Jumat, 6 Maret 2026
- Advertisement -

Perputaran Uang Selama Idulfitri Diprediksi Rp157,3 T

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – KAMAR Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai perputaran uang selama bulan Ramadan dan Idulfitri 2024 secara signifikan akan mengerek pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal 1-2024. Adapun perputaran uang selama libur Idulfitri diprediksi mencapai Rp157,3 triliun.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mengatakan, nantinya akan berpeluang untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi RI sebesar 5 persen. ‘’Dengan perputaran yang cukup besar tersebut dipastikan ekonomi daerah akan produktif mendorong meningkatnya konsumsi rumah tangga,’’ kata Sarman, dalam keterangannya, Ahad (31/3).

Sarman menjelaskan, usulan itu nantinya akan menyebar di seluruh pelosok tanah air, terutama daerah yang menjadi tujuan utama mudik seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten dan Jabodetabek yang diperkirakan mencapai 62 persen dari jumlah penduduk, sisanya akan menyebar di Sumatera, Kalimantan, Bali/NTB, Sulawesi, NTT, Maluku dan Papua.

Baca Juga:  Asuransi Astra Raih Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2022

Selain itu, perputaran uang tersebut juga akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di masing-masing daerah tujuan mudik yang berasal dari pajak hotel, restoran, café, retribusi masuk destinasi wisata dan lain-lain selama musim libur Idulfitri ini.

Ia pun berharap pemerintah daerah dapat membantu kelancaran arus mudik dan memastikan para pengusaha di daerah tujuan tidak menaikkan harga yang jorjoran yang membuat para pemudik enggan membelanjakan uangnya.

Seperti tarif masuk ke lokasi wisata, tarif hotel/penginapan, harga makanan/minuman dan harga makanan khas daerah atau oleh-oleh. Diharapkan juga tidak mengalami kenaikan yang memberatkan konsumen. ‘’Pelaku usaha di daerah tujuan mudik harus dapat menciptakan pelayanan yang berkesan dan menyenangkan sehingga para pemudik tidak ragu membelanjakan uangnya selama liburan,” jelasnya.(esi)

Baca Juga:  Napi Tetap Produktif selama Ramadan

Laporan JPG, Jakarta

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – KAMAR Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai perputaran uang selama bulan Ramadan dan Idulfitri 2024 secara signifikan akan mengerek pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal 1-2024. Adapun perputaran uang selama libur Idulfitri diprediksi mencapai Rp157,3 triliun.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mengatakan, nantinya akan berpeluang untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi RI sebesar 5 persen. ‘’Dengan perputaran yang cukup besar tersebut dipastikan ekonomi daerah akan produktif mendorong meningkatnya konsumsi rumah tangga,’’ kata Sarman, dalam keterangannya, Ahad (31/3).

Sarman menjelaskan, usulan itu nantinya akan menyebar di seluruh pelosok tanah air, terutama daerah yang menjadi tujuan utama mudik seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten dan Jabodetabek yang diperkirakan mencapai 62 persen dari jumlah penduduk, sisanya akan menyebar di Sumatera, Kalimantan, Bali/NTB, Sulawesi, NTT, Maluku dan Papua.

Baca Juga:  Jelang Ramadan, BBPOM Intensifikasi Pengawasan Pangan

Selain itu, perputaran uang tersebut juga akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di masing-masing daerah tujuan mudik yang berasal dari pajak hotel, restoran, café, retribusi masuk destinasi wisata dan lain-lain selama musim libur Idulfitri ini.

Ia pun berharap pemerintah daerah dapat membantu kelancaran arus mudik dan memastikan para pengusaha di daerah tujuan tidak menaikkan harga yang jorjoran yang membuat para pemudik enggan membelanjakan uangnya.

- Advertisement -

Seperti tarif masuk ke lokasi wisata, tarif hotel/penginapan, harga makanan/minuman dan harga makanan khas daerah atau oleh-oleh. Diharapkan juga tidak mengalami kenaikan yang memberatkan konsumen. ‘’Pelaku usaha di daerah tujuan mudik harus dapat menciptakan pelayanan yang berkesan dan menyenangkan sehingga para pemudik tidak ragu membelanjakan uangnya selama liburan,” jelasnya.(esi)

Baca Juga:  Epson Raih Peringkat Platinum EcoVadis

Laporan JPG, Jakarta

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – KAMAR Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai perputaran uang selama bulan Ramadan dan Idulfitri 2024 secara signifikan akan mengerek pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal 1-2024. Adapun perputaran uang selama libur Idulfitri diprediksi mencapai Rp157,3 triliun.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mengatakan, nantinya akan berpeluang untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi RI sebesar 5 persen. ‘’Dengan perputaran yang cukup besar tersebut dipastikan ekonomi daerah akan produktif mendorong meningkatnya konsumsi rumah tangga,’’ kata Sarman, dalam keterangannya, Ahad (31/3).

Sarman menjelaskan, usulan itu nantinya akan menyebar di seluruh pelosok tanah air, terutama daerah yang menjadi tujuan utama mudik seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten dan Jabodetabek yang diperkirakan mencapai 62 persen dari jumlah penduduk, sisanya akan menyebar di Sumatera, Kalimantan, Bali/NTB, Sulawesi, NTT, Maluku dan Papua.

Baca Juga:  Pertagas Berdayakan Ibu-Ibu PKK Lewat Keterampilan Menjahit

Selain itu, perputaran uang tersebut juga akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di masing-masing daerah tujuan mudik yang berasal dari pajak hotel, restoran, café, retribusi masuk destinasi wisata dan lain-lain selama musim libur Idulfitri ini.

Ia pun berharap pemerintah daerah dapat membantu kelancaran arus mudik dan memastikan para pengusaha di daerah tujuan tidak menaikkan harga yang jorjoran yang membuat para pemudik enggan membelanjakan uangnya.

Seperti tarif masuk ke lokasi wisata, tarif hotel/penginapan, harga makanan/minuman dan harga makanan khas daerah atau oleh-oleh. Diharapkan juga tidak mengalami kenaikan yang memberatkan konsumen. ‘’Pelaku usaha di daerah tujuan mudik harus dapat menciptakan pelayanan yang berkesan dan menyenangkan sehingga para pemudik tidak ragu membelanjakan uangnya selama liburan,” jelasnya.(esi)

Baca Juga:  Xiaomi TV Transparan Harganya Rp105 Juta, Ini Wujudnya

Laporan JPG, Jakarta

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari