28.2 C
Pekanbaru
Rabu, 2 April 2025
spot_img

Korban Tertimpa Pohon Durian Ditemukan Mengapung

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Zakaria (69) warga Desa Tambak, Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ditemukan tewas mengapung di Sungai Indragiri. Korban awalnya tertimpa pohon durian saat menaiki sampan di daerah itu.

Bahkan pelaku penebang pohon durian, Sarkawi (49) warga Desa Pulau Gelang, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Inhu sempat diamankan polisi. Begitu juga sebelumnya, sejumlah barang bukti ikut diamankan polisi.

‘’Pihak keluarga mengikhlaskan kematian korban dan tidak akan melakukan penuntutan, baik pidana ataupun perdata kepada pihak manapun,’’ ujar Kapolres Inhu AKBP Dody Wirawijaya SIk melalui Kasubsi Penmas, Aiptu Misran, Ahad (14/7).

Dijelaskan Misran, pada Kamis (11/7) sekitar pukul 07.00 WIB, Sarkawi berangkat dari rumah di Desa Pulau Gelang menggunakan pompong. Dia berencana menebang kayu durian mati milik Rusli untuk diolah dan sudah dibelinya seharga Rp50 ribu sebanyak tiga batang.

Baca Juga:  Penduduk Inhu Bertambah 14.240 Jiwa

Kayu durian yang sudah dibelinya itu ditebang menggunakan mesin pemotong kayu jenis chainsaw. Pohon pertama dan kedua, tidak ada kendala. Hanya saja, saat pohon ketiga ditebang dan tumbang ke Sungai Indragiri terdengar suara teriakan.

Setelah dicek, ternyata dahan kayu durian tersebut menimpa sampan. Bahkan, Sarkawi langsung terjun ke sungai berusaha mencari korban. Namun hanya ditemukan ember warna hitam dan bagian belakang sampan bekas tertimpa kayu durian.

Dari bentuk sampan itu, diketahui milik korban. ‘’Atas kejadian itu, Sarkawi langsung menginfokan kepada warga lainnya hingga dilakukan pencarian,’’ kata Misran.

Dari keterangan sejumlah saksi, korban sudah tua dan pendengarannya tidak begitu baik. Sehingga korban tetap melintas di lokasi penebangan pohon tersebut. ‘’Korban sempat diingatkan agar tidak melintas tetapi tetap saja mendayung sampannya,’’ sebut Misran.

- Advertisement -
Baca Juga:  SMAN 1 Peranap Adakan Workshop Disiplin Positif di Sekolah

Atas kejadian itu, tim yang terdiri dari Polri, Basarnas Kabupaten Inhil, KPBD Kabupaten Inhu, Satpol-PP Kecamatan Kuala Cenaku dan dibantu oleh masyarakat Desa Tambak langsung melakukan pencarian selama tiga hari.

Korban ditemukan di aliran Sungai Indragiri Desa Kuala Cenaku atau sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian pada Sabtu (13/7) sekitar pukul 08.00 WIB. Korban ditemukan tim dalam kondisi telungkup dan terapung serta sudah mengeluarkan aroma bau busuk.

Korban dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter Puskesmas Kuala Cenaku. Dari hasil pemeriksaan pada bagian kepala mengalami luka robek ukuran 1 x 2 centimeter, pada kening sebelah kiri terdapat bengkak berwarna merah kehitaman ukuran 4 x 3 centimeter. ‘’Pada bagian wajah, bibir, telinga dan leher juga terdapat luka robek,’’ terangnya.(kas)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

BERITA LAINNYA

Genangan Tak Surut, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton

Selama dua bulan terakhir, Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton di perbatasan Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, dengan Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, masih tergenang air.

Hujan Ringan hingga Sedang Diprediksi Guyur Riau Saat Malam Takbiran

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprediksi hujan ringan hingga sedang akan mengguyur sejumlah wilayah di Riau pada malam Takbiran Idulfitri 1446 H, yang jatuh pada Ahad (30/3/2025).

Bandara SSK II Pekanbaru Buka Rute Baru ke Padang dan Rengat, Mudahkan Akses Mudik

Penerbangan perdana rute Pekanbaru-Padang dilaksanakan pada Rabu, 26 Maret 2025, pukul 07:00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Radityo Ari Purwoko, General Manager Bandara SSK II, Roni Rakhmat SSTP MSi

Gubernur Riau Abdul Wahid Gelar Open House Idulfitri, Ajak Masyarakat Jalin Silaturahmi

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menjelaskan bahwa open house ini terbuka bagi semua kalangan tanpa ada pembatasan. Masyarakat umum dipersilakan untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan dirinya, Wakil Gubernur, kepala OPD, serta warga lainnya.