Senin, 19 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

18 Kali Ganjal ATM, Raup hingga Puluhan Juta

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) –  DUA pria pelaku pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan modus menganjal menggunakan bekas potongan air mineral diringkus Unit Reskrim Polsek Tampan. Korban yang melaporkan ke polisi mengaku rugi puluhan juta.

Sabtu (12/9) kemarin  dua pelaku inisial WAP (30) dan HM (28) dihadirkan dalam pers rilis oleh polisi. "Dua pelaku ini dilaporkan korban nasabah BRI yang saat itu kehilangan uang senilai Rp16 juta. Diketahuinya melalui sms banking suaminya," sebut Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu’min Wijaya melalui Kapolsek Tampan.

Diuraikannya, setelah diingat oleh korban YF (20) mengambil uang pada Ahad (6/9) di ATM  BRI Komplek SPBU Delima Jalan Srikandi. Lalu, ATM-nya tersangkut.

"Mengetahui ATM tersangkut, otak pelaku WAP yang sudah berada di dalam langsung mencoba melakukan bantuan dan mengarahkan agar ATM tetap aman. Padahal, itu modus pelaku untuk mengetahui nomor PIN, yang mana sebelumnya sudah disiapkan ganjalan botol minum aqua pada tempat ATM itu," jelasnya.
Aksinya dapat dikatakan berhasil ketika ATM itu tertelan. Lalu, korban pergi dan selanjutnya mesin ATM dibongkar dengan alat yang sudah dipersiapkan.

Baca Juga:  Bus Gumarang Jaya Tabrak Tiga Murid SD hingga Tewas di Pitalah, Sumbar

Sementara peran dari pelaku HM yaitu sebagai spion atau pemantau. "Setelah itu, dua pelaku itu mencari ATM terdekat untuk mengeruk uang. Keduanya diamankan pada 10 September 2020 di Siak Hulu, Kampar. Hasil penyidikan sudah 18 TKP beraksi di lokasi berbeda," ujarnya.
nakan untuk judi online. Mulanya WAP juga sebagai spion yang masih DPO. "Namun karena menjadi spion bagiannya kecil maka beralih menjadi pelaku utama," katanya.

Di waktu yang sama WAP mengaku melancarkan aksi berdua. Katanya, saat bersama HM baru tujuh kali namun yang berhasil hanya empat. "Sudah sejak bulan Juli 2020. Tapi kalau dengan HM sejak Agustus. Korban sudah kami amati," ungkapnya.
Lokasi yang pernah dijadikan tempat beraksi diantaranya ATM Bank BRI Komplek SPBU depan pasar selasa sebanyak 3 kali. Lalu, ATM Bank BRI di Swalayan Jalan Cipta Karya  sebanyak 3 kali.

Baca Juga:  Dua Remaja Hebohkan Jagad Maya, Ini yang Dilakukannya

Kemudian, ATM Bank BRI Komplek SPBU Delima jalan Srikandi  sebanyak 3 kali. ATM Bank BRI Komplek SPBU Jalan Riau  sebanyak 2  kali. Selanjutnya, ATM Bank BRI depan kantor Sat Pol PP Jalan Pepaya  sebanyak 3 kali.(sof)

Laporan : SOFIAH (Pekanbaru)

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) –  DUA pria pelaku pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan modus menganjal menggunakan bekas potongan air mineral diringkus Unit Reskrim Polsek Tampan. Korban yang melaporkan ke polisi mengaku rugi puluhan juta.

Sabtu (12/9) kemarin  dua pelaku inisial WAP (30) dan HM (28) dihadirkan dalam pers rilis oleh polisi. "Dua pelaku ini dilaporkan korban nasabah BRI yang saat itu kehilangan uang senilai Rp16 juta. Diketahuinya melalui sms banking suaminya," sebut Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu’min Wijaya melalui Kapolsek Tampan.

Diuraikannya, setelah diingat oleh korban YF (20) mengambil uang pada Ahad (6/9) di ATM  BRI Komplek SPBU Delima Jalan Srikandi. Lalu, ATM-nya tersangkut.

"Mengetahui ATM tersangkut, otak pelaku WAP yang sudah berada di dalam langsung mencoba melakukan bantuan dan mengarahkan agar ATM tetap aman. Padahal, itu modus pelaku untuk mengetahui nomor PIN, yang mana sebelumnya sudah disiapkan ganjalan botol minum aqua pada tempat ATM itu," jelasnya.
Aksinya dapat dikatakan berhasil ketika ATM itu tertelan. Lalu, korban pergi dan selanjutnya mesin ATM dibongkar dengan alat yang sudah dipersiapkan.

Baca Juga:  Dua Remaja Hebohkan Jagad Maya, Ini yang Dilakukannya

Sementara peran dari pelaku HM yaitu sebagai spion atau pemantau. "Setelah itu, dua pelaku itu mencari ATM terdekat untuk mengeruk uang. Keduanya diamankan pada 10 September 2020 di Siak Hulu, Kampar. Hasil penyidikan sudah 18 TKP beraksi di lokasi berbeda," ujarnya.
nakan untuk judi online. Mulanya WAP juga sebagai spion yang masih DPO. "Namun karena menjadi spion bagiannya kecil maka beralih menjadi pelaku utama," katanya.

- Advertisement -

Di waktu yang sama WAP mengaku melancarkan aksi berdua. Katanya, saat bersama HM baru tujuh kali namun yang berhasil hanya empat. "Sudah sejak bulan Juli 2020. Tapi kalau dengan HM sejak Agustus. Korban sudah kami amati," ungkapnya.
Lokasi yang pernah dijadikan tempat beraksi diantaranya ATM Bank BRI Komplek SPBU depan pasar selasa sebanyak 3 kali. Lalu, ATM Bank BRI di Swalayan Jalan Cipta Karya  sebanyak 3 kali.

Baca Juga:  Lawan Petugas, Pengedar Sabu di Pinggir Tak Berkutik Dibekuk Polisi

Kemudian, ATM Bank BRI Komplek SPBU Delima jalan Srikandi  sebanyak 3 kali. ATM Bank BRI Komplek SPBU Jalan Riau  sebanyak 2  kali. Selanjutnya, ATM Bank BRI depan kantor Sat Pol PP Jalan Pepaya  sebanyak 3 kali.(sof)

- Advertisement -

Laporan : SOFIAH (Pekanbaru)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) –  DUA pria pelaku pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan modus menganjal menggunakan bekas potongan air mineral diringkus Unit Reskrim Polsek Tampan. Korban yang melaporkan ke polisi mengaku rugi puluhan juta.

Sabtu (12/9) kemarin  dua pelaku inisial WAP (30) dan HM (28) dihadirkan dalam pers rilis oleh polisi. "Dua pelaku ini dilaporkan korban nasabah BRI yang saat itu kehilangan uang senilai Rp16 juta. Diketahuinya melalui sms banking suaminya," sebut Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu’min Wijaya melalui Kapolsek Tampan.

Diuraikannya, setelah diingat oleh korban YF (20) mengambil uang pada Ahad (6/9) di ATM  BRI Komplek SPBU Delima Jalan Srikandi. Lalu, ATM-nya tersangkut.

"Mengetahui ATM tersangkut, otak pelaku WAP yang sudah berada di dalam langsung mencoba melakukan bantuan dan mengarahkan agar ATM tetap aman. Padahal, itu modus pelaku untuk mengetahui nomor PIN, yang mana sebelumnya sudah disiapkan ganjalan botol minum aqua pada tempat ATM itu," jelasnya.
Aksinya dapat dikatakan berhasil ketika ATM itu tertelan. Lalu, korban pergi dan selanjutnya mesin ATM dibongkar dengan alat yang sudah dipersiapkan.

Baca Juga:  Masjid Ahmadiyah di Sintang Dirusak Massa, Gusdurian Mengecam

Sementara peran dari pelaku HM yaitu sebagai spion atau pemantau. "Setelah itu, dua pelaku itu mencari ATM terdekat untuk mengeruk uang. Keduanya diamankan pada 10 September 2020 di Siak Hulu, Kampar. Hasil penyidikan sudah 18 TKP beraksi di lokasi berbeda," ujarnya.
nakan untuk judi online. Mulanya WAP juga sebagai spion yang masih DPO. "Namun karena menjadi spion bagiannya kecil maka beralih menjadi pelaku utama," katanya.

Di waktu yang sama WAP mengaku melancarkan aksi berdua. Katanya, saat bersama HM baru tujuh kali namun yang berhasil hanya empat. "Sudah sejak bulan Juli 2020. Tapi kalau dengan HM sejak Agustus. Korban sudah kami amati," ungkapnya.
Lokasi yang pernah dijadikan tempat beraksi diantaranya ATM Bank BRI Komplek SPBU depan pasar selasa sebanyak 3 kali. Lalu, ATM Bank BRI di Swalayan Jalan Cipta Karya  sebanyak 3 kali.

Baca Juga:  Kabur Bawa Uang Gaji Rp1 Miliar, Kasir di Pekanbaru Ditangkap Polsek Rumbai Pesisir

Kemudian, ATM Bank BRI Komplek SPBU Delima jalan Srikandi  sebanyak 3 kali. ATM Bank BRI Komplek SPBU Jalan Riau  sebanyak 2  kali. Selanjutnya, ATM Bank BRI depan kantor Sat Pol PP Jalan Pepaya  sebanyak 3 kali.(sof)

Laporan : SOFIAH (Pekanbaru)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari