Sabtu, 11 April 2026
- Advertisement -

Akibat Gangguan Pencernaan, Seekor Gajah Ditemukan Mati

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Balai Besar KSDA Riau menerima laporan dari masyarakat bahwa telah ditemukan seekor gajah mati di area PT Arara Abadi, kilometer 54, Desa Koto Pait, Kecamatan Talang Mandau, Kabupaten Bengkalis, Jumat (7/2/2020). Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono, langsung menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan observasi.

"Tim medis langsung melakukan nekropsi yang dilakukan oleh dua  dokter hewan dari Balai Besar KSDA Riau yaitu drh Rini Deswita dan drh Danang beserta tim medis Balai Besar KSDA Riau, hari ini (Sabtu, red),"ujar Suharyono.

Ia menuturkan, dari dasil nekropsi gajah berjenis kelamin betina dan berumur kurang lebih 40 tahun. Kematian gajah berkisar 5 hari sebelum satwa tersebut ditemukan. Tidak ditemukan adanya kekerasan fisik maupun keracunan.

Baca Juga:  Peringati Nuzulul Quran, Laznas LMI Buka Bersama Ratusan Yatim Dhuafa

"Hasil pemeriksaan patologi anatomi penyebab kematian gajah murni gangguan pencernaan akibat infeksi atau peradangan pada dinding saluran pencernaan, terutama lambung dan usus (Gastroenteritis kronis, red),” tambah Suharyono.

Dijelaskannya lagi, sakit yang dialami gajah tersebut membuat makanan tidak dapat dicerna sehingga otomatis satwa tersebut pun kehilangan berat badannya. Setelah dilakukan nekropsi, bangkai gajah dikuburkan di sekitar lokasi kematian dengan menggunakan alat berat milik PT Arara Abadi.

Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)
Editor: Hary B Koriun

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Balai Besar KSDA Riau menerima laporan dari masyarakat bahwa telah ditemukan seekor gajah mati di area PT Arara Abadi, kilometer 54, Desa Koto Pait, Kecamatan Talang Mandau, Kabupaten Bengkalis, Jumat (7/2/2020). Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono, langsung menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan observasi.

"Tim medis langsung melakukan nekropsi yang dilakukan oleh dua  dokter hewan dari Balai Besar KSDA Riau yaitu drh Rini Deswita dan drh Danang beserta tim medis Balai Besar KSDA Riau, hari ini (Sabtu, red),"ujar Suharyono.

Ia menuturkan, dari dasil nekropsi gajah berjenis kelamin betina dan berumur kurang lebih 40 tahun. Kematian gajah berkisar 5 hari sebelum satwa tersebut ditemukan. Tidak ditemukan adanya kekerasan fisik maupun keracunan.

Baca Juga:  Verifikasi Kemenkes Lamban, Penyaluran Insentif Nakes Daerah Terhambat

"Hasil pemeriksaan patologi anatomi penyebab kematian gajah murni gangguan pencernaan akibat infeksi atau peradangan pada dinding saluran pencernaan, terutama lambung dan usus (Gastroenteritis kronis, red),” tambah Suharyono.

Dijelaskannya lagi, sakit yang dialami gajah tersebut membuat makanan tidak dapat dicerna sehingga otomatis satwa tersebut pun kehilangan berat badannya. Setelah dilakukan nekropsi, bangkai gajah dikuburkan di sekitar lokasi kematian dengan menggunakan alat berat milik PT Arara Abadi.

- Advertisement -

Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Tinggal Lengkuas

Tetap Ingin Bercerai

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Balai Besar KSDA Riau menerima laporan dari masyarakat bahwa telah ditemukan seekor gajah mati di area PT Arara Abadi, kilometer 54, Desa Koto Pait, Kecamatan Talang Mandau, Kabupaten Bengkalis, Jumat (7/2/2020). Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono, langsung menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan observasi.

"Tim medis langsung melakukan nekropsi yang dilakukan oleh dua  dokter hewan dari Balai Besar KSDA Riau yaitu drh Rini Deswita dan drh Danang beserta tim medis Balai Besar KSDA Riau, hari ini (Sabtu, red),"ujar Suharyono.

Ia menuturkan, dari dasil nekropsi gajah berjenis kelamin betina dan berumur kurang lebih 40 tahun. Kematian gajah berkisar 5 hari sebelum satwa tersebut ditemukan. Tidak ditemukan adanya kekerasan fisik maupun keracunan.

Baca Juga:  Verifikasi Kemenkes Lamban, Penyaluran Insentif Nakes Daerah Terhambat

"Hasil pemeriksaan patologi anatomi penyebab kematian gajah murni gangguan pencernaan akibat infeksi atau peradangan pada dinding saluran pencernaan, terutama lambung dan usus (Gastroenteritis kronis, red),” tambah Suharyono.

Dijelaskannya lagi, sakit yang dialami gajah tersebut membuat makanan tidak dapat dicerna sehingga otomatis satwa tersebut pun kehilangan berat badannya. Setelah dilakukan nekropsi, bangkai gajah dikuburkan di sekitar lokasi kematian dengan menggunakan alat berat milik PT Arara Abadi.

Laporan: Dofi Iskandar (Pekanbaru)
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Karbit Kelepus

Bona Malwal (2)

Pasangan Manipulatif

Ditabrak dari Belakang

Tinggal Lengkuas

Tetap Ingin Bercerai

Trending Tags

Rubrik dicari