Sabtu, 29 November 2025
spot_img

Penjelasan Nadiem Soal Bayar SPP Pakai Aplikasi Gojek

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Akses pembayaran biaya pendidikan melalui GoBills di aplikasi Gojek resmi diumumkan pada Senin, 17 Februari 2020 lalu. Banyak pihak yang menduga adanya benturan kepentingan pada sosok Menteri milenial Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang merupakan mantan CEO Gojek.

Nadiem mengaku, Ia telah menduga bahwa ada persepsi seperti itu dari masyarakat. Namun, dirinya meluruskan, tidak ada kaitannya antara inovasi metode pembayaran yang dibuat oleh suatu perusahaan dengan program Kemendikbud.

“Gak ada urusannya dengan kemendikbud sama sekali, secara swasta kan semuanya (bisa) menerima cara pembayaran tersebut, bukan urusan kemendikbud,” ujarnya di Ciputra Artpreneur, Rabu (19/2) malam.

Kritik tersebut ditangapinya sebagai hal biasa sebagai pejabat negara. Hal yang sama juga saat kerap kali persepsi masyarakat tentang dirinya selalu positif. Untuk itu, Ia menanggapi persoalan ini dengan bijak.

Baca Juga:  Irwan Mengaku Tak Tahu Proses DAK

“Apapun yang kita lakukan seperti di pelintir seperti sesuatu hal yang bukan kita maksudkan. Dan itu yang bikin semarak di media dan lain-lain. Tapi ya lama-lama karena beberapa kali terjadi kita juga ya lebih kalem aja gitu sekarang. Karena itu normal menjadi figur menteri. Awalnya memang lumayan stres sih,” ucapnya.

Nadiem menambahkan, beragam persepsi negatif masyarakat tentang dirinya tak membuatnya patah semangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Sebab, kebijakan yang dibuat diharapkan akan berdampak pada 10 hingga 20 tahun kedepan.

“Sekarang (dalam mengelola stres) lebih banyak meditasi lebih sering, main sama anak lebih menenangkan hati. Tapi ujung-ujungnya gapapa kita sakit-sakitan karena dampak yang bisa kita lakukan dalam pendidikan adalah 10-20 tahun ke depan. Jadi itu yang bikin saya semangat terus. Yaudahlah Gapapa yang penting kelar,” tutupnya.

Baca Juga:  Kabar Duka di Hari Raya Idulfitri, Aktris Senior Mieke Wijaya Wafat

Sebagai informasi, saat ini tercatat lebih dari 180 unit institusi pendidikan, dengan total 180 ribu siswa dari 14 provinsi di Jaringan IDN yang terdaftar di GoBills, mulai dari sekolah, madrasah, universitas, pesantren dan bimbingan belajar yang dapat membayar tagihan biaya Pendidikan via Gobills.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Akses pembayaran biaya pendidikan melalui GoBills di aplikasi Gojek resmi diumumkan pada Senin, 17 Februari 2020 lalu. Banyak pihak yang menduga adanya benturan kepentingan pada sosok Menteri milenial Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang merupakan mantan CEO Gojek.

Nadiem mengaku, Ia telah menduga bahwa ada persepsi seperti itu dari masyarakat. Namun, dirinya meluruskan, tidak ada kaitannya antara inovasi metode pembayaran yang dibuat oleh suatu perusahaan dengan program Kemendikbud.

“Gak ada urusannya dengan kemendikbud sama sekali, secara swasta kan semuanya (bisa) menerima cara pembayaran tersebut, bukan urusan kemendikbud,” ujarnya di Ciputra Artpreneur, Rabu (19/2) malam.

Kritik tersebut ditangapinya sebagai hal biasa sebagai pejabat negara. Hal yang sama juga saat kerap kali persepsi masyarakat tentang dirinya selalu positif. Untuk itu, Ia menanggapi persoalan ini dengan bijak.

Baca Juga:  Di Indonesia, Kasus Baru Tembus 1.053 Orang

“Apapun yang kita lakukan seperti di pelintir seperti sesuatu hal yang bukan kita maksudkan. Dan itu yang bikin semarak di media dan lain-lain. Tapi ya lama-lama karena beberapa kali terjadi kita juga ya lebih kalem aja gitu sekarang. Karena itu normal menjadi figur menteri. Awalnya memang lumayan stres sih,” ucapnya.

- Advertisement -

Nadiem menambahkan, beragam persepsi negatif masyarakat tentang dirinya tak membuatnya patah semangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Sebab, kebijakan yang dibuat diharapkan akan berdampak pada 10 hingga 20 tahun kedepan.

“Sekarang (dalam mengelola stres) lebih banyak meditasi lebih sering, main sama anak lebih menenangkan hati. Tapi ujung-ujungnya gapapa kita sakit-sakitan karena dampak yang bisa kita lakukan dalam pendidikan adalah 10-20 tahun ke depan. Jadi itu yang bikin saya semangat terus. Yaudahlah Gapapa yang penting kelar,” tutupnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Berdasar Dokumen WHO, Terungkap Uji Coba Obat Corona Gagal

Sebagai informasi, saat ini tercatat lebih dari 180 unit institusi pendidikan, dengan total 180 ribu siswa dari 14 provinsi di Jaringan IDN yang terdaftar di GoBills, mulai dari sekolah, madrasah, universitas, pesantren dan bimbingan belajar yang dapat membayar tagihan biaya Pendidikan via Gobills.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Akses pembayaran biaya pendidikan melalui GoBills di aplikasi Gojek resmi diumumkan pada Senin, 17 Februari 2020 lalu. Banyak pihak yang menduga adanya benturan kepentingan pada sosok Menteri milenial Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang merupakan mantan CEO Gojek.

Nadiem mengaku, Ia telah menduga bahwa ada persepsi seperti itu dari masyarakat. Namun, dirinya meluruskan, tidak ada kaitannya antara inovasi metode pembayaran yang dibuat oleh suatu perusahaan dengan program Kemendikbud.

“Gak ada urusannya dengan kemendikbud sama sekali, secara swasta kan semuanya (bisa) menerima cara pembayaran tersebut, bukan urusan kemendikbud,” ujarnya di Ciputra Artpreneur, Rabu (19/2) malam.

Kritik tersebut ditangapinya sebagai hal biasa sebagai pejabat negara. Hal yang sama juga saat kerap kali persepsi masyarakat tentang dirinya selalu positif. Untuk itu, Ia menanggapi persoalan ini dengan bijak.

Baca Juga:  Subsidi Gaji Guru Non-PNS Cair

“Apapun yang kita lakukan seperti di pelintir seperti sesuatu hal yang bukan kita maksudkan. Dan itu yang bikin semarak di media dan lain-lain. Tapi ya lama-lama karena beberapa kali terjadi kita juga ya lebih kalem aja gitu sekarang. Karena itu normal menjadi figur menteri. Awalnya memang lumayan stres sih,” ucapnya.

Nadiem menambahkan, beragam persepsi negatif masyarakat tentang dirinya tak membuatnya patah semangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Sebab, kebijakan yang dibuat diharapkan akan berdampak pada 10 hingga 20 tahun kedepan.

“Sekarang (dalam mengelola stres) lebih banyak meditasi lebih sering, main sama anak lebih menenangkan hati. Tapi ujung-ujungnya gapapa kita sakit-sakitan karena dampak yang bisa kita lakukan dalam pendidikan adalah 10-20 tahun ke depan. Jadi itu yang bikin saya semangat terus. Yaudahlah Gapapa yang penting kelar,” tutupnya.

Baca Juga:  Ukraina Serukan Gencatan Senjata saat Dialog

Sebagai informasi, saat ini tercatat lebih dari 180 unit institusi pendidikan, dengan total 180 ribu siswa dari 14 provinsi di Jaringan IDN yang terdaftar di GoBills, mulai dari sekolah, madrasah, universitas, pesantren dan bimbingan belajar yang dapat membayar tagihan biaya Pendidikan via Gobills.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari