MERANTI(RIAUPOS. CO)-Penyaluran bantuan sosial (Bansos) berupa paket Sembako berlangsung seremonial antara Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Irwan Nasir dan beberapa orang camat akhir pekan lalu (1/5/20) siang.
Namun 6000 paket untuk keluarga yang terdampak Virus corona atau corona virus disease 2019 (Covid-19) belum disalurkan. Asalan Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti penyaluran tergencet oleh pengepakan paket yang jumlahnya 6000 paket.
"Penyaluran belum. Barang-barang lagi disiapkan. Jumlahnya banyak. Beribu," ungkap Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kabupaten Kepulauan Meranti, Agus Yanto.
Walupun demikian ia tidak menyangkal sempat terdapat data penerima yang tumpang tindih, sehingga mesti diverifikasi ulang. Namun soal data, dibeberkannya saat ini sudah tidak ada kendala. Dengan begitu, ia tidak mau dikatakan belum siap. Langkah itu dipastikan agar penyaluran Bansos benar-benar tepat sasaran.
"Data sudah tidak ada masalah. Tapi jangan itu dilihat dari sudut ketidaksiapan, tapi dari sudut kehati-hatian agar tepat sasaran. Sekarang sudah fix. Dua hari lagi target kami sudah bisa disalurkan," ungkapnya.
Gambaran teknis penyaluran Bansos di terangkan Agus, dimulai dari pemerintah kecamatan, kepala desa atau lurah. Namun pastinya mereka tetap melibatkan aparat keamanan. "Kita yakin masing-masing camat pasti melakukan koordinasi utuk itu," ujarnya.
Namun kondisi yang berbeda diakui oleh Kepala Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi, Syamsurizal. Ia mengaku jika pihak desa dan kecamatan masih melakukan proses validasi data penerima.
"Belum lagi. Kemarin penyerahan masih simbolis saja. Pendataannya saja belum tuntas. Yang data itu kita dari bawah. Sekarang datanya masih proses verifikasi. Dua malam ini kami bergadang di kantor camat untuk pencocokan data penerima yang tumpang tindih," ujarnya.
Pencocokan data dilakukan agar penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Pemprov Riau, Pemda Meranti dan Pemdes dapat tercover secara adil.
"Artinya, penerima program PKH tidak lagi dapat bantuan lain. Begitu juga BPNT, Pemda Meranti dan bantuan bantuan lainnya seperti bantuan Pemprov dan Pemdes," ujarnya.
Laporan Wira Saputra (Pekanbaru)
Editor: Deslina


