Minggu, 30 November 2025
spot_img

Los Angeles dan 25 Kota Umumkan Situasi Darurat Buntut Kerusuhan Bernuansa Rasial

CALIFORNIA (RIAUPOS.CO) – Unjuk rasa yang berujung kerusuhan dalam aksi masyarakat, meluas di hampir seluruh Amerika Serikat (AS). Gubernur Negara Bagian California, mengumumkan situasi darurat untuk Los Angeles pada Ahad (31/5/2020).

Keputusan ini diambil setelah kerusuhan dalam aksi protes kematian George Floyd, seorang warga berdarah Afrika-Amerika oleh seorang polisi di Minneapolis, Minnesota, AS.

Dalam pernyataannya, Gubernur California Gavin Newsom juga memberikan otorisasi bantuan ke Los Angeles, setelah mendapat permintaan untuk mengerahkan Garda Nasional guna membubarkan protes.

"Saya dengan ini memerintahkan; semua lembaga pemerintah menggunakan dan mengerahkan personel, perlengkapan, dan fasilitas atau melakukan semua aktivitas sesuai arahan dari Badan Layanan Darurat. Dan seluruh warga untuk mengikuti petunjuk dari petugas darurat demi melindungi keselamatan mereka," bunyi pernyataan Newsom.

Baca Juga:  Azmi Ketua, Fairus dan Androy Wakil

Sebelumnya, dilansir dari CNN, AS sudah memberlakukan jam malam untuk 25 kota di 16 negara bagian sebagai antisipasi meluasnya kerusuhan.

Kebijakan jam malam berlangsung di California, Beverly Hills, Los Angeles, Colorado, Denver, Florida, dan Miami. Lalu, di Georgia, Atlanta, Illinois, Chicago, Kentucky, Louisville, Minnesota, Minneapolis, St Paul, New York, dan Rochester,

Kemudian, di Ohio, Cincinnati, Cleveland, Columbus, Dayton, Toledo, Oregon, Eugene, Portland, Pennsylvania, dan Philadephia. Selanjutnya, di Pittsburgh, South Carolina, Charleston, Columbia, Tennessee, Nashville, Utah, Salt Lake City, Washington, Seattle, Wisconsin, dan Milwaukee.

George Floyd meninggal dunia pada Senin (25/5) lalu akibat tak bisa bernapas setelah seorang polisi menekan lehernya dengan lutut dalam proses penangkapan di Minneapolis. Demonstrasi pecah pertama kali di kota itu sehari setelah ia meninggal. 

Baca Juga:  Menhub Imbau Pemudik Kembali Lebih Awal Pada Hari Jumat atau Sabtu

Sumber: CNN/AFP/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

CALIFORNIA (RIAUPOS.CO) – Unjuk rasa yang berujung kerusuhan dalam aksi masyarakat, meluas di hampir seluruh Amerika Serikat (AS). Gubernur Negara Bagian California, mengumumkan situasi darurat untuk Los Angeles pada Ahad (31/5/2020).

Keputusan ini diambil setelah kerusuhan dalam aksi protes kematian George Floyd, seorang warga berdarah Afrika-Amerika oleh seorang polisi di Minneapolis, Minnesota, AS.

Dalam pernyataannya, Gubernur California Gavin Newsom juga memberikan otorisasi bantuan ke Los Angeles, setelah mendapat permintaan untuk mengerahkan Garda Nasional guna membubarkan protes.

"Saya dengan ini memerintahkan; semua lembaga pemerintah menggunakan dan mengerahkan personel, perlengkapan, dan fasilitas atau melakukan semua aktivitas sesuai arahan dari Badan Layanan Darurat. Dan seluruh warga untuk mengikuti petunjuk dari petugas darurat demi melindungi keselamatan mereka," bunyi pernyataan Newsom.

Baca Juga:  Subholding Gas Pertamina Suplai Gas Bumi ke Ecowisata Terpadu Batam

Sebelumnya, dilansir dari CNN, AS sudah memberlakukan jam malam untuk 25 kota di 16 negara bagian sebagai antisipasi meluasnya kerusuhan.

- Advertisement -

Kebijakan jam malam berlangsung di California, Beverly Hills, Los Angeles, Colorado, Denver, Florida, dan Miami. Lalu, di Georgia, Atlanta, Illinois, Chicago, Kentucky, Louisville, Minnesota, Minneapolis, St Paul, New York, dan Rochester,

Kemudian, di Ohio, Cincinnati, Cleveland, Columbus, Dayton, Toledo, Oregon, Eugene, Portland, Pennsylvania, dan Philadephia. Selanjutnya, di Pittsburgh, South Carolina, Charleston, Columbia, Tennessee, Nashville, Utah, Salt Lake City, Washington, Seattle, Wisconsin, dan Milwaukee.

- Advertisement -

George Floyd meninggal dunia pada Senin (25/5) lalu akibat tak bisa bernapas setelah seorang polisi menekan lehernya dengan lutut dalam proses penangkapan di Minneapolis. Demonstrasi pecah pertama kali di kota itu sehari setelah ia meninggal. 

Baca Juga:  Jangan Bebani Wali Murid Biaya Rapid Test

Sumber: CNN/AFP/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

CALIFORNIA (RIAUPOS.CO) – Unjuk rasa yang berujung kerusuhan dalam aksi masyarakat, meluas di hampir seluruh Amerika Serikat (AS). Gubernur Negara Bagian California, mengumumkan situasi darurat untuk Los Angeles pada Ahad (31/5/2020).

Keputusan ini diambil setelah kerusuhan dalam aksi protes kematian George Floyd, seorang warga berdarah Afrika-Amerika oleh seorang polisi di Minneapolis, Minnesota, AS.

Dalam pernyataannya, Gubernur California Gavin Newsom juga memberikan otorisasi bantuan ke Los Angeles, setelah mendapat permintaan untuk mengerahkan Garda Nasional guna membubarkan protes.

"Saya dengan ini memerintahkan; semua lembaga pemerintah menggunakan dan mengerahkan personel, perlengkapan, dan fasilitas atau melakukan semua aktivitas sesuai arahan dari Badan Layanan Darurat. Dan seluruh warga untuk mengikuti petunjuk dari petugas darurat demi melindungi keselamatan mereka," bunyi pernyataan Newsom.

Baca Juga:  MUI Khawatir Indonesia Tak Ada Nilainya Bagi Dunia

Sebelumnya, dilansir dari CNN, AS sudah memberlakukan jam malam untuk 25 kota di 16 negara bagian sebagai antisipasi meluasnya kerusuhan.

Kebijakan jam malam berlangsung di California, Beverly Hills, Los Angeles, Colorado, Denver, Florida, dan Miami. Lalu, di Georgia, Atlanta, Illinois, Chicago, Kentucky, Louisville, Minnesota, Minneapolis, St Paul, New York, dan Rochester,

Kemudian, di Ohio, Cincinnati, Cleveland, Columbus, Dayton, Toledo, Oregon, Eugene, Portland, Pennsylvania, dan Philadephia. Selanjutnya, di Pittsburgh, South Carolina, Charleston, Columbia, Tennessee, Nashville, Utah, Salt Lake City, Washington, Seattle, Wisconsin, dan Milwaukee.

George Floyd meninggal dunia pada Senin (25/5) lalu akibat tak bisa bernapas setelah seorang polisi menekan lehernya dengan lutut dalam proses penangkapan di Minneapolis. Demonstrasi pecah pertama kali di kota itu sehari setelah ia meninggal. 

Baca Juga:  Subholding Gas Pertamina Suplai Gas Bumi ke Ecowisata Terpadu Batam

Sumber: CNN/AFP/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari