Selasa, 13 Oktober 2026
- Advertisement -

Tak Mengajak Novel Baswedan dalam Rekonstruksi, Ini Alasan Polisi

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tak mengajak penyidik senior KPK Novel Baswedan dalam rekonstruksi kasus penyiraman air keras. Padahal, saat rekonstruksi berlangsung, Novel ada di lokasi. Hal ini menjadi suatu kejanggalan dalam proses penyidikan, karena korban dilakukan oleh pemeran pengganti.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Murti menyebut hal ini berdasar informasi dari kuasa hukum Novel.

“Kami putuskan karena emang kegiatan ini enggak bisa kami tunda dan harus kami laksanakan, karena terikat waktu masa pemberkasan dan penahanan, kami laksanakan,” kata Dedy Murti di kawasan kediaman Novel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/2).

Menurutnya, saat rekonstruksi digelar dengan pemeran pengganti, tiba-tiba pihaknya melihat Novel sempat melintas di sana. Tapi, hal tersebut tidak jadi masalah dan tak mengganggu rekonstruksi yang dilakukan. Karena rekonstruksi tetap berlangsung hingga rampung.

Baca Juga:  Pemkab Rokan Hulu Daftarkan ASN Jadi Peserta BPJamsostek

Dia menyebut hasil rekonstruksi tetap bisa digunakan.

“Saat pelaksanaan di lokasi tadi di TKP kebetulan kami juga melibat ada Pak Novel, dalam hal ini korban melintas dan sempat rekan-rekan penyidik dan JPU mempertanyakan dan menyampaikan kegiatan ini tetap kami laksanakan dengan pemeran pengganti. Sehingga, prosesnya harus legitimate dan memiliki kekuatan hukum sebagai alat bukti,” pungkasnya.

Sebelumnya, polisi menangkap dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan. Kedua tersangka berinisial Ronny Bugis dan Rahmat Kadir sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ronny dan Rahmat ditangkap di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Keduanya merupakan anggota polisi aktif. Penangkapan dilakukan usai polisi melakukan serangkaian penyelidikan yang panjang.

Baca Juga:  Kuburan di Lokasi Tempat Sampah Bikin Heboh

Editor: Deslina
Sumber: Jawapos.com

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tak mengajak penyidik senior KPK Novel Baswedan dalam rekonstruksi kasus penyiraman air keras. Padahal, saat rekonstruksi berlangsung, Novel ada di lokasi. Hal ini menjadi suatu kejanggalan dalam proses penyidikan, karena korban dilakukan oleh pemeran pengganti.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Murti menyebut hal ini berdasar informasi dari kuasa hukum Novel.

“Kami putuskan karena emang kegiatan ini enggak bisa kami tunda dan harus kami laksanakan, karena terikat waktu masa pemberkasan dan penahanan, kami laksanakan,” kata Dedy Murti di kawasan kediaman Novel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/2).

Menurutnya, saat rekonstruksi digelar dengan pemeran pengganti, tiba-tiba pihaknya melihat Novel sempat melintas di sana. Tapi, hal tersebut tidak jadi masalah dan tak mengganggu rekonstruksi yang dilakukan. Karena rekonstruksi tetap berlangsung hingga rampung.

Baca Juga:  Ahmad Basarah: Pancasila Puncak Kebudayaan Bangsa Indonesia

Dia menyebut hasil rekonstruksi tetap bisa digunakan.

- Advertisement -

“Saat pelaksanaan di lokasi tadi di TKP kebetulan kami juga melibat ada Pak Novel, dalam hal ini korban melintas dan sempat rekan-rekan penyidik dan JPU mempertanyakan dan menyampaikan kegiatan ini tetap kami laksanakan dengan pemeran pengganti. Sehingga, prosesnya harus legitimate dan memiliki kekuatan hukum sebagai alat bukti,” pungkasnya.

Sebelumnya, polisi menangkap dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan. Kedua tersangka berinisial Ronny Bugis dan Rahmat Kadir sudah ditetapkan sebagai tersangka.

- Advertisement -

Ronny dan Rahmat ditangkap di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Keduanya merupakan anggota polisi aktif. Penangkapan dilakukan usai polisi melakukan serangkaian penyelidikan yang panjang.

Baca Juga:  Ajak Semua Pihak Sukseskan Sensus

Editor: Deslina
Sumber: Jawapos.com

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tak mengajak penyidik senior KPK Novel Baswedan dalam rekonstruksi kasus penyiraman air keras. Padahal, saat rekonstruksi berlangsung, Novel ada di lokasi. Hal ini menjadi suatu kejanggalan dalam proses penyidikan, karena korban dilakukan oleh pemeran pengganti.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Murti menyebut hal ini berdasar informasi dari kuasa hukum Novel.

“Kami putuskan karena emang kegiatan ini enggak bisa kami tunda dan harus kami laksanakan, karena terikat waktu masa pemberkasan dan penahanan, kami laksanakan,” kata Dedy Murti di kawasan kediaman Novel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/2).

Menurutnya, saat rekonstruksi digelar dengan pemeran pengganti, tiba-tiba pihaknya melihat Novel sempat melintas di sana. Tapi, hal tersebut tidak jadi masalah dan tak mengganggu rekonstruksi yang dilakukan. Karena rekonstruksi tetap berlangsung hingga rampung.

Baca Juga:  Pemkab Rokan Hulu Daftarkan ASN Jadi Peserta BPJamsostek

Dia menyebut hasil rekonstruksi tetap bisa digunakan.

“Saat pelaksanaan di lokasi tadi di TKP kebetulan kami juga melibat ada Pak Novel, dalam hal ini korban melintas dan sempat rekan-rekan penyidik dan JPU mempertanyakan dan menyampaikan kegiatan ini tetap kami laksanakan dengan pemeran pengganti. Sehingga, prosesnya harus legitimate dan memiliki kekuatan hukum sebagai alat bukti,” pungkasnya.

Sebelumnya, polisi menangkap dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan. Kedua tersangka berinisial Ronny Bugis dan Rahmat Kadir sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ronny dan Rahmat ditangkap di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Keduanya merupakan anggota polisi aktif. Penangkapan dilakukan usai polisi melakukan serangkaian penyelidikan yang panjang.

Baca Juga:  Ahmad Basarah: Pancasila Puncak Kebudayaan Bangsa Indonesia

Editor: Deslina
Sumber: Jawapos.com

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari