak penerbitan ORI, Kementerian Keuangan pun dibentuk sebagai institusi negara yang mengelola keuangan dan kekayaan negara. Selanjutnya, pemerintah juga banyak melakukan reformasi demi mengamankan pendapatan dan belanja negara.

Sri Mulyani menyebut, pemerintah menjadikan krisis pandemi ini sebagai momentum untuk mereformasi perekonomian nasional ke arah yang lebih digital. Sehingga, tidak hanya mengatasi krisis, namun sambil terus membangun fondasi negara menjadi lebih kuat.

"Saat ini Indonesia diuji dengan situasi yang sama dan kita harus yakin bahwa kita terus memfokuskan tenaga dan pikiran kita, tidak hanya mengatasi krisis Covid, tapi terus membangun pondasi Indonesia ke depan," ucapnya.

Sri Mulyani menambahkan, Indonesia bukan satu-satunya negata yang berjuang menghadapi wabah kesehatan ini. Namun ada sekitar 200 negara yang sedang berjuang agar terus dapat berjalan.

Baca Juga:  Kabar Baik, Harga TBS Kelapa Sawit Naik Lagi

"Dalam situasi ini kita terus memfokuskan bagaimana melindungi mereka yang sangat terdampak dan bagaimana menguatkan mereka yang terus berjuang dan bagaimana memulihkan seluruh dunia usaha," tutupnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis, Indonesia dapat keluar dari krisis yang diakibatkan oleh wabah kesehatan pandemi Covid-19. Sebab, jika berkaca dari pengalaman krisis sebelumnya, yaitu pada 1998 dan 2008, Indonesia memiliki pengalaman yang luar biasa dalam menghadapi krisis.

"Indonesia selalu mampu keluar dari krisis dan menjadi lebih baik, kita juga akan berjuang dalam menghadapi situasi ini dengan semangat yang sama," ujarnya dalam peringatani upacara Hari Oeang ke-74 secara virtual, Sabtu (31/10).

Sri Mulyani sedikit bercerita tentang sejarah perbaikan ekonomi nasional dimulai dari era kolonial, di mana saat pemerintah menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 30 Oktober 1946. Sejak saat itu, era kedaulatan pun dimulai.

Baca Juga:  Honda Revo Series Hadir dengan Tampilan Baru

Sejak penerbitan ORI, Kementerian Keuangan pun dibentuk sebagai institusi negara yang mengelola keuangan dan kekayaan negara. Selanjutnya, pemerintah juga banyak melakukan reformasi demi mengamankan pendapatan dan belanja negara.

Sri Mulyani menyebut, pemerintah menjadikan krisis pandemi ini sebagai momentum untuk mereformasi perekonomian nasional ke arah yang lebih digital. Sehingga, tidak hanya mengatasi krisis, namun sambil terus membangun fondasi negara menjadi lebih kuat.

- Advertisement -

"Saat ini Indonesia diuji dengan situasi yang sama dan kita harus yakin bahwa kita terus memfokuskan tenaga dan pikiran kita, tidak hanya mengatasi krisis Covid, tapi terus membangun pondasi Indonesia ke depan," ucapnya.

Sri Mulyani menambahkan, Indonesia bukan satu-satunya negata yang berjuang menghadapi wabah kesehatan ini. Namun ada sekitar 200 negara yang sedang berjuang agar terus dapat berjalan.

- Advertisement -
Baca Juga:  AHM Tantang Pelajar Kreatif dengan Konsep Baru

"Dalam situasi ini kita terus memfokuskan bagaimana melindungi mereka yang sangat terdampak dan bagaimana menguatkan mereka yang terus berjuang dan bagaimana memulihkan seluruh dunia usaha," tutupnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis, Indonesia dapat keluar dari krisis yang diakibatkan oleh wabah kesehatan pandemi Covid-19. Sebab, jika berkaca dari pengalaman krisis sebelumnya, yaitu pada 1998 dan 2008, Indonesia memiliki pengalaman yang luar biasa dalam menghadapi krisis.

"Indonesia selalu mampu keluar dari krisis dan menjadi lebih baik, kita juga akan berjuang dalam menghadapi situasi ini dengan semangat yang sama," ujarnya dalam peringatani upacara Hari Oeang ke-74 secara virtual, Sabtu (31/10).

Sri Mulyani sedikit bercerita tentang sejarah perbaikan ekonomi nasional dimulai dari era kolonial, di mana saat pemerintah menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 30 Oktober 1946. Sejak saat itu, era kedaulatan pun dimulai.

Baca Juga:  Bank Mega Syariah Siap Hadirkan M-Syariah dan Tabungan Digital Berkah

Sejak penerbitan ORI, Kementerian Keuangan pun dibentuk sebagai institusi negara yang mengelola keuangan dan kekayaan negara. Selanjutnya, pemerintah juga banyak melakukan reformasi demi mengamankan pendapatan dan belanja negara.

Sri Mulyani menyebut, pemerintah menjadikan krisis pandemi ini sebagai momentum untuk mereformasi perekonomian nasional ke arah yang lebih digital. Sehingga, tidak hanya mengatasi krisis, namun sambil terus membangun fondasi negara menjadi lebih kuat.

"Saat ini Indonesia diuji dengan situasi yang sama dan kita harus yakin bahwa kita terus memfokuskan tenaga dan pikiran kita, tidak hanya mengatasi krisis Covid, tapi terus membangun pondasi Indonesia ke depan," ucapnya.

Sri Mulyani menambahkan, Indonesia bukan satu-satunya negata yang berjuang menghadapi wabah kesehatan ini. Namun ada sekitar 200 negara yang sedang berjuang agar terus dapat berjalan.

Baca Juga:  Nikmati Fasilitas Promo Kemenangan di Labersa Hotel

"Dalam situasi ini kita terus memfokuskan bagaimana melindungi mereka yang sangat terdampak dan bagaimana menguatkan mereka yang terus berjuang dan bagaimana memulihkan seluruh dunia usaha," tutupnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari