Rabu, 4 Maret 2026
- Advertisement -

18.998 KK Terima Bantuan Pangan Pemko Pekanbaru dan Bulog

RIAUPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Bulog menyalurkan bantuan pangan kepada 18.998 kepala keluarga (KK) di 15 kecamatan selama Oktober–November 2025. Setiap KK menerima paket berisi 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan hal itu usai menyerahkan bantuan secara simbolis bagi 894 KK di Kecamatan Rumbai Timur, Kamis (27/11) pagi. Ia menegaskan, bantuan ini bukan program rutin bulanan, melainkan bentuk respons cepat pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk masyarakat yang sedang dalam kondisi paceklik. Bantuan ini tidak dibuat setiap bulan atau per tiga bulan, tetapi berdasarkan kondisi masyarakat. Alhamdulillah Pekanbaru mendapat 18.998 paket. Terima kasih kepada Bulog,” ujarnya.

Pimpinan Wilayah Bulog Riau-Kepri, Dani Satrio, memastikan masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan stok. Ia menyatakan stok beras dan kebutuhan pangan Bulog sangat mencukupi, bahkan hingga melewati tahun depan.

Baca Juga:  BRI Serahkan CSR ke SLB Rp300 Juta

“Ketahanan stok Bulog sangat aman. Stok cukup di Pekanbaru, seluruh Riau, dan Kepri. Untuk penetrasi pasar seperti SPHP, gerakan pangan murah (GPM), dan bantuan pangan, semuanya sudah disiapkan. Sampai Desember dan Nataru, kita siap melakukan pasar murah. Kami bekerja sama dengan pemda, pasar tradisional, outlet, dan ritel modern,” jelas Dani.

Hingga 26 November 2025, realisasi penyaluran Bantuan Pangan (PBP) di Pekanbaru telah mencapai 13.812 PBP atau 72,75 persen. Bulog optimistis penyaluran tuntas 100 persen pada Jumat pekan ini.

“Per hari Rabu itu 72 persen, dan Jumat (28/11) sudah 100 persen untuk Kota Pekanbaru. Tinggal dua kecamatan yakni Payung Sekaki dan Kulim. Besok selesai,” tambahnya.

Baca Juga:  ECA 2025 Hadirkan Teater Berbahasa Inggris

Dani juga memastikan penyaluran berjalan lancar tanpa kendala berarti. Jika ada beras atau minyak yang kualitasnya kurang baik, masyarakat dapat menukarnya. “Itu jaminan Bulog,” tegasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru, Muhammad Jamil, mengatakan penyaluran bantuan sudah berlangsung di sejumlah kecamatan. Pada Kamis, penyaluran dilakukan untuk 894 KK di Kecamatan Rumbai Timur yang diserahkan langsung oleh Wali Kota.

“Total yang diterima Pekanbaru lebih dari 18 ribu KK. Program ini berlangsung selama dua bulan, Oktober dan November, dengan bantuan 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Ini merupakan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat kondisi sulit,” jelas Jamil.

Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Dinas Ketahanan Pangan juga menggelar Pekan Pangan Aman sebagai pengembangan dari Gerakan Pangan Murah.(ali)

RIAUPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Bulog menyalurkan bantuan pangan kepada 18.998 kepala keluarga (KK) di 15 kecamatan selama Oktober–November 2025. Setiap KK menerima paket berisi 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan hal itu usai menyerahkan bantuan secara simbolis bagi 894 KK di Kecamatan Rumbai Timur, Kamis (27/11) pagi. Ia menegaskan, bantuan ini bukan program rutin bulanan, melainkan bentuk respons cepat pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk masyarakat yang sedang dalam kondisi paceklik. Bantuan ini tidak dibuat setiap bulan atau per tiga bulan, tetapi berdasarkan kondisi masyarakat. Alhamdulillah Pekanbaru mendapat 18.998 paket. Terima kasih kepada Bulog,” ujarnya.

Pimpinan Wilayah Bulog Riau-Kepri, Dani Satrio, memastikan masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan stok. Ia menyatakan stok beras dan kebutuhan pangan Bulog sangat mencukupi, bahkan hingga melewati tahun depan.

Baca Juga:  Berlibur Sehat Sambil Berolahraga 

“Ketahanan stok Bulog sangat aman. Stok cukup di Pekanbaru, seluruh Riau, dan Kepri. Untuk penetrasi pasar seperti SPHP, gerakan pangan murah (GPM), dan bantuan pangan, semuanya sudah disiapkan. Sampai Desember dan Nataru, kita siap melakukan pasar murah. Kami bekerja sama dengan pemda, pasar tradisional, outlet, dan ritel modern,” jelas Dani.

- Advertisement -

Hingga 26 November 2025, realisasi penyaluran Bantuan Pangan (PBP) di Pekanbaru telah mencapai 13.812 PBP atau 72,75 persen. Bulog optimistis penyaluran tuntas 100 persen pada Jumat pekan ini.

“Per hari Rabu itu 72 persen, dan Jumat (28/11) sudah 100 persen untuk Kota Pekanbaru. Tinggal dua kecamatan yakni Payung Sekaki dan Kulim. Besok selesai,” tambahnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Kompol Franky Dilepas dengan Pedang Pora

Dani juga memastikan penyaluran berjalan lancar tanpa kendala berarti. Jika ada beras atau minyak yang kualitasnya kurang baik, masyarakat dapat menukarnya. “Itu jaminan Bulog,” tegasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru, Muhammad Jamil, mengatakan penyaluran bantuan sudah berlangsung di sejumlah kecamatan. Pada Kamis, penyaluran dilakukan untuk 894 KK di Kecamatan Rumbai Timur yang diserahkan langsung oleh Wali Kota.

“Total yang diterima Pekanbaru lebih dari 18 ribu KK. Program ini berlangsung selama dua bulan, Oktober dan November, dengan bantuan 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Ini merupakan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat kondisi sulit,” jelas Jamil.

Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Dinas Ketahanan Pangan juga menggelar Pekan Pangan Aman sebagai pengembangan dari Gerakan Pangan Murah.(ali)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RIAUPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Bulog menyalurkan bantuan pangan kepada 18.998 kepala keluarga (KK) di 15 kecamatan selama Oktober–November 2025. Setiap KK menerima paket berisi 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan hal itu usai menyerahkan bantuan secara simbolis bagi 894 KK di Kecamatan Rumbai Timur, Kamis (27/11) pagi. Ia menegaskan, bantuan ini bukan program rutin bulanan, melainkan bentuk respons cepat pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk masyarakat yang sedang dalam kondisi paceklik. Bantuan ini tidak dibuat setiap bulan atau per tiga bulan, tetapi berdasarkan kondisi masyarakat. Alhamdulillah Pekanbaru mendapat 18.998 paket. Terima kasih kepada Bulog,” ujarnya.

Pimpinan Wilayah Bulog Riau-Kepri, Dani Satrio, memastikan masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan stok. Ia menyatakan stok beras dan kebutuhan pangan Bulog sangat mencukupi, bahkan hingga melewati tahun depan.

Baca Juga:  30 Tower Mikrosel di Pekanbaru Izin Kedaluwarsa, Pemko Siap Tertibkan

“Ketahanan stok Bulog sangat aman. Stok cukup di Pekanbaru, seluruh Riau, dan Kepri. Untuk penetrasi pasar seperti SPHP, gerakan pangan murah (GPM), dan bantuan pangan, semuanya sudah disiapkan. Sampai Desember dan Nataru, kita siap melakukan pasar murah. Kami bekerja sama dengan pemda, pasar tradisional, outlet, dan ritel modern,” jelas Dani.

Hingga 26 November 2025, realisasi penyaluran Bantuan Pangan (PBP) di Pekanbaru telah mencapai 13.812 PBP atau 72,75 persen. Bulog optimistis penyaluran tuntas 100 persen pada Jumat pekan ini.

“Per hari Rabu itu 72 persen, dan Jumat (28/11) sudah 100 persen untuk Kota Pekanbaru. Tinggal dua kecamatan yakni Payung Sekaki dan Kulim. Besok selesai,” tambahnya.

Baca Juga:  Satu Rumah Petak di Jalan Garuda Terbakar

Dani juga memastikan penyaluran berjalan lancar tanpa kendala berarti. Jika ada beras atau minyak yang kualitasnya kurang baik, masyarakat dapat menukarnya. “Itu jaminan Bulog,” tegasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru, Muhammad Jamil, mengatakan penyaluran bantuan sudah berlangsung di sejumlah kecamatan. Pada Kamis, penyaluran dilakukan untuk 894 KK di Kecamatan Rumbai Timur yang diserahkan langsung oleh Wali Kota.

“Total yang diterima Pekanbaru lebih dari 18 ribu KK. Program ini berlangsung selama dua bulan, Oktober dan November, dengan bantuan 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Ini merupakan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat kondisi sulit,” jelas Jamil.

Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Dinas Ketahanan Pangan juga menggelar Pekan Pangan Aman sebagai pengembangan dari Gerakan Pangan Murah.(ali)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari