Jumat, 16 Oktober 2026
- Advertisement -

Total 683 Dapur Beroperasi di Riau, BGN Targetkan 1,5 Juta Penerima Manfaat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Badan Gizi Nasional (BGN) secara serentak meresmikan 980 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali.

Dari total fasilitas baru yang diluncurkan tersebut, sebanyak 87 unit dapur SPPG berlokasi di Provinsi Riau dengan pusat seremoni peresmian bertempat di Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Rabu (14/10/2026).

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito B, mengungkapkan bahwa penambahan ini menjadikan total SPPG yang telah beroperasi di Riau mencapai 683 unit dapur untuk melayani sekitar 1,5 juta penerima manfaat (PM).

Meski demikian, Harjito menyebut terdapat 13 unit SPPG di Riau yang terpaksa dihentikan sementara (disuspend) operasionalnya lantaran kendala administratif.

Baca Juga:  Lantunan Tahlil Melepas Kepergian Mbah Moen, Menag pun Turut Memandikan

“Ada 13 SPPG yang kami suspend sementara karena beberapa evaluasi teknis, terutama bagi yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” tegas Harjito.

Dalam kesempatan tersebut, BGN juga meminta Pemprov Riau serta Pemko/Pemkab setempat untuk memperketat pengawasan kualitas pangan sekaligus memproteksi komoditas pangan lokal.

Langkah ini penting agar alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berputar penuh di dalam perekonomian Riau tanpa berembet ke provinsi tetangga.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Badan Gizi Nasional (BGN) secara serentak meresmikan 980 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali.

Dari total fasilitas baru yang diluncurkan tersebut, sebanyak 87 unit dapur SPPG berlokasi di Provinsi Riau dengan pusat seremoni peresmian bertempat di Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Rabu (14/10/2026).

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito B, mengungkapkan bahwa penambahan ini menjadikan total SPPG yang telah beroperasi di Riau mencapai 683 unit dapur untuk melayani sekitar 1,5 juta penerima manfaat (PM).

Meski demikian, Harjito menyebut terdapat 13 unit SPPG di Riau yang terpaksa dihentikan sementara (disuspend) operasionalnya lantaran kendala administratif.

Baca Juga:  PBNU Siap Jika Kadernya Diminta Jokowi Jadi Menteri

“Ada 13 SPPG yang kami suspend sementara karena beberapa evaluasi teknis, terutama bagi yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” tegas Harjito.

- Advertisement -

Dalam kesempatan tersebut, BGN juga meminta Pemprov Riau serta Pemko/Pemkab setempat untuk memperketat pengawasan kualitas pangan sekaligus memproteksi komoditas pangan lokal.

Langkah ini penting agar alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berputar penuh di dalam perekonomian Riau tanpa berembet ke provinsi tetangga.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Badan Gizi Nasional (BGN) secara serentak meresmikan 980 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali.

Dari total fasilitas baru yang diluncurkan tersebut, sebanyak 87 unit dapur SPPG berlokasi di Provinsi Riau dengan pusat seremoni peresmian bertempat di Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Rabu (14/10/2026).

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito B, mengungkapkan bahwa penambahan ini menjadikan total SPPG yang telah beroperasi di Riau mencapai 683 unit dapur untuk melayani sekitar 1,5 juta penerima manfaat (PM).

Meski demikian, Harjito menyebut terdapat 13 unit SPPG di Riau yang terpaksa dihentikan sementara (disuspend) operasionalnya lantaran kendala administratif.

Baca Juga:  154 Daerah Bisa Tetapkan Paslon Terpilih

“Ada 13 SPPG yang kami suspend sementara karena beberapa evaluasi teknis, terutama bagi yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” tegas Harjito.

Dalam kesempatan tersebut, BGN juga meminta Pemprov Riau serta Pemko/Pemkab setempat untuk memperketat pengawasan kualitas pangan sekaligus memproteksi komoditas pangan lokal.

Langkah ini penting agar alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berputar penuh di dalam perekonomian Riau tanpa berembet ke provinsi tetangga.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari