Rabu, 28 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Kebakaran Asrama Ponpes di Kateman, Ratusan Santri Berhasil Dievakuasi

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Kebakaran menghanguskan satu unit asrama Pondok Pesantren Daarul Rahman yang berada di Jalan Santri, Parit 13, Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin (26/1) sore. Dalam peristiwa tersebut, seluruh santri yang menempati asrama berhasil menyelamatkan diri.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Api diketahui melahap bagian lantai dua bangunan asrama dua lantai yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal para santri.

Adit, warga setempat, menyebutkan api pertama kali terlihat muncul dari dalam asrama pondok pesantren. Melihat kejadian tersebut, warga sekitar langsung berupaya membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

“Saat melihat kepulan asap, warga langsung membantu melakukan pemadaman, walaupun dengan alat seadanya,” ujar Adit.

Baca Juga:  LPM Bantu Kades Serap Aspirasi Masyarakat

Tak berselang lama, tim pemadam kebakaran dari PT Pulau Sambu tiba di lokasi untuk membantu proses pemadaman.

Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora SIK melalui Kapolsek Kateman Kompol Bahtiar SH MH, Selasa (27/1), menjelaskan bangunan asrama yang terbakar berukuran sekitar 40 meter x 9 meter. Asrama tersebut dihuni oleh 117 santri, mulai dari kelas I hingga kelas VI.

Ia menyampaikan, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Pardian, warga yang rumahnya berada tepat di depan pondok pesantren. Saat itu, saksi melihat kepulan asap keluar dari bagian tengah bangunan lantai dua.

Sumber asap diketahui berasal dari ruang rapat yang saat kejadian dalam kondisi kosong. Mengetahui adanya kebakaran, saksi langsung berteriak untuk memberi tahu pihak pondok pesantren agar para santri segera keluar menyelamatkan diri.

Baca Juga:  Kreatif! Guru dan Murid SDN 007 Tanjung Raja Inhil Gunakan Koran sebagai Media Belajar Literasi

Sekitar pukul 17.40 WIB, personel Polsek Kateman yang dipimpin Ps Kanit Reskrim Iptu Fauzan SH berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran PT Pulau Sambu dan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.

Setelah lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.

“Seluruh santri dan guru pondok pesantren berhasil dievakuasi dan dalam keadaan selamat. Dugaan awal kebakaran disebabkan korsleting listrik,” tutup Kompol Bahtiar.

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Kebakaran menghanguskan satu unit asrama Pondok Pesantren Daarul Rahman yang berada di Jalan Santri, Parit 13, Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin (26/1) sore. Dalam peristiwa tersebut, seluruh santri yang menempati asrama berhasil menyelamatkan diri.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Api diketahui melahap bagian lantai dua bangunan asrama dua lantai yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal para santri.

Adit, warga setempat, menyebutkan api pertama kali terlihat muncul dari dalam asrama pondok pesantren. Melihat kejadian tersebut, warga sekitar langsung berupaya membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

“Saat melihat kepulan asap, warga langsung membantu melakukan pemadaman, walaupun dengan alat seadanya,” ujar Adit.

Baca Juga:  Empat Lantai Bangunan Hotel Benteng Hangus Terbakar

Tak berselang lama, tim pemadam kebakaran dari PT Pulau Sambu tiba di lokasi untuk membantu proses pemadaman.

- Advertisement -

Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora SIK melalui Kapolsek Kateman Kompol Bahtiar SH MH, Selasa (27/1), menjelaskan bangunan asrama yang terbakar berukuran sekitar 40 meter x 9 meter. Asrama tersebut dihuni oleh 117 santri, mulai dari kelas I hingga kelas VI.

Ia menyampaikan, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Pardian, warga yang rumahnya berada tepat di depan pondok pesantren. Saat itu, saksi melihat kepulan asap keluar dari bagian tengah bangunan lantai dua.

- Advertisement -

Sumber asap diketahui berasal dari ruang rapat yang saat kejadian dalam kondisi kosong. Mengetahui adanya kebakaran, saksi langsung berteriak untuk memberi tahu pihak pondok pesantren agar para santri segera keluar menyelamatkan diri.

Baca Juga:  Optimalkan Pengelolaan Parkir, Pemkab Inhil Jalin Kerja Sama Primkopkar Kodim

Sekitar pukul 17.40 WIB, personel Polsek Kateman yang dipimpin Ps Kanit Reskrim Iptu Fauzan SH berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran PT Pulau Sambu dan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.

Setelah lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.

“Seluruh santri dan guru pondok pesantren berhasil dievakuasi dan dalam keadaan selamat. Dugaan awal kebakaran disebabkan korsleting listrik,” tutup Kompol Bahtiar.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Kebakaran menghanguskan satu unit asrama Pondok Pesantren Daarul Rahman yang berada di Jalan Santri, Parit 13, Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin (26/1) sore. Dalam peristiwa tersebut, seluruh santri yang menempati asrama berhasil menyelamatkan diri.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Api diketahui melahap bagian lantai dua bangunan asrama dua lantai yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal para santri.

Adit, warga setempat, menyebutkan api pertama kali terlihat muncul dari dalam asrama pondok pesantren. Melihat kejadian tersebut, warga sekitar langsung berupaya membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

“Saat melihat kepulan asap, warga langsung membantu melakukan pemadaman, walaupun dengan alat seadanya,” ujar Adit.

Baca Juga:  Optimalkan Pengelolaan Parkir, Pemkab Inhil Jalin Kerja Sama Primkopkar Kodim

Tak berselang lama, tim pemadam kebakaran dari PT Pulau Sambu tiba di lokasi untuk membantu proses pemadaman.

Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora SIK melalui Kapolsek Kateman Kompol Bahtiar SH MH, Selasa (27/1), menjelaskan bangunan asrama yang terbakar berukuran sekitar 40 meter x 9 meter. Asrama tersebut dihuni oleh 117 santri, mulai dari kelas I hingga kelas VI.

Ia menyampaikan, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Pardian, warga yang rumahnya berada tepat di depan pondok pesantren. Saat itu, saksi melihat kepulan asap keluar dari bagian tengah bangunan lantai dua.

Sumber asap diketahui berasal dari ruang rapat yang saat kejadian dalam kondisi kosong. Mengetahui adanya kebakaran, saksi langsung berteriak untuk memberi tahu pihak pondok pesantren agar para santri segera keluar menyelamatkan diri.

Baca Juga:  Pj Bupati Minta Warga Tidak Panik

Sekitar pukul 17.40 WIB, personel Polsek Kateman yang dipimpin Ps Kanit Reskrim Iptu Fauzan SH berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran PT Pulau Sambu dan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.

Setelah lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.

“Seluruh santri dan guru pondok pesantren berhasil dievakuasi dan dalam keadaan selamat. Dugaan awal kebakaran disebabkan korsleting listrik,” tutup Kompol Bahtiar.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari