Minggu, 5 April 2026
- Advertisement -

Sinergi Unri dan Petani Bungaraya, Ubah Limbah Sawit Jadi Pupuk Organik Bernilai

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) – Petani di Desa Bungaraya terus berupaya memenuhi kebutuhan pupuk organik yang selama ini masih terbatas. Selama ini, petani hanya mengandalkan pupuk dari kotoran hewan, namun stok yang minim membuat sebagian terpaksa membeli pupuk dari luar desa.

Untuk mengatasi persoalan ini, Kelompok Tani Suka Jaya yang diketuai Saikin menjalin kerja sama dengan tim dosen Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Riau (Unri). Kegiatan tersebut dilakukan melalui program Pengabdian Kemitraan Masyarakat yang dipimpin oleh Isna Rahma Dini SPi MSi bersama Prof Dr Ir Hapsoh MS dan Dr Ir Wawan MP.

Dalam kegiatan itu, hadir pula Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Siak, Sukanto, beserta anggotanya. Mereka mendukung penuh langkah kolaborasi ini.

Baca Juga:  Siak Ditetapkan sebagai Kota Wakaf

Isna menjelaskan, tujuan utama program ini adalah meningkatkan produksi pupuk kompos dengan memanfaatkan limbah solid dari pabrik kelapa sawit. “Solid bisa dijadikan pupuk organik dengan bantuan bakteri selulolitik yang sudah kami patenkan. Cara ini mempercepat proses pengomposan dan membuat unsur hara lebih cepat tersedia bagi tanaman,” jelasnya.

Meski begitu, pemanfaatan solid masih menghadapi kendala karena kandungan airnya yang tinggi. Namun, setelah melalui proses pengeringan dan penambahan bakteri, limbah padat ini dapat diolah menjadi pupuk organik yang siap digunakan petani.

Ketua HKTI Siak, Sukanto, menyambut baik inisiatif ini. “Harapannya pupuk solid bisa segera diproduksi lebih cepat dan tersedia untuk kebutuhan petani di Desa Bungaraya,” katanya.(azr)

Baca Juga:  Selaraskan Perkembangan Ekonomi dan Komersialisasi Riset Unggul Daerah

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) – Petani di Desa Bungaraya terus berupaya memenuhi kebutuhan pupuk organik yang selama ini masih terbatas. Selama ini, petani hanya mengandalkan pupuk dari kotoran hewan, namun stok yang minim membuat sebagian terpaksa membeli pupuk dari luar desa.

Untuk mengatasi persoalan ini, Kelompok Tani Suka Jaya yang diketuai Saikin menjalin kerja sama dengan tim dosen Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Riau (Unri). Kegiatan tersebut dilakukan melalui program Pengabdian Kemitraan Masyarakat yang dipimpin oleh Isna Rahma Dini SPi MSi bersama Prof Dr Ir Hapsoh MS dan Dr Ir Wawan MP.

Dalam kegiatan itu, hadir pula Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Siak, Sukanto, beserta anggotanya. Mereka mendukung penuh langkah kolaborasi ini.

Baca Juga:  Prestasi Membanggakan, 18 Siswa MAN 1 Pekanbaru Lolos ke Universitas Al-Azhar Kairo

Isna menjelaskan, tujuan utama program ini adalah meningkatkan produksi pupuk kompos dengan memanfaatkan limbah solid dari pabrik kelapa sawit. “Solid bisa dijadikan pupuk organik dengan bantuan bakteri selulolitik yang sudah kami patenkan. Cara ini mempercepat proses pengomposan dan membuat unsur hara lebih cepat tersedia bagi tanaman,” jelasnya.

Meski begitu, pemanfaatan solid masih menghadapi kendala karena kandungan airnya yang tinggi. Namun, setelah melalui proses pengeringan dan penambahan bakteri, limbah padat ini dapat diolah menjadi pupuk organik yang siap digunakan petani.

- Advertisement -

Ketua HKTI Siak, Sukanto, menyambut baik inisiatif ini. “Harapannya pupuk solid bisa segera diproduksi lebih cepat dan tersedia untuk kebutuhan petani di Desa Bungaraya,” katanya.(azr)

Baca Juga:  Aksi Solidaritas soal Kenaikan UKT dan IPI Berujung Pelaporan ke Polisi
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) – Petani di Desa Bungaraya terus berupaya memenuhi kebutuhan pupuk organik yang selama ini masih terbatas. Selama ini, petani hanya mengandalkan pupuk dari kotoran hewan, namun stok yang minim membuat sebagian terpaksa membeli pupuk dari luar desa.

Untuk mengatasi persoalan ini, Kelompok Tani Suka Jaya yang diketuai Saikin menjalin kerja sama dengan tim dosen Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Riau (Unri). Kegiatan tersebut dilakukan melalui program Pengabdian Kemitraan Masyarakat yang dipimpin oleh Isna Rahma Dini SPi MSi bersama Prof Dr Ir Hapsoh MS dan Dr Ir Wawan MP.

Dalam kegiatan itu, hadir pula Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Siak, Sukanto, beserta anggotanya. Mereka mendukung penuh langkah kolaborasi ini.

Baca Juga:  Tim PKM Unri Ajak Warga Kampar Lawan Rabies Lewat Vaksinasi dan Edukasi

Isna menjelaskan, tujuan utama program ini adalah meningkatkan produksi pupuk kompos dengan memanfaatkan limbah solid dari pabrik kelapa sawit. “Solid bisa dijadikan pupuk organik dengan bantuan bakteri selulolitik yang sudah kami patenkan. Cara ini mempercepat proses pengomposan dan membuat unsur hara lebih cepat tersedia bagi tanaman,” jelasnya.

Meski begitu, pemanfaatan solid masih menghadapi kendala karena kandungan airnya yang tinggi. Namun, setelah melalui proses pengeringan dan penambahan bakteri, limbah padat ini dapat diolah menjadi pupuk organik yang siap digunakan petani.

Ketua HKTI Siak, Sukanto, menyambut baik inisiatif ini. “Harapannya pupuk solid bisa segera diproduksi lebih cepat dan tersedia untuk kebutuhan petani di Desa Bungaraya,” katanya.(azr)

Baca Juga:  Dosen FKIP Unri Beri Warna di Seminar Antarbangsa

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari