Sabtu, 14 Februari 2026
- Advertisement -

Kejar Target, Satgas TMMD ke-110 Lembur hingga Malam

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 Kodim 0313 /KPR melanjutkan kegiatan fisik peningkatan kualitas badan jalan hingga malam hari. Hal ini untuk mengejar target yang harus segera rampung tepat waktu.

Gelapnya malam tak menyurutkan semangat anggota satgas dalam melaksanakan peningkatan kualitas badan jalan pada Ahad (14/3). Aksi 'kejar tayang' ini untuk memberikan hasil yang maksimal dan selesai pada waktu seperti yang telah ditentukan.

Peningkatan kualitas badan jalan  dari ini menyasar badan jalan dari Dusun 2 RT 14 RW 07 Desa Koto Ranah, Kecamatan Kabun menuju kawasan wisata Puncak Ranah. Peningkatan kualitas jalan ini adalah proyek fisik terpanjang pada TMMD ke-110 di Rokan Hulu (Rohul) yang mencapai 6 km. Selain itu lebar jalannya juga mencapai 6 meter.

Baca Juga:  KONI Kampar Puji Kegigihan Orang Tua Ratri

Perwira Koordinator Lapangan Satgas TMMD Reguler Ke-110 Kodim 0313/KPR  Kapten Inf M Fadhil mengatakan, meskipun pelaksanaan TMMD baru beberapa hari dibuka, namun menuntut personil satgas untuk terus bekerja. Karena waktu 30 hari akan terasa singkat sehingga personil satgas ini tidak bisa bekerja dengan santai.

''Tetapi kami arus terus bersemangat dan terus bekerja menyelesaikan setiap sasaran yang di programkan, maka dari itu kami sepakati pekerjaan tambahan dilakukan sampai malam. Diharapkan kerja malam seperti ini terus dipertahankan guna mengejar target karena waktunya sudah ditentukan dan hasil yang akan dicapai bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat desa Koto Ranah dan warga sekitar,'' sebut M Fadhli.

Dengan panjang 6 Km dan lebar 6 meter dan medan berat menuju puncak bukit yang disebut-sebut tertinggi di Riau tersebut, dkhawatirkan perkiraan dan estimasi bisa meleset. Maka dengan dikerjakan juga pada malam hari, estimasi waktu selesai bisa lebih cepat, hingga tidak ada kekhawatiran dari Satgas terhadap proyek fisik yang sangat diinginkan masyarakat sekitar tersebut. 
 

Baca Juga:  Pencuri Besi Pembangunan Sarang Walet Ditangkap

Laporan: Hendrawan Kariman (Bangkinang)

Editor: E Sulaimani

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 Kodim 0313 /KPR melanjutkan kegiatan fisik peningkatan kualitas badan jalan hingga malam hari. Hal ini untuk mengejar target yang harus segera rampung tepat waktu.

Gelapnya malam tak menyurutkan semangat anggota satgas dalam melaksanakan peningkatan kualitas badan jalan pada Ahad (14/3). Aksi 'kejar tayang' ini untuk memberikan hasil yang maksimal dan selesai pada waktu seperti yang telah ditentukan.

Peningkatan kualitas badan jalan  dari ini menyasar badan jalan dari Dusun 2 RT 14 RW 07 Desa Koto Ranah, Kecamatan Kabun menuju kawasan wisata Puncak Ranah. Peningkatan kualitas jalan ini adalah proyek fisik terpanjang pada TMMD ke-110 di Rokan Hulu (Rohul) yang mencapai 6 km. Selain itu lebar jalannya juga mencapai 6 meter.

Baca Juga:  Pencuri Besi Pembangunan Sarang Walet Ditangkap

Perwira Koordinator Lapangan Satgas TMMD Reguler Ke-110 Kodim 0313/KPR  Kapten Inf M Fadhil mengatakan, meskipun pelaksanaan TMMD baru beberapa hari dibuka, namun menuntut personil satgas untuk terus bekerja. Karena waktu 30 hari akan terasa singkat sehingga personil satgas ini tidak bisa bekerja dengan santai.

''Tetapi kami arus terus bersemangat dan terus bekerja menyelesaikan setiap sasaran yang di programkan, maka dari itu kami sepakati pekerjaan tambahan dilakukan sampai malam. Diharapkan kerja malam seperti ini terus dipertahankan guna mengejar target karena waktunya sudah ditentukan dan hasil yang akan dicapai bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat desa Koto Ranah dan warga sekitar,'' sebut M Fadhli.

- Advertisement -

Dengan panjang 6 Km dan lebar 6 meter dan medan berat menuju puncak bukit yang disebut-sebut tertinggi di Riau tersebut, dkhawatirkan perkiraan dan estimasi bisa meleset. Maka dengan dikerjakan juga pada malam hari, estimasi waktu selesai bisa lebih cepat, hingga tidak ada kekhawatiran dari Satgas terhadap proyek fisik yang sangat diinginkan masyarakat sekitar tersebut. 
 

Baca Juga:  Amankan Rp4 Juta dari Pengedar Sabu

Laporan: Hendrawan Kariman (Bangkinang)

- Advertisement -

Editor: E Sulaimani

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 Kodim 0313 /KPR melanjutkan kegiatan fisik peningkatan kualitas badan jalan hingga malam hari. Hal ini untuk mengejar target yang harus segera rampung tepat waktu.

Gelapnya malam tak menyurutkan semangat anggota satgas dalam melaksanakan peningkatan kualitas badan jalan pada Ahad (14/3). Aksi 'kejar tayang' ini untuk memberikan hasil yang maksimal dan selesai pada waktu seperti yang telah ditentukan.

Peningkatan kualitas badan jalan  dari ini menyasar badan jalan dari Dusun 2 RT 14 RW 07 Desa Koto Ranah, Kecamatan Kabun menuju kawasan wisata Puncak Ranah. Peningkatan kualitas jalan ini adalah proyek fisik terpanjang pada TMMD ke-110 di Rokan Hulu (Rohul) yang mencapai 6 km. Selain itu lebar jalannya juga mencapai 6 meter.

Baca Juga:  Oknum Kades dan Sekdes Ditetapkan Tersangka

Perwira Koordinator Lapangan Satgas TMMD Reguler Ke-110 Kodim 0313/KPR  Kapten Inf M Fadhil mengatakan, meskipun pelaksanaan TMMD baru beberapa hari dibuka, namun menuntut personil satgas untuk terus bekerja. Karena waktu 30 hari akan terasa singkat sehingga personil satgas ini tidak bisa bekerja dengan santai.

''Tetapi kami arus terus bersemangat dan terus bekerja menyelesaikan setiap sasaran yang di programkan, maka dari itu kami sepakati pekerjaan tambahan dilakukan sampai malam. Diharapkan kerja malam seperti ini terus dipertahankan guna mengejar target karena waktunya sudah ditentukan dan hasil yang akan dicapai bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat desa Koto Ranah dan warga sekitar,'' sebut M Fadhli.

Dengan panjang 6 Km dan lebar 6 meter dan medan berat menuju puncak bukit yang disebut-sebut tertinggi di Riau tersebut, dkhawatirkan perkiraan dan estimasi bisa meleset. Maka dengan dikerjakan juga pada malam hari, estimasi waktu selesai bisa lebih cepat, hingga tidak ada kekhawatiran dari Satgas terhadap proyek fisik yang sangat diinginkan masyarakat sekitar tersebut. 
 

Baca Juga:  Polres Kampar Zoom Meeting Kick Off Ketahanan Pangan Polda Riau Dalam Menyongsong 100 Hari Kerja Program Prioritas Asta Cita

Laporan: Hendrawan Kariman (Bangkinang)

Editor: E Sulaimani

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari