Minggu, 23 Juni 2024

Turunkan Kasus Stunting di Kuansing, Tim Gencarkan Sosialisasi

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kuansing turun ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi dan cara penanganannya. Langkah ini sebagai upaya menurunkan jumlah kasus stunting di Kabupaten Kuansing,Selasa (7/5/2024).

TPPS Kabupaten Kuansing yang dipimpin Ketua TP PKK Kuansing, Hj Yulia Herma Suhardiman selaku Waka 3 TPPA Kabupaten kuansing didampingi Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kuansing, Aswandi SKM, selaku Sekretaris TPPS Kuansing turun ke beberapa desa yang menjadi prioritas percepatan penanganan stunting. Masing-masing Desa Sungai Manau, Seberang Pantai Kecamatan Kuantan Mudik dan Desa Sampurago Kecamatan Hulu Kuantan.

- Advertisement -

“Sesuai instruksi pak bupati, tim diminta untuk turun langsung. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 6 hingga 8 Mei 2024. Hari ini kami melakukan peninjauan di Desa Sungai Manau, Seberang Pantai dan Desa Sampurago. Mudah-mudahan dengan terus melakukan sosialisasi yang dimulai dari tingkat desa hingga kabupaten ini, kasus stunting di Kuansing jauh turun,” kata Yulia.

Yulia juga menyampaikan apresiasi kepada tim penggerak PKK dan Kader Posyandu desa yang selama ini berupaya untuk mencegah kasus stunting. Keuletan dan kerja keras mereka harus menjadi contoh dalam penanggulangan kasus ini. Tujuan tim ini turun ke desa-desa adalah untuk meninjau secara langsung kegiatan ini.

Baca Juga:  Prevalensi Tengkes Masih 17 Persen

“Memang belakangan ini terjadi kenaikan kasus stunting di Kuansing. Nah, ini yang akan menjadi target kita kedepan. Bagaimana supaya kasus stunting ini bisa turun. Minimal persentasenya dibawah 14 persen,” sebut Yulia.

- Advertisement -

Sementara Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Kuansing, Aswandi SKM usai acara mengatakan, untuk tahap awal, pihaknya akan melakukan pendataan di setiap desa. Sehingga akan lebih mudah dalam penanganannya.

“Program penimbangan serentak ini, juga bagian dari sosialisasi kepada masyarakat. Sebagai masyarakat, harus mengetahui penyebab stunting dan cara pencegahannya. Mulai calon pengantin,ibu hamil, sampai baduta atau pada masa 1000HPK (Hari Pertama Kehidupan). Nah, ini sudah disampaikan kader posyandu selama ini,” kata Aswandi didampingi Kabid Pengendalian Penduduk DP2KBP3A Kabupaten Kuansing, Supri Andayani.

Baca Juga:  Kasus Tengkes di Bengkalis Naik Jadi 17,9 Persen

Selain itu, kata Aswandi, pihaknya akan mengaktifkan kembali bapak/bunda asuh anak stunting di tingkat kabupaten dengan inovasi “KACEO Stunting”. Sehingga kasus stunting ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjadikan anak-anak Kuansing semakin sehat dan pertumbuhan yang bagus.

Selama beberapa hari ini, mereka terus melakukan peninjauan di desa-desa di Kabupaten Kuansing. Kegiatan ini harus tuntas. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan desa dan kecamatan yang sudah ikut membantu menurunkan kasus stunting. Target penurunan kasus stunting harus tercapai,” harap Aswandi.

Dalam kegiatan tersebut, nampak hadir, Staf Ahli Bupati Kuansing, Ir H Samsir Alam MM, satgas stunting Kabupaten Kuantan Singingi Gusty Rendra Sari SE,I, Camat Kuantan Mudik dan Camat Hulu Kuantan, para kapus serta pegawai beberapa dinas yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kuansing.(ifr)

Laporan: Desriandi Candra (Telukkuantan)






Reporter: Desriandi Chandra

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kuansing turun ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi dan cara penanganannya. Langkah ini sebagai upaya menurunkan jumlah kasus stunting di Kabupaten Kuansing,Selasa (7/5/2024).

TPPS Kabupaten Kuansing yang dipimpin Ketua TP PKK Kuansing, Hj Yulia Herma Suhardiman selaku Waka 3 TPPA Kabupaten kuansing didampingi Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kuansing, Aswandi SKM, selaku Sekretaris TPPS Kuansing turun ke beberapa desa yang menjadi prioritas percepatan penanganan stunting. Masing-masing Desa Sungai Manau, Seberang Pantai Kecamatan Kuantan Mudik dan Desa Sampurago Kecamatan Hulu Kuantan.

“Sesuai instruksi pak bupati, tim diminta untuk turun langsung. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 6 hingga 8 Mei 2024. Hari ini kami melakukan peninjauan di Desa Sungai Manau, Seberang Pantai dan Desa Sampurago. Mudah-mudahan dengan terus melakukan sosialisasi yang dimulai dari tingkat desa hingga kabupaten ini, kasus stunting di Kuansing jauh turun,” kata Yulia.

Yulia juga menyampaikan apresiasi kepada tim penggerak PKK dan Kader Posyandu desa yang selama ini berupaya untuk mencegah kasus stunting. Keuletan dan kerja keras mereka harus menjadi contoh dalam penanggulangan kasus ini. Tujuan tim ini turun ke desa-desa adalah untuk meninjau secara langsung kegiatan ini.

Baca Juga:  IGTKI Kuansing Juara 1

“Memang belakangan ini terjadi kenaikan kasus stunting di Kuansing. Nah, ini yang akan menjadi target kita kedepan. Bagaimana supaya kasus stunting ini bisa turun. Minimal persentasenya dibawah 14 persen,” sebut Yulia.

Sementara Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Kuansing, Aswandi SKM usai acara mengatakan, untuk tahap awal, pihaknya akan melakukan pendataan di setiap desa. Sehingga akan lebih mudah dalam penanganannya.

“Program penimbangan serentak ini, juga bagian dari sosialisasi kepada masyarakat. Sebagai masyarakat, harus mengetahui penyebab stunting dan cara pencegahannya. Mulai calon pengantin,ibu hamil, sampai baduta atau pada masa 1000HPK (Hari Pertama Kehidupan). Nah, ini sudah disampaikan kader posyandu selama ini,” kata Aswandi didampingi Kabid Pengendalian Penduduk DP2KBP3A Kabupaten Kuansing, Supri Andayani.

Baca Juga:  1.963 SK Tendik dan Nakes Honor Daerah Kuansing Dibagikan

Selain itu, kata Aswandi, pihaknya akan mengaktifkan kembali bapak/bunda asuh anak stunting di tingkat kabupaten dengan inovasi “KACEO Stunting”. Sehingga kasus stunting ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjadikan anak-anak Kuansing semakin sehat dan pertumbuhan yang bagus.

Selama beberapa hari ini, mereka terus melakukan peninjauan di desa-desa di Kabupaten Kuansing. Kegiatan ini harus tuntas. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan desa dan kecamatan yang sudah ikut membantu menurunkan kasus stunting. Target penurunan kasus stunting harus tercapai,” harap Aswandi.

Dalam kegiatan tersebut, nampak hadir, Staf Ahli Bupati Kuansing, Ir H Samsir Alam MM, satgas stunting Kabupaten Kuantan Singingi Gusty Rendra Sari SE,I, Camat Kuantan Mudik dan Camat Hulu Kuantan, para kapus serta pegawai beberapa dinas yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kuansing.(ifr)

Laporan: Desriandi Candra (Telukkuantan)






Reporter: Desriandi Chandra
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari