Kamis, 12 Maret 2026
- Advertisement -

Defisit APBN Bisa Nol, Menkeu Ingatkan Dampak ke Ekonomi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejatinya bisa disusun tanpa defisit atau nol defisit, namun langkah tersebut mengandung risiko besar terhadap perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1). Menurutnya, kebijakan APBN tanpa defisit dapat ditempuh dengan memangkas anggaran, tetapi berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi.

“Kalau saya buat nol defisit juga bisa, tapi anggarannya dipotong dan ekonominya bisa morat-marit,” ujar Purbaya.

Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan laporan realisasi APBN 2025, di mana defisit tercatat mencapai 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dari target awal sebesar 2,53 persen.

Baca Juga:  Bos Honda Lebih Yakin Hybrid Daripada Full Electric

Purbaya menjelaskan, pelebaran defisit tersebut merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global yang masih tinggi. Menurutnya, kebijakan ini mencerminkan penerapan strategi fiskal counter-cyclical.

“Inilah kebijakan riil counter-cyclical yang sering saya sampaikan. APBN tetap berekspansi agar ekonomi tetap terjaga,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa defisit tetap dijaga agar tidak melampaui ambang batas 3 persen. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian fiskal.

“Ini adalah upaya memastikan ekonomi terus tumbuh tanpa mengabaikan kehati-hatian fiskal. Walaupun menekan, defisit tetap kami jaga di bawah 3 persen,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan APBN Indonesia dapat disusun tanpa defisit pada 2027 atau 2028. Target tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Melalui TJSL, PLN Dongkrak Perekonomian dan Kemandirian 71 Desa

Dalam pidato Nota Keuangan pada Sidang Tahunan MPR bersama DPR dan DPD RI, Prabowo menegaskan tekad pemerintahannya untuk menekan defisit sekecil mungkin melalui efisiensi belanja negara.

“Harapan dan cita-cita saya, suatu saat pada 2027 atau 2028, saya bisa menyampaikan bahwa APBN kita tidak lagi defisit,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menekankan pentingnya menghilangkan kebocoran anggaran dan meminta dukungan seluruh kekuatan politik nasional untuk mewujudkan tata kelola keuangan negara yang lebih baik.

“Negara kita besar dan makmur. Jika dikelola dengan baik, manfaatnya akan dirasakan seluruh rakyat,” pungkasnya.(JPG)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejatinya bisa disusun tanpa defisit atau nol defisit, namun langkah tersebut mengandung risiko besar terhadap perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1). Menurutnya, kebijakan APBN tanpa defisit dapat ditempuh dengan memangkas anggaran, tetapi berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi.

“Kalau saya buat nol defisit juga bisa, tapi anggarannya dipotong dan ekonominya bisa morat-marit,” ujar Purbaya.

Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan laporan realisasi APBN 2025, di mana defisit tercatat mencapai 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dari target awal sebesar 2,53 persen.

Baca Juga:  Kejagung Serahkan Rp13,2 Triliun Uang Korupsi ke Negara

Purbaya menjelaskan, pelebaran defisit tersebut merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global yang masih tinggi. Menurutnya, kebijakan ini mencerminkan penerapan strategi fiskal counter-cyclical.

- Advertisement -

“Inilah kebijakan riil counter-cyclical yang sering saya sampaikan. APBN tetap berekspansi agar ekonomi tetap terjaga,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa defisit tetap dijaga agar tidak melampaui ambang batas 3 persen. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian fiskal.

- Advertisement -

“Ini adalah upaya memastikan ekonomi terus tumbuh tanpa mengabaikan kehati-hatian fiskal. Walaupun menekan, defisit tetap kami jaga di bawah 3 persen,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan APBN Indonesia dapat disusun tanpa defisit pada 2027 atau 2028. Target tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Umrah Mandiri Kini Legal, Haji Kedua Wajib Tunggu 18 Tahun

Dalam pidato Nota Keuangan pada Sidang Tahunan MPR bersama DPR dan DPD RI, Prabowo menegaskan tekad pemerintahannya untuk menekan defisit sekecil mungkin melalui efisiensi belanja negara.

“Harapan dan cita-cita saya, suatu saat pada 2027 atau 2028, saya bisa menyampaikan bahwa APBN kita tidak lagi defisit,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menekankan pentingnya menghilangkan kebocoran anggaran dan meminta dukungan seluruh kekuatan politik nasional untuk mewujudkan tata kelola keuangan negara yang lebih baik.

“Negara kita besar dan makmur. Jika dikelola dengan baik, manfaatnya akan dirasakan seluruh rakyat,” pungkasnya.(JPG)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejatinya bisa disusun tanpa defisit atau nol defisit, namun langkah tersebut mengandung risiko besar terhadap perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1). Menurutnya, kebijakan APBN tanpa defisit dapat ditempuh dengan memangkas anggaran, tetapi berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi.

“Kalau saya buat nol defisit juga bisa, tapi anggarannya dipotong dan ekonominya bisa morat-marit,” ujar Purbaya.

Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan laporan realisasi APBN 2025, di mana defisit tercatat mencapai 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dari target awal sebesar 2,53 persen.

Baca Juga:  Survei: Ekonomi Nasional Membaik Tak Terlepas dari Kinerja Menko Airlangga

Purbaya menjelaskan, pelebaran defisit tersebut merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global yang masih tinggi. Menurutnya, kebijakan ini mencerminkan penerapan strategi fiskal counter-cyclical.

“Inilah kebijakan riil counter-cyclical yang sering saya sampaikan. APBN tetap berekspansi agar ekonomi tetap terjaga,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa defisit tetap dijaga agar tidak melampaui ambang batas 3 persen. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian fiskal.

“Ini adalah upaya memastikan ekonomi terus tumbuh tanpa mengabaikan kehati-hatian fiskal. Walaupun menekan, defisit tetap kami jaga di bawah 3 persen,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan APBN Indonesia dapat disusun tanpa defisit pada 2027 atau 2028. Target tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Bos Honda Lebih Yakin Hybrid Daripada Full Electric

Dalam pidato Nota Keuangan pada Sidang Tahunan MPR bersama DPR dan DPD RI, Prabowo menegaskan tekad pemerintahannya untuk menekan defisit sekecil mungkin melalui efisiensi belanja negara.

“Harapan dan cita-cita saya, suatu saat pada 2027 atau 2028, saya bisa menyampaikan bahwa APBN kita tidak lagi defisit,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menekankan pentingnya menghilangkan kebocoran anggaran dan meminta dukungan seluruh kekuatan politik nasional untuk mewujudkan tata kelola keuangan negara yang lebih baik.

“Negara kita besar dan makmur. Jika dikelola dengan baik, manfaatnya akan dirasakan seluruh rakyat,” pungkasnya.(JPG)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari