Jumat, 13 Februari 2026
- Advertisement -

Ini Tanggapan Rini Soemarno tentang Tingginya Impor Migas

BOGOR (RIAUPOS.CO) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, menyikapi biasa teguran dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang memintanya berhati-hati soal besarnya impor minyak dan gas bumi (migas) periode Januari – Mei 2019.

Pada Mei 2019 angkanya mencapai 2,09 miliar dolar AS. Hal itu memberi kontribusi besar bagi defisitnya neraca perdagangan Indonesia pada periode tersebutz yakni USD 2,14 miliar.

“Kalau ditegur mah enggak apa-apa. Hahahaha. Tegur apa? Enggak apa-apa. Baik. Ya saya harus lebih kerja keras mengingat impor turun, tapi lebih turun lagi ekspor kita. Jadi kami harus lebih banyak kerja keras. Gitu aja,” kata Rini. Itu disampaikan Rini saat dimintai tanggapannya soal teguran Kepala Negara, usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Senin (8/7/2019).

Namun demikian, Rini tidak memberikan jawaban rinci saat ditanya strateginya dalam menurunkan impor migas tersebut.  ’’Migas kan memang kalau demand naik otomatis impornya banyak. Ya kami akan lihat kenapa bulan Mei naik. Ya makasih ya,’’ katanya sembari memasuki mobil.(fat)

Editor: Fopin A Sinaga
Baca Juga:  Bank bjb Serahkan Bantuan Korban Banjir

BOGOR (RIAUPOS.CO) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, menyikapi biasa teguran dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang memintanya berhati-hati soal besarnya impor minyak dan gas bumi (migas) periode Januari – Mei 2019.

Pada Mei 2019 angkanya mencapai 2,09 miliar dolar AS. Hal itu memberi kontribusi besar bagi defisitnya neraca perdagangan Indonesia pada periode tersebutz yakni USD 2,14 miliar.

“Kalau ditegur mah enggak apa-apa. Hahahaha. Tegur apa? Enggak apa-apa. Baik. Ya saya harus lebih kerja keras mengingat impor turun, tapi lebih turun lagi ekspor kita. Jadi kami harus lebih banyak kerja keras. Gitu aja,” kata Rini. Itu disampaikan Rini saat dimintai tanggapannya soal teguran Kepala Negara, usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Senin (8/7/2019).

Namun demikian, Rini tidak memberikan jawaban rinci saat ditanya strateginya dalam menurunkan impor migas tersebut.  ’’Migas kan memang kalau demand naik otomatis impornya banyak. Ya kami akan lihat kenapa bulan Mei naik. Ya makasih ya,’’ katanya sembari memasuki mobil.(fat)

Editor: Fopin A Sinaga
Baca Juga:  Analis Asuransi Nilai OJK Tidak Banyak Berperan
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BOGOR (RIAUPOS.CO) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, menyikapi biasa teguran dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang memintanya berhati-hati soal besarnya impor minyak dan gas bumi (migas) periode Januari – Mei 2019.

Pada Mei 2019 angkanya mencapai 2,09 miliar dolar AS. Hal itu memberi kontribusi besar bagi defisitnya neraca perdagangan Indonesia pada periode tersebutz yakni USD 2,14 miliar.

“Kalau ditegur mah enggak apa-apa. Hahahaha. Tegur apa? Enggak apa-apa. Baik. Ya saya harus lebih kerja keras mengingat impor turun, tapi lebih turun lagi ekspor kita. Jadi kami harus lebih banyak kerja keras. Gitu aja,” kata Rini. Itu disampaikan Rini saat dimintai tanggapannya soal teguran Kepala Negara, usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Senin (8/7/2019).

Namun demikian, Rini tidak memberikan jawaban rinci saat ditanya strateginya dalam menurunkan impor migas tersebut.  ’’Migas kan memang kalau demand naik otomatis impornya banyak. Ya kami akan lihat kenapa bulan Mei naik. Ya makasih ya,’’ katanya sembari memasuki mobil.(fat)

Editor: Fopin A Sinaga
Baca Juga:  Tabungan Simpedes BRI Lancang Kuning Rp640 Miliar

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari