Selasa, 20 Oktober 2026
- Advertisement -

Dampak Asap Karhutla Diskes Kepulauan Meranti Catat 1.128 Kunjungan Balita Sakit

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus mengancam kesehatan masyarakat, khususnya kelompok balita di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti mencatat sebanyak 1.128 kunjungan balita dengan keluhan batuk hingga kesulitan bernapas sepanjang periode Juni hingga September 2026.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kepulauan Meranti, Widya Nengsih, mengonfirmasi bahwa angka kunjungan berfluktuasi setiap bulannya, yakni 276 kasus pada Juni, 233 kasus di bulan Juli, melonjak 327 kasus pada Agustus, dan sedikit menurun menjadi 292 kasus pada September.

“Meskipun penurunan terjadi di September, angkanya masih terbilang tinggi. Paparan partikel halus asap karhutla dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk gejala pada anak-anak,” ujar Widya mewakili Kadiskes Ade Suhartian, Ahad (18/10/2026).

Baca Juga:  Lacak Bukti Percakapan, Sekjen PDIP Diperiksa KPK Lagi

Selain keluhan pernapasan dan ancaman ISPA yang mencapai 6.825 kasus hingga pertengahan tahun, Diskes Meranti juga menaruh perhatian serius pada temuan kasus pneumonia balita.

Masyarakat dan para orang tua diimbau untuk membatasi aktivitas anak di luar ruangan, menutup akses asap masuk ke dalam rumah, memakaikan masker sesuai standar, serta segera membawa balita ke fasilitas kesehatan jika mendapati gejala napas cepat atau tarikan dinding dada.(wir)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus mengancam kesehatan masyarakat, khususnya kelompok balita di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti mencatat sebanyak 1.128 kunjungan balita dengan keluhan batuk hingga kesulitan bernapas sepanjang periode Juni hingga September 2026.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kepulauan Meranti, Widya Nengsih, mengonfirmasi bahwa angka kunjungan berfluktuasi setiap bulannya, yakni 276 kasus pada Juni, 233 kasus di bulan Juli, melonjak 327 kasus pada Agustus, dan sedikit menurun menjadi 292 kasus pada September.

“Meskipun penurunan terjadi di September, angkanya masih terbilang tinggi. Paparan partikel halus asap karhutla dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk gejala pada anak-anak,” ujar Widya mewakili Kadiskes Ade Suhartian, Ahad (18/10/2026).

Baca Juga:  Peningkatan Jalan Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Tuntas 100 Persen

Selain keluhan pernapasan dan ancaman ISPA yang mencapai 6.825 kasus hingga pertengahan tahun, Diskes Meranti juga menaruh perhatian serius pada temuan kasus pneumonia balita.

- Advertisement -

Masyarakat dan para orang tua diimbau untuk membatasi aktivitas anak di luar ruangan, menutup akses asap masuk ke dalam rumah, memakaikan masker sesuai standar, serta segera membawa balita ke fasilitas kesehatan jika mendapati gejala napas cepat atau tarikan dinding dada.(wir)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus mengancam kesehatan masyarakat, khususnya kelompok balita di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti mencatat sebanyak 1.128 kunjungan balita dengan keluhan batuk hingga kesulitan bernapas sepanjang periode Juni hingga September 2026.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kepulauan Meranti, Widya Nengsih, mengonfirmasi bahwa angka kunjungan berfluktuasi setiap bulannya, yakni 276 kasus pada Juni, 233 kasus di bulan Juli, melonjak 327 kasus pada Agustus, dan sedikit menurun menjadi 292 kasus pada September.

“Meskipun penurunan terjadi di September, angkanya masih terbilang tinggi. Paparan partikel halus asap karhutla dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk gejala pada anak-anak,” ujar Widya mewakili Kadiskes Ade Suhartian, Ahad (18/10/2026).

Baca Juga:  Perkuat Langkah Pengamanan Jelang Pilkada

Selain keluhan pernapasan dan ancaman ISPA yang mencapai 6.825 kasus hingga pertengahan tahun, Diskes Meranti juga menaruh perhatian serius pada temuan kasus pneumonia balita.

Masyarakat dan para orang tua diimbau untuk membatasi aktivitas anak di luar ruangan, menutup akses asap masuk ke dalam rumah, memakaikan masker sesuai standar, serta segera membawa balita ke fasilitas kesehatan jika mendapati gejala napas cepat atau tarikan dinding dada.(wir)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari