24.8 C
Pekanbaru
Kamis, 3 April 2025
spot_img

Pj Gubri Prihatin Murid SD Belajar di Bekas Toilet 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penjabat (Pj) Gubernur Riau SF Hariyanto mengaku prihatin ada 18 siswa di SDN 002 Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, belajar di ruangan bekas toilet. Ia kemudian meminta Pj Bupati Kampar Hambali untuk mengecek ke lokasi.

“Kita prihatin, maka nanti kita minta Pj Bupati Kampar untuk mengecek kondisi tersebut,” kata Pj Gubernur Riau SF Hariyanto.

Selain itu, Ha­riyanto meminta Dinas Pendidikan Provinsi Riau berkoordinasi dengan pemkab setempat. Mengingat, sekolah dasar adalah kewenangan Kabupaten Kampar. “Disdik nanti berkoordinasi dengan pemda dan Disdik setempat,” ujarnya.

Selain itu, Pj Gubri mengaku menerima laporan adanya sekolan SD di Rantau Kasih tanpa dinding. Ia juga meminta ada bantuan dari CSR perusahaan agar sekolah itu dapat dibangun. “Ada juga SD tanpa dinding di Rantau Kasih saya usahakan CSR dari perusahaan untuk membangun,” sebutnya.

Baca Juga:  Menanti Pusat Pertumbuhan Ekonomi Riau di Kampar

Diketahui, sebanyak 18 siswa SD Negeri 002 Tanjung, Kampar belajar di ruangan bekas toilet. Setidaknya sudah 5 tahun ruangan itu dipakai untuk belajar siswa. “Belajar di toilet itu sudah sejak 5 tahun ini. Sebelumnya itu dijadikan gudang,” kata Plt Kepala Sekolah SDN 002 Apriwardi.

Melihat kondisi ruang belajar anak terbatas, ruang itu kemudian dirombak untuk belajar. Namun, kondisi ruangan tetap terbatas dan hanya berukuran 4×6 meter.

Sekilas, ruang belajar itu terlihat baik pada bagian dalam. Faktanya, atap hingga plafon sudah rapuh dan beberapa kali jatuh. “Kalau di dalam bagus karena wali kelas bisa divariasi pakai bunga-bunga. Tetapi sebenarnya plafon sama atap itu sudah rapuh semua, kasihan juga anak-anak di situ,” katanya.

Baca Juga:  Praktik Sertifikat Palsu dan Jalur Titipan Masih Ditemui

Sampaikan Larangan

- Advertisement -

Dinas Pendidikan, Ke­pe­mudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar sudah memberikan imbauan kepada pihak SDN 02 Desa Tanjung Kecamatan Kota Kampar Hulu Kabupaten Kampar untuk tidak memakai bekas toilet untuk proses belajar mengajar.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Dikpora Kampar Aidil melalui Plh Kabid Pendidikan Dasar Hadianto, Rabu (12/6).

“Kita sudah sampaikan larangan kepada pihak sekolah untuk tidak memakai bekas toilet untuk proses belajar mengajar. Karena tanpa sepengetahuan dinas bekas toilet tersebut dijadikan tempat belajar,” jelasnya.

Hadianto menambahkan, untuk masalah ini dinas akan mencarikan solusi untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) melalui berbagai sumber baik dari APBD, APBN maupun dari Balai PUPR. (gem)






Reporter: Redaksi Riau Pos Riau Pos
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

BERITA LAINNYA

Genangan Tak Surut, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton

Selama dua bulan terakhir, Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton di perbatasan Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, dengan Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, masih tergenang air.

Hujan Ringan hingga Sedang Diprediksi Guyur Riau Saat Malam Takbiran

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprediksi hujan ringan hingga sedang akan mengguyur sejumlah wilayah di Riau pada malam Takbiran Idulfitri 1446 H, yang jatuh pada Ahad (30/3/2025).

Bandara SSK II Pekanbaru Buka Rute Baru ke Padang dan Rengat, Mudahkan Akses Mudik

Penerbangan perdana rute Pekanbaru-Padang dilaksanakan pada Rabu, 26 Maret 2025, pukul 07:00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Radityo Ari Purwoko, General Manager Bandara SSK II, Roni Rakhmat SSTP MSi

Gubernur Riau Abdul Wahid Gelar Open House Idulfitri, Ajak Masyarakat Jalin Silaturahmi

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa open house ini terbuka bagi semua kalangan tanpa ada pembatasan. Masyarakat umum dipersilakan untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan dirinya, Wakil Gubernur, kepala OPD, serta warga lainnya.