BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Tim mahasiswa Magister Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (UNRI) memberikan pendampingan bagi 45 guru MTs Negeri 1 Kampar dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Kegiatan bertajuk Workshop Optimalisasi ChatGPT dan Canva AI dalam Pengembangan Media Pembelajaran Praktis dan Interaktif tersebut diselenggarakan dalam dua sesi pada Kamis (1/10/2026) dan Rabu (7/10/2026), dengan melibatkan para pendidik dari 15 mata pelajaran.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Nur Fadillah Riyanti SPd Gr, menjelaskan bahwa integrasi teknologi AI dirancang untuk mempermudah guru menyusun bahan ajar secara efisien dan kreatif tanpa mengabaikan aspek ketepatan materi.
“Teknologi AI dapat menjadi alat bantu efektif bagi guru dalam menyusun materi, kuis, dan latihan interaktif. Namun, pengverifikasian materi dan penyesuaian dengan kebutuhan siswa tetap menjadi prioritas utama,” ujar Nur Fadillah.
Melalui program gerakan “Satu Mata Pelajaran, Satu Media”, para peserta mempraktikkan langsung pembuatan konten menggunakan ChatGPT serta perancangan visual interaktif lewat aplikasi Canva AI.
Selain penguasaan teknis, workshop ini juga membekali tenaga pendidik dengan pemahaman terkait etika pemanfaatan AI, verifikasi keabsahan data, serta penyesuaian media ajar dengan tingkat kemampuan para peserta didik di kelas.(kom)
BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Tim mahasiswa Magister Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (UNRI) memberikan pendampingan bagi 45 guru MTs Negeri 1 Kampar dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Kegiatan bertajuk Workshop Optimalisasi ChatGPT dan Canva AI dalam Pengembangan Media Pembelajaran Praktis dan Interaktif tersebut diselenggarakan dalam dua sesi pada Kamis (1/10/2026) dan Rabu (7/10/2026), dengan melibatkan para pendidik dari 15 mata pelajaran.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Nur Fadillah Riyanti SPd Gr, menjelaskan bahwa integrasi teknologi AI dirancang untuk mempermudah guru menyusun bahan ajar secara efisien dan kreatif tanpa mengabaikan aspek ketepatan materi.
“Teknologi AI dapat menjadi alat bantu efektif bagi guru dalam menyusun materi, kuis, dan latihan interaktif. Namun, pengverifikasian materi dan penyesuaian dengan kebutuhan siswa tetap menjadi prioritas utama,” ujar Nur Fadillah.
Melalui program gerakan “Satu Mata Pelajaran, Satu Media”, para peserta mempraktikkan langsung pembuatan konten menggunakan ChatGPT serta perancangan visual interaktif lewat aplikasi Canva AI.
Selain penguasaan teknis, workshop ini juga membekali tenaga pendidik dengan pemahaman terkait etika pemanfaatan AI, verifikasi keabsahan data, serta penyesuaian media ajar dengan tingkat kemampuan para peserta didik di kelas.(kom)