Dua pekan menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bekerja sama dengan beberapa pihak seperti Bulog gencar menggelar pasar murah. Pasar murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM) akan digelar di 15 kecamatan yang ada di Kota Bertuah.
Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho mengunjungi Pasar Cik Puan di Jalan Tuanku Tambusai, Rabu (12/3). Dalam kunjungan tersebut, Wako menemukan masih ada pedagang yang menjual minyak goreng kemasan merek Minyakita di atas harga eceran tertinggi (HET).
Kepolisian Daerah (Polda) Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus memberi peringatan keras terhadap pengecer maupun distributor Minyakita. Pasalnya, baru-baru ini petugas menemukan minyak goreng bersubsidi itu dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Ratusan masyarakat Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar antusias memadati Halaman Puskesmas Dusun IIII Pulau Birandang, Senin (10/3). Masyarakat tersebut datang untuk mengikuti kegiatan Gerakan Pangan Murah.
Tiga produsen Minyakita dikenai sanksi berat setelah terbukti mengurangi volume minyak dalam kemasan 1 liter. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, perusahaan tersebut harus ditutup dan disegel.
Keberadaan Pom Minyak Goreng Indonesia (Pomindo) di Indragiri Hilir (Inhil) diharapkan mampu mencukupi kebutuhan minyak goreng (migor) bagi masyarakat.
Dinas Perdagangan Kota Dumai menjamin stok minyak goreng khususnya Minyakita aman dan masih tersedia di pasaran. Sedangkan harga Minyakita di pasaran hingga kemarin masih bertahan di Rp16 ribu per liter.
Naiknya harga minyak goreng Minyakita atau minyak subsidi pemerintah mulai berdampak pada usaha masyarakat. Salah satunya adalah pedagang gorengan dan pedagang sembako.
Harga minyak goreng khususnya dalam bentuk kemasan di pasaran seperti di Pasar Pulau Payung, Kelurahan Rimba Sekampung, hingga kemarin masih terasa normal. Di mana, harga minyak goreng kemasan tersebut berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp16 ribu perliter.