PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kebakaran lahan terjadi di wilayah Kelurahan Delima, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru, Selasa (10/3) pagi. Api dengan cepat melahap semak belukar serta beberapa pohon kecil yang tumbuh di area lahan kosong tersebut. Dalam waktu singkat, kobaran api terlihat menyebar dan menghanguskan sebagian lahan.
Dari kejauhan, kepulan asap putih tampak membubung tinggi ke udara dan terlihat jelas dari ruas jalan di sekitar lokasi kejadian. Tiupan angin membuat abu sisa pembakaran beterbangan, sementara bau asap yang cukup menyengat tercium hingga ke pinggir jalan. Sejumlah pengendara yang melintas bahkan terlihat menutup hidung atau mempercepat kendaraan saat melewati kawasan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, titik kebakaran berada di lahan kosong yang diapit dua ruas jalan utama, yakni Jalan Rajawali Sakti dan Jalan Srikandi. Lahan tersebut merupakan area terbuka yang cukup luas dengan vegetasi liar berupa semak belukar dan ilalang kering yang mudah terbakar, terlebih saat cuaca panas.
Dari bekas area yang hangus terlihat bahwa api diduga pertama kali muncul dari bagian dalam lahan. Kobaran kemudian merambat keluar hingga mendekati tepi jalan di kedua sisi area. Pola bekas pembakaran yang tidak merata menunjukkan bahwa api menyebar mengikuti arah angin dan bahan mudah terbakar yang ada di sekitar lokasi.
Tumpukan dedaunan kering di sekitar lahan juga mempercepat penyebaran api. Selain itu, ilalang tinggi yang memenuhi area tersebut membuat kobaran cepat merambat ke berbagai arah. Di beberapa titik tepi lahan juga terlihat tumpukan sampah yang ikut terbakar, sehingga api semakin sulit dikendalikan dan bertahan lebih lama.
Di tengah kepulan asap tebal, seorang pria terlihat berusaha memadamkan api dengan cara sederhana. Ia menggunakan patahan ranting daun untuk memukul kobaran api yang mulai merambat. Di sekitar lokasi tidak tersedia sumber air yang dapat digunakan untuk membantu proses pemadaman.
Pria tersebut diketahui bernama Frengky Renaldo Hutagalung, seorang pengemudi ojek online yang secara spontan mencoba memadamkan api saat melintas di lokasi kejadian.
Frengky menuturkan, saat itu ia sedang melintas dari Jalan Srikandi menuju basecamp yang berada di dekat rumah sakit tempatnya biasa mangkal. Ketika melintasi kawasan tersebut, ia melihat kobaran api muncul dari dalam lahan.
“Saya tadi dari Jalan Srikandi mau ke basecamp dekat rumah sakit tempat biasa saya mangkal. Waktu lewat saya lihat ada api dari dalam lahan, jadi saya coba padamkan. Tapi apinya malah makin besar,” ujarnya di sela upayanya memadamkan api seorang diri.
Namun usaha tersebut tidak berhasil. Tiupan angin yang cukup kencang membuat api semakin sulit dikendalikan.
“Saya tidak sanggup padamkan sendiri, anginnya kencang sekali. Saya sudah laporkan supaya bisa segera dikoordinasikan,” katanya singkat.
Melihat api semakin meluas dan sulit dikendalikan, Frengky kemudian menghubungi layanan call center kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut. Ia berharap bantuan segera datang agar proses pemadaman dapat dilakukan dan kobaran api tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.(ayi)

